Solusi syar'i pemilu demokrasi

519

Support Us

(Arrahmah.com) – Sistem demokrasi bukanlah berasal dari Islam, bahkan di dalamnya banyak yang menyelisihi syariat Islam, baik secara ideologi, dasar pemikiran maupun implementasinya.

Namun terkait dengan pemilu demokrasi di negeri-negeri muslim. Menurut Sheikh Yusuf Al Qardhawi, sistem demokrasi tidak semuanya jelek, ada juga yang baik. “Substansi demokrasi tidak bertentangan dengan Islam,” kata beliau. Ia mencontohkan beberapa hal, sebagai pertimbangan untuk meyakinkan pemilih muslim.

Dalam demokrasi, kata beliau, proses pemilihan yang melibatkan banyak orang untuk mengangkat seorang kandidat yang berhak memimpin. Tentu saja, masyarakat berhak memilih calon yang mereka sukai. Begitupun Islam, menolak seseorang, bahkan menjadi imam shalat – apalagi jadi pemimpin negara, yang tidak disukai makmum di belakangnya.

Upaya setiap rakyat untuk meluruskan penguasa yang zalim, juga sejalan dengan Islam. Bahkan amar MA’RUF dan nahi Munkar serta menyampaikan nasehat pada penguasa, adalah bagian dari ajaran Islam.

Pemilihan umum, termasuk adanya saksi, juga sejalan dengan Islam. Karena itu, siapa saja yang tidak menggunakan hak pilihnya, sehingga kandidat pres/wapres yang mestinya layak dipilih menjadi kalah dan suara mayoritas jatuh kepada kandidat yang sebenar tidak layak dan tidak disukai rakyat, berarti ia telah menyalahi perintah Allah untuk memberikan kesaksian pada saat dibutuhkan.

Berita Terkait

Penetapan hukum serta pemilihan pemimpin berdasarkan suara mayoritas, juga tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Misalnya, sikap Umar bin Khathab terhadap para anggota musyawarah/ Syura. Enam orang dari mereka ditunjuk Umar sebagai kandidat Khalifah, dan sekaligus memilih salah seorang diantara mereka ditunjuk menjadi Khalifah berdasarkan suara mayoritas. Sementara mereka yang tidak terpilih harus tunduk dan patuh. Maka terpilihlah Utsman bin Affan sebagai Khalifah menggantikan Umar bin Khathab. Contoh lain, adalah penggunaan pendapat jumhur ulama dalam masalah khilafiyah. Tentu saja, suara mayoritas yang diambil, selama tidak bertentangan dengan syariat Islam secara tegas.

Juga kebebasan pers, kebebasan mengeluarkan pendapat, serta otoritas pengadilan merupakan sejumlah hal dalam sistem demokrasi yang sejalan dengan Islam.

Ada baiknya, kita memahami wejangan Syeikh Qardhawi ini dengan hati jernih, fikiran bersih, agar kita tidak mudah menyalahkan yang benar, sebaliknya membenarkan yang salah, tanpa ilmu dan tanpa argumentasi akal sehat. Wallahu a’lam bis shawab.

Jangan golput, pilih kandidat presiden dan wapres yang direkomendasikan ijtima’ ulama.

Jogjakarta, 14/4/2019.
Irfan S. Awwas

(*/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Aparat Gabungan Dikerahkan Copot Spanduk HRS di Jateng

SEMARANG (Arrahmah.com) - Aparat gabungan dikerahkan untuk menyisir baliho bergambar Habib Rizieq di seluruh wilayah Jawa Tengah. "Pencopotanya tidak hanya di daerah Solo, tetapi di seluruh jajaran Polda Jateng. Spanduk yang dicopot…

DKI Kaji Rencana Pembelajaran Tatap Muka Awal 2021

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tengah mengkaji rencana pembukaan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021. "Bidang pendidikan memang belum dibuka tapi sedang dalam proses kajian," kata Riza usai…

Erdogan dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Hubungan

ANKARA (Arrahmah.com) –Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sepakat memperbaiki hubungan bilateral dan menyelesaikan berbagai masalah lewat dialog. Kedua pemimpin itu berbicara melalui telepon menjelang…

Netanyahu janjikan kunjungan ke Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan mengunjungi Bahrain "segera" atas undangan Putra Mahkota negara Teluk Salman al-Khalifa. Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam…

MBS diduga perintahkan Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi untuk memasukkan Ikhwanul Muslimin ke…

RIYADH (Arrahmah.com) - Pernyataan salah satu badan agama terkemuka Arab Saudi baru-baru ini yang memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar teroris, disinyalir merupakan keputusan politik yang dibuat berdasarkan perintah dari Putra…

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Analis: Pertemuan rahasia "Israel"-Saudi mengirim pesan kuat kepada Biden soal Iran

RIYADH / JERUSALEM (Arrahmah.com) - Pertemuan bersejarah antara perdana menteri "Israel" dan putra mahkota Arab Saudi telah mengirimkan sinyal kuat kepada sekutu dan musuh bahwa kedua negara tetap berkomitmen kuat untuk menahan musuh…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

Meski Ada Sejumlah Bukti, Arab Saudi Bantah Pertemuan Rahasia Dengan PM "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Ahad (22/11/2020) untuk bertemu dengan…

Iklan