Berita Dunia Islam Terdepan

Subhanallah, khutbah indah Syaikh Muhaisini bersama mujahidin di menara militer strategis Lattakia

93

Support Us

LATTAKIA (Arrahmah.com) – Dalam lanjutan operasi gabungan “Perang Al-Anfal di Pesisir”, mujahidin berhasil menguasai menara pengawas militer 45 yang sangat strategis di wilayah Jabal Turkman, propinsi pinggiran [pedesaan] Lattakia, Al-Jazeera melaporkan pada Rabu (26/3/2014).

Menara pengawas militer 45 berada di atas gunung Jabal Turkman, pinggiran Lattakia. Menara ini menaungi jalan raya nasional Lattakia – Aleppo dan sebagian besar desa di sekitar kota Kasab, pinggiran Lattakia.

“Tempat ini merupakan salah satu tempat paling penting di wilayah pesisir, pesisir Lattakia. Atas karunia Allah, tempat ini dan banyak tempat lainnya berhasil diserbu dan dikuasai mujahidin dalam ruang lingkup Operasi Gabungan “Perang Al-Anfal” yang dilakukan oleh Ahrar Asy-Syam, Harakah Syam Al-Islam, Jabhah Nushrah dan [Kataib] Anshar Asy-Syam. Mereka semua terlibat dalam pertempuran untuk membebaskan menara ini. Segala puji bagi Allah, telah berhasil diledakkan tank BMP yang dipenuhi bom dan dikendarai oleh seorang akh pelaku serangan syahid. Atas karunia Allah, operasi berjalan dengan sukses,” kata seorang komandan lapangan Jabhah Nushrah kepada wartawan Al-Jazeera.

Satu hal menarik dalam operasi gabungan pembebasan menara militer 45 ini adalah keikut sertaan Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Muhaisini hafizhullah dalam pertempuran. Beberapa hari sebelumnya beliau juga turut serta dalam pertempuran pembebasan kota Kasab, perbatasan Suriah – Lattakia. Seperti biasanya, paska pembebasan menara militer 45 mujahidin mendaulat Syaikh Al-Muhaisini untuk menyampaikan khutbah penggugah semangat jihad.

Syaikh Al-Muhaisni berkenan menyampaikan khutbah tahridh singkat. Video khutbah berdurasi 5 menit 51 detik tersebut telah dirilis oleh situs resmi Syaikh Al-Muhaisini dan situs-situs revolusi Suriah. Berikut ini terjemahan khutbah pembangkit semangat jihad yang disampaikan Syaikh Al-Muhaisini tersebut.

Khutbah Syaikh A-Muhaisini dari menara militer 45

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du.

Sesungguhnya kemenangan ini, sesungguhnya kemenangan ini, bukanlah milik satu kelompok tertentu, namun ini adalah kemenangan umat Islam. [Mujahidin memekikkan takbir]

Sesungguhnya kemenangan ini adalah kemenangan milik para tawanan Penjara [Pusat] Aleppo. Sesungguhnya kemenangan ini adalah kemenangan milik rakyat yang diblokade di Ghautah. Sesungguhnya kemenangan ini adalah kemenangan milik kaum muslimin yang tertindas di Palestina, belahan bumi timur, belahan bumi barat dan d setiap tempat.

Mujahidin melakukan penyerbuan [yang sukses] ketika mereka berlepas diri dari nama-nama, ketika mereka berlepas diri dari panji-panji, ketika mereka berlepas diri dari kewarga negaraan dan batas-batas [gerografi], mereka hanya berkumpul di bawah Laa Ilaaha Illa Allah. [Mujahidin memekikkan Laa Ilaaha Illa Allah].

Mujahidin bersatu di bawah Laa Ilaaha Illa Allah, lalu rezim ingin merangsek maju di Aleppo, maka mujahidin menimpakan kepada rezim bencana demi bencana. Mujahidin menyerbu mereka di Aleppo, lalu di Lirmoun [Aleppo], lalu di Khan Syaikhun [Idlib], lalu di penjara Dara’a, lalu di sini di Lattakia, mereka membebaskan jalur penyeberangan Kasab, lalu membebaskan kota Kasab, lalu membebaskan sebuah gunung setelah kota Kasab, akhirnya mereka sampai di sini di puncak gunung yang tinggi, menara 45 yang strategis setelah mujahidin meraih kemenangan.

Kita mendengar pembicaraan tentara rezim Nushairiyah lewat HT, “Komandan, 600 teroris berada di atas gunung.” Ya, kami katakan: “Kami adalah teroris.” [Mujahidin memekikkan takbir].

Wahai Bashar [Asad], wahai Bashar [Asad], kerabat dekatmu Hilal Asad telah tewas. Kerabat-kerabat dekatmu akan tewas, keluarga besarmu akan hancur, dan golongan [Nushairiyah]mu akan dibinasakan dengan izin Allah. Allahu akbar. [Mujahidin memekikkan takbir].

[Mujahidin memekikkan: “Pemimpin kami Nabi Muhammad, janji kami berjihad selamanya” berulang kali]

Wahai penduduk Syam, wahai penduduk Syam, peperangan ini dipimpin oleh para komandan pertempuran yang sebenarnya. Komandan peperangan Ahrar Asy-Syam cedera di sini, komandan keduanya juga cedera, komandan Jabhah Nushrah sendiri gugur, komandan Anshar Asy-Syam turut serta, komandan Syam Al-Islam Abu Ahmad Al-Maghribi dan Sariyah [kelompok] Al-Muhajir, mereka semua datang dan mendaki gunung ini [dalam pertempuran pembebasan ini].

Dengarlah wahai Nasr Syaithan [Nasrullah, pemimpin milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon, red], para komandan yang sebenarnya datang ke medan pertempuran. Kami menantangmu, kami menantangmu, untuk datang ke bumi pertempuran secara langsung, walau sekedar untuk sandiwara, walau sekedar untuk sandiwara, dengan engkau datang ke tempat yang dilindungi secara ketat dan telah dibebaskan [oleh pasukan rezim], lalu engkau mengatakan kepada publik “Aku di sini.”

Ketika kami memobilisasi umat Islam untuk berjihad, maka kami bersama mereka dalam operasi jihad secara langsung.
Kemudian kepada kalian para penuntut ilmu di dunia Islam, sudah berapa kali kami katakan kepada masyarakat:

Berangkatlah kalian berperang di jalan Allah!”

Sudah berapa kali kami katakan kepada masyarakat:

Sesungguhnya Allah telah membeli nyawa dan harta orang-orang yang beriman…

Maka kemarilah kalian, juallah nyawa kalian kepada Allah! Kemarilah kalian, agar kalian mengalami apa yang telah dialami oleh mujahidin yang tulus. Kemarilah kalian, sebab nyawa kita itu murah jika digunakan sebagai harga pembeli bagi surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Wahai penduduk Syam, wahai penduduk Syam, sesungguhnya mujahidin tidak menelantarkan kalian. Namun pihak yang menelantarkan kalian adalah orang-orang yang hidup di hotel-hotel, pihak yang menelantarkan kalian adalah apa yang dinamakan dengan Dewan Aliansi Nasional, pihak yang menelantarkan kalian adalah orang-orang yang menggelar pertemuan di hotel-hotel dan mereka mengambil uang miliaran yang mereka pergunakan untuk hidup di hotel-hotel mewah, lalu mereka mengirimkan cuilan-cuilan kecil sisanya kepada rakyat.

Adapun mujahidin yang tulus, mereka berada di gunung-gunung dan parit-parit pertahanan, mereka mendapatkan cedera dan luka di jalan Allah, dan kita semua mengetahui bahwa rezim Nushairiyah mengalami luka-luka sebagaimana kita mengalami luka-luka, namun kita mengharapkan [pahala, ridha dan surga] dari Allah yang tidak diharapkan oleh rezim Nushairiyah dari Allah.

Wahai penduduk Syam, wahai penduduk Syam, sesungguhnya harga [buah] dari darah para syuhada’ kalian adalah penerapan syariat Allah di muka bumi. Sesungguhnya demokrasi adalah kekafiran kepada Allah dan bertentangan dengan syariat Allah. Allah telah memerintahkan kita untuk menerapkan syariat-Nya. Adapun Amerika memerintahkan untuk menerapkan demokrasi. [Mujahidin memekikkan takbir]

Wahai penduduk Syam, wahai saudara-saudaraku pada brigade-brigade mujahidin, wahai seluruh brigade mujahidin, kemarilah kita untuk berjanji dan menaruh tangan kita pada senjata kita ini, kita berjanji di hadapan Allah bahwa kita tidak akan meletakkan senjata kita sampai syariat Allah diberlakukan di bumi Syam, sekalipun jika para pemimpin menolaknya. [Mujahidin memekikkan takbir]

Marilah kita berjanji setia bahwa andaikata setiap komandan brigade mengumumkan sikap ridhanya terhadap demokrasi, sekulerisme, dan undang-undang dasar kufur syirik maka kita akan menentang sikap mereka dengan senjata kita, dengan izin Allah. [Mujahidin memekikkan takbir]

Wahai penduduk Syam, inilah orang-orang Anshar [mujahidin lokal Suriah, red] di hadapan kalian dan inilah orang-orang Muhajirin [mujahidin dari luar Suriah, red] di hadapan kalian, di tempat ini mereka membebaskan lebih dari 20 kampung dan desa kaum muslimin.

Jika rezim Nushairiyah mendapatkan bala bantuan pasukan dari Rafidhah Irak dan Lebanon, maka hendaklah mereka pergi ke sini, di sini mujahidin dari Bosnia, Libya, Aljazair dan Maroko, mereka dipimpin oleh kalimat tauhid Laa Ilaaha Illa Allah. [Mujahidin memekikkan takbir]

Sesungguhnya Muhajirin dan Anshar adalah dua mata pada satu kepala, keduanya tidak akan pernah berpisah dengan izini Allah. Inilah agama Allah, inilah agama Allah, inilah agama Allah.” [Mujahidin memekikkan Labbaika ya Allah, labbaika ya Allah].

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah