Berita Dunia Islam Terdepan

Video operasi mujahidin membebaskan markas kepolisian desa Jaubar di Damaskus

20

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Mujahidin Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam pada hari Rabu (9/4/2014) merilis video operasi militer mereka di jantung ibukota Damaskus. Video berdurasi 6 menit 34 detik tersebut mendokumentasikan pertempuran sengit mereka dalam merebut markas kepolisian desa Jaubar, ibukota Damaskus. Video tersebut dirilis melalui situs resmi Ajnad Asy-Syam.

Video memperlihatkan peta target serangan mujahidin. Mujahidin kemudian mempersiapkan sejumlah ranjau sebelum berangkat menuju target serangan. Ranjau-ranjau itu dilengkapi dengan sejumlah rudal dan bom barel yang ditembakkan pesawat tempur rezim namun tidak sempat meledak. Dengan ranjau-ranjau tersebut, mujahidin meledakkan beberapa gedung yang dijadikan markas pertahanan pasukan rezim Nushairiyah dan milisi Syiah di desa Jaubar, Damaskus.

Ledakan ranjau-ranjau dan bom-bom itu meluluh lantakan gedung-gedung markas pertahanan pasukan rezim di desa Jaubar. Regu-regu mujahidin kemudian menyerbu ke arah pasukan rezim dan milisi Syiah. Baku tembak sengit terjadi dengan mempergunakan senapan serbu, senjata mesin ringan, senjata mesin menengah dan senjata mesin berat.

Mujahidin kemudian membombardir pasukan rezim Nushairiyah dan milisi Syiah dengan meriam Hawan. Setelah terjadi baku tembak sengit dan penyisiran, mujahidin akhirnya berhasil merebut markas kepolisian rezim di desa Jaubar. Semua tentara Nushairiyah dan milisi Syiah yang berada dalam markas tersebut tewas dalam serangan mujahidin.

Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam merupakan wadah kerjasama beberapa kelompok jihad lokal di Damaskus. Mujahidin Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam terutama sekali beroperasi di propinsi Damaskus dan pinggiran Damaskus.

Bersama Jabhah Nushrah dan Jabhah Islamiyah, Ittihad Islami menggelar operasi gabungan “Perang Allah lebih tinggi dan lebih mulia” sejak Desember 2013 sampai saat ini. Operasi gabungan ketiga kelompok jihad ini memiliki peranan sangat besar dalam menghadapi pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah bayarannya. Terlebih di front distrik Qalamoun, front distrik Ghautah Timur dan front ibukota Damaskus sendiri.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...