Berita Dunia Islam Terdepan

Syaikh Dr. Al-Muhaisini: Mullah Umar pergi setelah mengajari kita makna tauhid!

214

Support Us

HAMAH (Arrahmah.com) – Seorang Mujahid sejati meninggalkan dunia ini kala tugas syiar Islam pribadinya selesai. Namun perjuangan yang diwariskannya tentu menjadi batu loncatan bagi kita sebagai generasi penerusnya untuk melangkah lebih jauh mencapai tujuan Kedaulatan Islam sesuai sunnah berjuang.

Sebagaimana yang diwariskan Almarhum Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid kepada kita, tentu jalan jihadnya perlu kita lanjutkan bersama kepemimpinan Mullah Akhtar Mansur yang baru. Mari kita teruskan perjuangan ini dengan bekal hakiki yang Mullah Umar telah ajarkankan sebelum Allah memanggilnya, yakni tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikianlah kesan yang bisa ditangkap dari Syaikh Dr. Muhammad Abdullah Al-Muhaisini terhadap Mullah Umar Mujahid yang ia sampaikan melalui risalahnya agar menjadi kebermaknaan bagi jihad kita. Berikut Arrahmah kutipkan risalah tersebut, yang diterjemahkan dan dipublikasikan Muqawamah Media pada Sabtu (1/8/2015).

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah atas segala keadaan, kita memohon perlindungan Allah dari segala kesesatan. Shalawat dan salam atas Rasulullah yang telah mengajarkan kita bahwa dienullah akan senantiasa terjaga, dan kepergian orang-orang shalih dari umat ini tidak akan membahayakannya.

Hari ini saya telah mendapatkan kabar yang tidak disangka-sangka dan tidak pernah ingin saya dengar, tetapi sungguh sunnatullah tetap berlaku, sesungguhnya setiap yang berada di bumi adalah fana dan akan binasa.
Mullah Umar telah pergi. Iya benar, dia telah pergi, akan tetapi:

Mullah Umar pergi setelah ia mengajarkan generasi umat ini tentang arti keteguhan dalam tauhid, dan setelah ia mengajarkan kita arti pengorbanan dan pendirian.

Mullah Umar pergi meninggalkan dunia setelah ia tuntas menafsirkan surat Al-Kafirun dan surat Al-Mumtahanah kepada masyarakat dunia!

Mullah Umar pergi meninggalkan dunia setelah orang-orang kafir datang dan berkata padanya: “Biarkanlah patung Budha itu dan ambillah uang ini untuk kau gunakan berperang dan berjihad!” Sebagaimana dahulu mereka juga pernah berkata kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam: “Sembahlah tuhan-tuhan kami selama satu tahun, dan tahun berikutnya kami akan menyembah Tuhanmu!”

Mullah Umar pergi setelah beliau menanamkan dalam memori umat ini bahwa sejauh manapun maslahat yang diraih jika berbenturan dengan tauhid, maka kemaslahatan itu adalah fatamorgana. Oleh karena itu beliau tidak memilih uang jutaan dollar demi membiarkan kesyirikan.

Mullah Umar pergi setelah Imperium Soviet dan NATO bersatu untuk menyerang beliau lalu beliau menjawab, “Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik tempat untuk berserah diri.” Maka hancurlah kekuatan mereka sebagaimana gagalnya api untuk membakar Nabi Ibrahim.

Mullah Umar pergi setelah beliau mengorbankan kekuasaannya hanya demi menolong seorang muslim, seakan-akan beliau mengisahkan (dengan perbuatannya) suatu kisah yang barangkali orang-orang setelah kita akan menganggapnya sebagai kisah khayalan.

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, dia tidak boleh menyerahkannya (kepada musuh) dan tidak boleh menzaliminya.”

Lalu Mullah Umar berkata, “Saya muslim, saya tidak akan menyerahkan saudaraku Usamah.” Beliau tidak membahas persoalan demi mencari maslahat sedikitpun.

Mullah Umar pergi sedangkan beliau adalah termasuk dari orang-orang yang berjumlah sedikit yang diangan-angankan oleh hatiku agar aku tidak mati hingga kedua mataku puas dan bahadia dengan melihatnya langsung. Ya Allah, kumpulkanlah kami di surga Firdaus bersamanya.

Mullah Umar pergi setelah beliau berkata dengan perkataannya yang masyhur, “Allah menjanjikan aku dengan kemenangan sementara Amerika menjanjikan aku akan kalah, maka aku akan melihat siapakah yang lebih menepati janjinya.” Sungguh Allah telah menepati janjiNya kepadamu wahai Imam, Amerika telah kalah.
Mullah Umar telah pergi seraya meninggalkan warisan yang agung dan madrasah untuk generasi umat. Engkau mengajarkan manusia bahwa tidak ada kemenangan kecuali dengan kekompakan dan persatuan barisan. Wahai kaum, adakah Mulla Umar di bumi Syam?

Mullah Umar pergi setelah beliau mengajarkan manusia bahwa apabila Siyasah Syar’iyyah disertai dengan keteguhan atas prinsip-prinsip dan pengorbanan niscaya akan memaksa musuh yang paling kuat sekalipun untuk tunduk dengan syarat-syarat kita. Beliau telah menegakkan hujjah atas manusia bahwa tidak ada jalan yang benar untuk menegakkan pemerintahan Islam sebagaimana yang diinginkan oleh Allah, kecuali dengan jihad bukan dengan Demokrasi dan Sekulerisme.

Beliau pergi dengan kepergian yang tiba-tiba, namun cukuplah bagi kita bahwa dienullah tidak akan terhenti karena hilangnya para perwira dan cukuplah bagi kita bahwa Allah telah mentarbiyah kita dengan firmanNya, “Tidaklah Muhammad melainkan seorang utusan, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang utusan, apakah jika dia wafat atau terbunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?” Q.S Ali Imran: 144.

Mullah Umar telah pergi dan cukuplah bagi kita mengetahui bahwasanya saudara-saudara beliau sepeninggal beliau akan menyempurnakan perjalanan beliau dan berjalan di atas langkah beliau. Kita berkata kepada para tentara Thaliban, “Kalian adalah mahkota diatas kepala kami, betapa inginnya kami berada di tengah-tengah kalian. Teguhlah kalian wahai tentara Allah, sungguh kalian telah melakukan keteguhan yang paling tinggi selama ini! Teguhlah kalian wahai tentara tauhid dan teruslah berjalan di belakang amir kalian Mulla Akhtar (semoga Allah menjaganya dan meluruskannya), kalian telah berjalan di atas jalan kemuliaan dengan keteguhan kalian.

Kepada Mullah Akhtar Mansur, semoga Allah mengelokkan kemuliaanmu dan kemuliaan para tentara Thaliban juga kemuliaan medan-medan jihad dan umat islam dengan kepergian sang Imam.

Hari ini sungguh mengingatkan kita kembali pada momen kepergian Syaikh Usamah…

Maka berjalanlah engkau wahai Amir dengan tegak layaknya seorang pengganti dan janganlah engkau menoleh, bawalah negeri Khurasan menuju ridha Allah, gigitlah jalan jihad dan janganlah kalian melemah ataupun bersedih, dan teruskanlah perhatian yang selama ini kalian berikan terhadap khalayak manusia, sertailah mereka dan bersemangatlah untuk mengayomi mereka ke dalam proyek kalian dan jelaskanlah aqidah kepada mereka, perangilah seluruh thaghut di muka bumi dan janganlah panjangnya perjalanan dan kesulitan ini membuat kalian surut (dari memerangi mereka-pent). Sungguh Allah telah menepati janjinya atas kalian dan telah memperlihatkan apa-apa yang kalian sukai.

Mullah Umar telah pergi… Andaikan saja Mullah Umar ada di Syam.

Medan Jihad dan Ribath
Saudara yang mencintai kalian

Dr. Abdullah Muhammad Al-Muhaisini

(adibahasan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan