Berita Dunia Islam Terdepan

Ulil Abshor Abdalla, bertaubatlah Anda! Sebelum dilaknat

Ulil A.A
217

Oleh Ustadz Abu Husein At-Thuwailibi

(Arrahmah.com) – Saudaraku, diantara penyebab diusirnya iblis dari surga adalah kesombongan. Sombong untuk menerima kebenaran wahyu Ilahi dan lebih mengedepankan akal nya yang rusak, sehingga ia pun menggunakan akal untuk menundukkan Wahyu Ilahi. Di perintah Sujud kepada adam,dia enggan, karena ia melebihkan akal dan kesombongannya,sampai ia pun di usir oleh Allah dari Surga dan di laknat sampai hari kiamat, demikianlah kondisi ibis. Wal-‘Iyaadzu Billah.

Dedengkot Jaringan Iblis Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla menyombongkan diri dengan mencela seorang Da’i muda Ustadz Felix Siau dengan begitu ujub dan angkuhnya.

Di time line akun Twitter miliknya, @ulil, tampak foto Ustadz Felix Siauw dengan tulisan besar-besar: “baru mu’allaf ngerasa paling bener dari ulama-ulama besar muslim indonesia.” Foto tersebut diretweet Ulil dari akun @abangifoel.

Selain tulisan pada foto, disertakan pula kicauan (di akun twittwernya) berbunyi “modal baru dua ayat, sudah berani dipanggil ustadz”.

Agaknya, sindiran itu terkait dengan pernyataan Ustadz Felix Siauw baru-baru ini yang mengingatkan umat Islam untuk tidak mengucapkan selamat natal. “Kalau mengucap selamat ke hari raya agama lain itu boleh tentu Rasulullah dan sahabat sudah mencontohkan lebih dulu,” kata Ustadz Felix Siauw menuturkan alasannya melalui akun Twitter @felixsiauw.

Sedangkan Ulil Anshor Abdalla berpendapat boleh-boleh saja mengucapkan selamat natal, tidak ada larangan dari Qur’an dan Hadits. Bahkan, ia juga sempat ‘menantang’ Ustadz Yusuf Mansur mencari dalil larangan mengucap selamat natal.

Demikianlah sikap seorang penerus generasi iblis di permukaan bumi, angkuh dan sombong, sehingga Allah pun membiarkannya sesat kemana dia tersesat, Wal-‘Iyaadzu billah. Semoga Allah memberi anda hidayah agar segera bertaubat ke jalan yang benar sebelum dilaknat. Aamiin.

Ustadz Felix Siauw -dengan segala kekurangannya,dengan segala baik buruknya- adalah seorang Mu’allaf yang mulia, seorang Muslim sejati In Syaa’ Allah. Seorang Kafir yang masuk Islam, bukan seperti Ulil yang Muslim menjadi kafir alias Murtad. Oleh karena itu, -dengan segala kekurangannya- maka Ustadz Felix Siauw lebih baik dan mulia di mata Allah Rabbul ‘Alamin ketimbang sosok penerus faham Abu Jahal sejenis Ulil Abshor Abdalla. Bagaimana bisa anda menjadi seorang Muslim hakiki atau cendikiawan sejati kalau tatkala para lelaki muslim shalat kum’at di hari jum’at anda malah berleha-leha ngobrol dengan orang kristen dan tidak ke masjid untuk shalat jum’at. Orang yang tidak shalat Jum’at -tanpa uzur syar’i- hanya tiga golongan manusia: orang kafir, sakit jiwa alias gila, atau banci.

Ulil, coba buka pola fikir anda yang sangat tidak intelektual itu dan cermati baik-baik kalau memang anda mengaku muslim dan mengaku “ngikut ulama-ulama besar”,

Coba cermati dengan akal anda yang istimewa itu, di dalam Kitab Thabaqatul hanabilah 1/12 dijelaskan tentang sikap ulama besar terhadap orang kristen.

كان الامام أحمد بن حنبل- رحمه الله – إمام أهل السنة إذا نظر إلى نصراني أغمض عينيه، فقيل له في ذلك، فقال- رحمه الله -: ” لا أقدرُ أن أنظر إلى من افترى على الله وكذب عليه !”

طبقات الحنابلة 1/12

Dahulu Imam Ahmad bin Hanbal (Imam Ahlus Sunnah) apabila beliau melihat seorang nashrani maka beliau menutup kedua matanya. Kemudian ditanyakan hal itu kepada beliau mengapa beliau berbuat demikian,

Beliau menjawab, “Aku tidak sanggup untuk melihat orang-orang Kristen yang mana mereka mengada-ada terhadap Allah dan berdusta kepada-Nya”.

Demikianlah yang dilakukan Imam Ahmad bin Hanbal terhadap seorang Kristen, karena begitu besar rasa pengagungan beliau kepada Allah Ta’ala dan sangat faqihnya Imam Ahmad.

Lalu bagaimana dengan anda ?

Anda mengaku Muslim dan suka mengedepankan sikap intelektual. Lalu apakah seorang Muslim layak untuk mengikuti hari raya keagamaan mereka? Walau hanya sekedar mengucapkan “Selamat” atau sekedar memakai topi merah ala Sinter Class?

Haasya Wa Kallaa!

Bertaqwalah kepada Allah wahai Ulil!

Mungkin anda lebih tahu bahwa natal (yang berasal dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”) adalah hari raya kaum kafir Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristen penyembah salib pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus sebagai “tuhan”.

Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember dan juga kebaktian pagi tanggal 25 Desember.

Dimana tempat orang-orang Kristen?

Allah yang Maha Esa berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

 

“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) dan orang-orang musyrik akan masuk neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluq.” [QS. Al-Bayyinah: 6]

Ulil, mereka adalah makhluk yang hina dan dimurkai Allah, apakah patut seorang yang beriman kepada Allah dan mengaku Muslim lalu memuliakan dan menghormati orang-orang yang Allah hinakan dan murkai dengan mengucapkan “Selamat natal”? Atau bahkan sampai kita turut dalam acara perayaan natal seperti rencana Jokowi? itu kalau anda merasa beriman.

Na’udzubillah

Bagaimana kondisi orang-orang Nashrani (Kristen) itu?

Allah yang Maha Esa berfirman,

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

“Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami!? Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).” [QS.Al-Furqon: 44]

Mas Ulil, mereka (orang-orang kafir Kristen) itu lebih sesat dari binatang ternak karena menganggap Nabi yang manusia biasa sebagai “Tuhan”, bahkan mereka merayakan kelahirannya, mereka tahu dia lahir sama seperti manusia yang lainnya juga lahir dari rahim seorang ibu, lalu apakah kita mengucapkan Selamat atas kesesatan mereka ? Lalu kita membolehkan masyarakat muslimin indonesia untuk menggunakan atribut-atribut mereka ? Ini namanya keterpuruan berfikir seorang menteri agama.

Pernyataan tegas tentang kafirnya kristen silahkan cermati ketika Allah yang Maha Esa berfirman,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ

“Sungguh telah kafir orang-orang (Kristen) yang mengatakan bahwa Allah adalah ‘Isa Al-Masih bin Maryam.” [QS.Al-Maidah: 17]

Ulil, mereka kafir karena menganggap Yesus sebagai sesembahan mereka, bukankah yang mereka rayakan hari lahirnya?! Lalu Patutkah kita mengatakan Selamat atas kekafiran mereka?

Ulil, berangkat dari ini semua, dengan segala kerendahan hati saya, saya hendak menyampaikan pesan dari Nabi Muhammad 1400 tahun yang lalu buat anda dan ummat Islam seluruhnya.

Dalam Kitab Musnad dan Kitab Sunan diriwayatkan bahwasanya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa shahbibi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ وَفِي لَفْظٍ: لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

 

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum (komunitas), maka dia termasuk bagian dari kaum (komunitas) tersebut.” (HR. Imam Abu Daud)

Artinya: Barangsiapa yang ikut merayakan natal (hari raya orang kafir Kristen), atau sekedar mengenakan atribut perayaan natal, atau hanya sekedar mengucapkan “selamat natal”, maka ia bukan termasuk ummat Muhammad dan bisa menjadi murtad !

Toleransi dalam beragama bukanlah dengan mengikuti dan meniru segala kebudayaan dan hari-hari besar keagamaan mereka, atau membenarkan ajaran mereka dengan mengucapkan “selamat natal”, atau meniru segala atribut natal.

Toleransi adalah Lakum diinukum waliyadiin (bagi kalian agama kafir kalian dan bagiku agama Tauhidku.

Pesan saya buat Ulil, bertaubatlah kepada allah sebelum ajal menjemput anda seperti Nasir Hamid Abu Zaid.

Semoga Allah menjaga kita dari kesesatan,

Sudah seharusnya bagi kita yang mengaku sebagai seorang muslim, untuk menerima dengan tunduk apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, tanpa ada rasa berat dan penolakan sedikit pun dari dalam hati kita. Karena jika hal itu terjadi, maka itu adalah salah satu tanda adanya kesombongan yang ada dalam hati kita.

Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ» قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً، قَالَ: «إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk ke dalam surga seseorang yang di dalam hatinya ada setitik kesombongan.” Lalu ada seorang laki-laki bertanya pada beliau, “Sesungguhnya manusia itu menyukai baju yang indah dan sandal yang bagus.” Lalu beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kita taufik dan kekuatan untuk bisa melakukan segala apa yang Dia perintahkan dan menjauhi segala apa yang Dia larang. Sesungguhnya Allah Ta’ala-lah yang Maha Pemberi taufik dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanyalah milik Allah semata. Wallahu waliyyut taufiq. Allahu A’lam Bis-Shawab. (*/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...