Strategi perang musuh Islam dalam media massa

421

Support Us

(Arrahmah.com) – Konfrontasi antara Front  Iman dan Kafir saat ini menjadi hebat dan memanas. Tidak sedikit yang terbunuh atau terluka, banyak tanah yang diporak-porandakan. Akan tetapi peperangan tidak cukup hanya sebatas senjata api dan peluru, tank, pesawat dan senjata artileri. Mesin propaganda pada saat-saat pertempuran juga sangat sibuk bertarung pada sebuah peperangan psikologi, disetujui oleh partai-partai politik serta organisasi-organisasi yang tidak menginginkan Syari’at Allah diberlakukan. Mereka telah menyebar banyak kebohongan, penyelewengan, pembunuhan karakter bertujuan untuk menimbulkan efek terhadap opini publik (baca:masyarakat) dan menanamkan sebuah imej di dalam benak pikiran masyarakat untuk membantu mereka mencapai sasaran militer. Sasaran mereka adalah memalingkan massa dalam rangka untuk meraih tujuan mereka.

Kelompok dan organisasi tersebut menargetkan untuk memalingkan masyarakat Islam yang mendukung Mujahidin dan memisahkan darinya. Mereka mengetahuinya karena tujuan mereka ditentang oleh umat Islam, mereka harus mengubah realita yang terjadi dan menggunakan tipu daya setan untuk membuat manusia menjadi terpesona terhadap perkataan mereka.

Kebijaksanaan media dalam menyimpangkan massa terdiri atas tiga dasar.

  1. Penyimpangan media
  2. Propaganda
  3. Perang psikologi

Front non-Islam telah mengadopsi ketiga dasar diatas sebagai kebijakan media mereka dalam menjalankan penyimpangan agar masyarakat berdiri bersama mereka atau memalingkan masyarakat dari Tauhid dan Jihad.

‘Kontraterorisme global’, sebut saja begitu, sedang marak-maraknya pemberitaan baik secara lokal (regional) maupun global (internasional). Tidak lain dan tidak bukan, memerangi setiap individu umat Islam yang ingin menegakkan Islam secara global dan universal, di belahan bumi manapun mereka berada.

Dalam memerangi Islam serta kaum Muslimin, musuh Islam memerangi al-haq dengan segala cara, daya dan upaya. Media merupakan salah satu darinya.

Tidak hanya di luar negeri, startegi perang ini juga digunakan oleh beberapa media yang ada di Nusantara kita. Baik media cetak maupun televisi, tatkala memberitakan seputar “terorisme”, kandungannya akan mengarah kepada perpecahan umat Islam. Akibatnya, hilanglah dukungan Umat kepada Mujahidin.

Tulisan ini hadir guna penyadaran bagi segenap umat Islam, awam maupun ahlul ‘ilmy, setidaknya bisa menyaring sebuah pemberitaan yang miring, lebih baiknya jika kita bisa memunculkan sebuah counter-release (penyiaran balik) kepada segenap berita miring yang ada, dan merilis berita yang murni melalui media-media Islam yang berkomitmen dengan kesungguhan pada satu tujuan; menolong kesuksesan Islam dan Muslimin.

1. Distorsi (Penyelewengan Berita)

Distorsi atau penyelewengan media berarti mentransferkan informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran dan perkara yang dibuat-buat, realita atau perspektif (buram), menghilangkan kata-kata dan perkara untuk membisikkan dan bermain di dalam pikiran masyarakat.

Ini dikenal sebagai at-tahriif di dalam Al-quran. Yaitu mengeluarkan sesuatu dari langkah yang benar dan semestinya, Allah SWT berfirman,

أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ
ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS Al-Baqarah:75)

2. ‘Media Blackout’Pemadaman Media

Cara lain distorsi yang dilakukan mereka terhadap media, adalah dengan mengabaikan atau menyembunyikan informasi supaya masyarakat kesulitan memperoleh suatu informasi.

Terkadang mereka tidak mau mengakui korban, ini lah mengapa kita menemukan dalam banyak kasus dalam beberapa operasi yang dilancarkan oleh Mujahidin, dan berita tentang ini keluar dari medan pertempuran atau bahkan video-video dan bukti tentangnya, akan tetapi kita tidak dapat memperoleh berita apaupun tentangnya di mainstream media (lalu-lintas media, red) seakan-akan ia tidak pernah terjadi.

3. Meragukan kekuatan yang dimiliki para Mujahidin

Bilamana mereka memberitakan atau di paksa untuk meliput berita seputar Mujahidin, mereka selalu memberikan citra keraguan serta pengabaian kepada Mujahidin, mereka akan menggunakan kata seperti fundamentalis, keterbelakangan dalam memahami Islam, pemberontak, kelompok minoritas dll.

4. Melebih-lebihkan Kekuatan Barat dari Kenyataannya

Berita Terkait

Pada waktu yang sama juga mereka akan berusaha untuk memberikan citra bahwa kemampuan dan kekuatan mereka unggul dan tidak dapat ditembus.

Mereka akan mengulang-ulang berbicara tentang kemajuan teknologi dan persenjataan, meskipun tidak realita dan tidak efektif.

Mereka menggambarkan seakan-akan senjata mereka mampu menghancurkan segala sesuatu dari prajurit hingga pergunungan, walaupun tidak ada yang semisal itu.

Mereka impikan untuk menyebar ketakutakan di dalam hati musuh-musuh mereka.

Sebagai gambaran, mereka akan memberikan pernyataan bahwa mereka akan menggunakan taktik besar yang terkendali dan persenjataan berat untuk menyebarkan ketakutan dan memprovokasi musuh, menunggu respon balik dari musuh berikut keaneka ragamnya- ini juga membuka peluang mereka untuk memperoleh informasi dan intelijen seputar musuh mereka.

5. ‘Chinese Whispers’ (Penghasutan)

Terkadang, mereka menggunakan beberapa slentingan atau informasi dalam rangka untuk memprovokasi rasa penasaran (keingin tahuan) musuh dan menghasut mereka untuk melakukan penyelidikan dan investigasi pada sebuah kejadian yang semenjak awalnya sudah tidak valid, secara alami, rasa keingin-tahuan masyarakat justru membantu sekaligus membesar-besarkan propaganda buat mereka.

6. Pengulangan sebuah Berita

Mereka juga akan menggunakan taktik pengulangan sebuah kedustaan yang sama berualang kali, diputar kembali setiap hari hingga beberapa kali dalam sehari. Mereka akan kembali kepada kobohongan yang sama pada setiap kesempatan guna memberikan citra seakan-akan mereka telah menemukan lebih banyak bukti, atau peristiwa baru yang memperkuat kebongan mereka yang lalu dalam sebuah kasus. Akibatnya, berita-berita akan melekat di dalam benak masyarakat dan membuat mereka merasakan seakan-akan berita tersebut mengandung kebenaran.

7. Sarkasme dalam pemberitaan

Meraka akan selalu berbica topik perihal mujahidin dengan cara memojokkan dan meremehkan; memberikan julukan jelek, meremehkan kepercayaan, kemampuan serta tuntutan mereka, berusaha untuk mempermalukan dan disebarkan/ membentuk sebuah kesalahan pada karakter, kepercayaan serta julukan.

8. Tuduhan Palsu

Terkadang, musuh Islam melancarkan operasi dan bertindak kekerasan yang sangat keji. Biasanya tehadap wanita dan anak-anak serta golongan tertentu kemudian ditimpakan kesalahan pada Mujahidin, menggunakan kesempatan dalam sebuah pembentukan imej yang keliru di dalam benak masyarakat dan mendorong terjadinya sebuah perpecahan dan musuh baru yang akan menghadapi para Mujahid.

9. Rekrutmen Munafikin

Mereka gemar menyebarkan berita, komentar serta informasi dari golongan dan kelompok yang tampangnya seperti Mujahidin pada kulitnya, bahasanya, bahkan agamanya, tetapi mereka mendukung agenda pemerintahan. Penggunaan orang semacam itu, yang mendukung pemerintahan dan memiliki kedongkolan hati terhadap Mujahidin, menyebarkan perkataan mereka yang di pemerintahan, meninggikan pandangan masyarakat terhadap pemerintah dan memberikan kedudukan, merujuk dan dan memberikan reputasi serta merekrut mereka sebagai pemimpin sebuah komunitas serta memberikan citra seakan-akan masyarakat sedang berhadap-hadapan melawan Mujahidin sehingga tidak ada yang mendukung mereka kecuali sedikit.

Akibatnya, golongan dan golongan semisal akan membentuk serta menyebarkan kebohongan dengan kedok kebebasan berekspresi, justru hal ini memuluskan media untuk menyebar kedustaan atau berlepas tangan bila diperlukan untuk tampil netral dan mandiri.

10. Antara Ulama Su’ (jahat) dan yang Ikhlash

Mereka akan menggunakan metode ini dengan cara yang sangat sistematis dan terencana, terkadang dengan penyerangan secara kasar dan kejam, terkadang pula membai-buta tanpa alasan yang jelas. Di lain waktu, mereka akan berpura-pura membela Islam dan lainnya, beriringan memperkuat pertahanan dengan menggunakan idea yang menyimpang dari agama Islam. Sebuah permisalan, perkataan mereka (yang mengandung racun), “Islam bukan bukan barbar dan tidak kejam sama sekali, akan tetapi para Mujahid telah membajak Islam yang hakekatnya damai serta menolak kekejaman dan Jihad.”

11. Penggunaan Istilah-istilah Ilmiah

Mereka akan menggunakan beberapa istilah ilmiah ‘yang dipaksakan’ untuk memberikan kesan kepada masyarakat sekaligus memberikan citra bahwa mereka telah meneliti dan menemukan sesuatu yang orang awam tidak dapat memahami atau menalar, sebaliknya menunjukkan atas ketiadaan bukti atau sesuatu yang logis. (lasdipo/Izharudeen/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. "Betul, setelah…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Serangkaian roket hantam Kabul, 8 dilaporkan tewas

KABUL (Arrahmah.com) - Beberapa roket menghantam daerah pemukiman pada awal jam sibuk di ibukota Afghanistan Kabul pada Sabtu (21/11/2020), menewaskan sedikitnya delapan warga sipil dan melukai 31 lainnya, kata pejabat polisi setempat.…

Saudi akan investasikan lebih dari $ 5 miliar untuk AI

RIYADH (Arrahmah.com) - Arab Saudi berencana untuk menginvestasikan lebih dari 20 miliar riyal ($ 5,3 miliar) untuk kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030, Ketua Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan (SDAIA) Saudi Abdullah Bin Sharaf…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

SITE lansir AQIM tunjuk pemimpin baru

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Kelompok Al-Qaeda di Maghrib Islam (AQIM) telah memilih pemimpin baru untuk menggantikan Abdelmalek Droukdel, yang dilaporkan terbunuh pada bulan Juni oleh pasukan Prancis, kelompok pemantau yang berbasis di…

Armenia tunjuk menhan baru pasca gencatan senjata Nagorno-Karabakh

YEREVAN (Arrahmah.com) - Presiden Armenia menunjuk menteri pertahanan baru pada Jumat (19/11/2020) setelah meluasnya kecaman terhadap pemerintah atas gencatan senjata yang mengamankan kemajuan bagi Azerbaijan di Nagorno-Karabakh pasca…

Iklan