Serial Tarbiyah Jihadiyah: Kemulian hanya dapat di raih dengan jihad

385

Oleh: Syaikhul Mujahid Dr. Abdullah Azzam (rahimahullah)
Serial Tarbiyah Jihadiyah jilid 2

(Arrahmah.com) – Jihad adalah satu-satunya jalan yang dapat dipercaya untuk menetapkan kebenaran dan menghapus kebathilan. Dan ia merupakan satu-satunya jalan untuk memecahkan kekuatan orang-orang kafir dan menolak kekerasan dan makar (tipu daya) mereka.

Iklan

“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)”. (QS. An Nisaa : 84)

Berperang dan mengobarkan semangat untuk berperang, merupakan dua kewajiban yang satu sama lain saling berkaitan. Berperanglah, meski engkau seorang diri. Dan kobarkanlah semangat orang-orang beriman untuk berperang, mudah-mudahan Allah menolak kekerasan dan serangan orang-orang kafir terhadap kalian.

Mengapa Rusia sekarang bermaksud menarik diri dari Afghanistan? Dengan jalan perundingan dan perdamaian melalui mediator PBB. Melalui Dewan Keamanankah atau melalui pedang? Melalui pedang!

Demi Allah, meskipun seandainya Yunus Khalis[i] hafal seluruh matan Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah, mereka tidak akan mengizinkannya masuk PBB. Kalaulah bukan karena pedang, maka Yunus Khalis tidak akan menginjakkan kakinya di PBB. Sekarang ini mereka meminta kedatangannya. Sekiranya ruh dia keluar seratus kali, maka dia tidak akan dapat bertemu muka dengan Staf Kementrian Luar Negeri Amerika. Sekarang ini Reagen mengundangnya. Reagan sendiri yang mengundangnya. Siapakah diantara pemimpin kaum muslimin di dunia, atau orang Islam manakah yang berani menawarkan Islam kepada Reagan selain Yunus Khalis?!!

Seperti yang saya katakan kepada kalian : “Reagan mencoba beberapa kali untuk mengadakan tatap muka dengan Hekmatyar dengan mengirim seorang utusan pribadinya untuk menyampaikan undangan kepada Hekmatyar. Namun Hekmatyar menolaknya. Penolakan itu membuat Duta Besar Pakistan di Amerika berkata kepadanya : “Engkau gila. Enampuluh kepala negara antri dalam daftar minta bertemu dengan Reagan, sementara engkau menolak bertemu dengannya!” Hekmatyar menjawab dengan tenang : “Ya, memang benar saya menolaknya”. Setelah Reagan gagal dalam usahanya mengundang Hekmatyar melalui Kedutaan Besar Pakistan, maka dia mengirim surat khusus lewat tangan anak gadisnya.

Allahu Akbar! Betapa mulia Islam, betapa mulianya orang muslim itu. Maka datanglah Maurine Reagan dengan membawa surat bapaknya dan menyerahkan kepada Hekmatyar. Lalu Hekmatyar mengatakan : “Menyesal sekali, saya punya janji malam ini”. Lalu dia pergi dan menghabiskan waktunya bersama Muhajirin Afghan di Amerika.

Kemuliaan, Kemuliaan, Dari Mana Datangnya? Dari Dewan Keamanan Kah? Dari Surat-Surat Petisikah? Dari Parlemenkah? Bukan, Bukan, Bukan Dari Itu. Kemuliaan Itu Datang Dari Pedang.

“Aku diutus menjelang hari kiamat dengan membawa pedang, sehingga Allah disembah sendirian saja dan tidak ada lagi sekutu bagi-Nya”

Mengapa Rasulullah diutus dengan membawa pedang?

Jalan satu-satunya untuk menegakkan agama Allah, membina masyarakat muslim dan Daulah Islamiyah yang bekerja untuk kemaslahatan kaum muslimin, menetapkan jihad, menegakkan hukum had, menjaga perbatasan, dan mengirim pasukan untuk penaklukan negeri-negeri dan mengentaskan manusia,…adalah jihad. Masalahnya tidak memerlukan filosofi yang besar dan tidak membutuhkan gelar serta titel yang tinggi. Sembilan puluh persen penduduk Afghan adalah orang-orang yang buta huruf. Bangsa Turki, yang Allah memelihara agama-Nya melalui tangan bangsa in selama enam abad adalah bangsa yang ummi (buta huruf). Bangsa yang menggulingkan tahta Caesar dan singgasana Kisra adalah bangsa yang ummi.

Adalah para sahabat, ketika mereka masih di istana Kisra menemukan kapur barus putih yang sangat lembut. “Alangkah lembutnya garam ini!”, kata mereka. Lalu pada hari kemenangan itu, mereka menyembelih sembelihan. Diantaranya termasuk kambing-kambing yang ditinggalkan tentara Persia. Kemudian mereka membubuhkan garam yang lembut ke dalam kuah yang mereka masak. Ketika mereka makan, maka sama sekali tidak mengecap rasa asin. Mereka bilang : “Garam ini sangat lembut, akan tetapi tidak mengasinkan”. Ya Allah, mereka sama sekali tidak mempunyai gelar magister dalam ilmu kimia organik ataupun kimia karbon (bukannya melecehkan para ahli kimia). Mereka sama sekali tidak tahu.

Seorang Badui berhasil menawan Malikah binti ‘Abdul Masih yang kecantikannya sampai dibuat pepatah. Ketika badui tadi menangkap Malikah, dia berujar : “Selesai sudah, alhamdulillah, dunia telah menjadi milikku”.

Lalu Malikah membujuknya dan berkata : “Barangkali engkau telah mendengar tentang diriku pada waktu aku masih muda. Sekarang saya telah tua, pasti engkau tidak menginginkan diriku, demikian pula aku. Jika engkau mau, maka ambillah tebusan berapa saja yang kau mau dan tinggalkan diriku”.

Maka badui tadi berkata kepada Malikah : “Ya aku mau. Saya mau seribu, seribu dirham”.

Lalu Malikah mengeluarkan uang seribu dirham dan menyerahkannya kepada badui tadi. Sebelum pergi, Malikah bertanya : “Mengapa engkau tidak meminta lebih dari seribu dirham?”.

Badui tadi balik bertanya : “Apa ada yang lebih besar dari seribu dirham?”

Mereka-mereka itulah yang pernah menguasai dan memerintah dunia. Ya mereka!. Masalah ini tidak memerlukan filsafat atau gelar magister atau doktoral. Thalib Taujihi hanya tahu membaca Al Qur’anul Karim, kendati demikian dia mampu menghidupkan front secara utuh dengan izin Allah, ya hanya dengan Al Qur’anul Karim saja.

Ruba’i bin Amir, apa yang dimilikinya? Adakah dia memegang gelar doktor dalam ilmu ekonomi dan administrasi? Tidak! dialah yang masuk istana Rustum dengan mengendarai kuda sehingga merobekkan permadaninya. Kudanya pendek dia juga pendek. Masuk tanpa tali sandal, membawa pedang atau tombak kuno dan mengendarai kuda. Kuda itu masuk ruang istana Rustum dan menginjak permadani yang digelar diatas lantainya. Maka para pengawal Rustum berdiri untuk menangkapnya. Namun Rub’ai berkata dengan tenang : “Saya bukan diutus untuk menemui kalian, akan tetapi kalianlah yang mengirim utusan untuk mendatangkan saya. Jika kalian tak menginginkan kehadiran saya, maka saya akan kembali”. Kemudian Rustum menegur para pengawalnya : “Biarkan dia, kitalah yang memerlukannya”. Lantas Rub’ai mengikatkan kudanya ke salah satu kaki kursi kebesaran yang ada.

Sementara Rustum berada di atas singgasana emas, sedangkan orang-orang Persia duduk, Rub’ai naik dan kemudian duduk di atas kursi kebesaran yang ada. Bajunya berlubang –wallahu a’lam–, tanah dan debu mengotori singgasana emas. Lalu Rustum bertanya kepada Rub’ai : “Apa yang kalian bawa?” Maka Rub’ai menjawab dengan kata-kata masyhur : “Allah telah mengutus kami untuk mengeluarkan siapa yang Dia kehendaki dari penghambaan kepada sesama hamba menuju penghambaan kepada Allah, dan dari sempitnya dunia menuju keluasan dunia dan akhirat, dari penindasan agama-agama yang ada menuju keadilan Islam”. Ya Salam!?

Adalah seorang Syeikh di Suriah, namanya Marwan Hadid –semoga Allah merahmatinya–, meyakini akan wajibnya berjihad menentang orang-orang Nushairi[ii], dimana tokoh terpentingnya adalah Hafiz Asad. Maka dikirimlah aparat keamanan untuk menangkap laki-laki ini. Setelah mereka tiba di sebuah apartemen bertingkat dimana Syeikh Marwan Hadid tinggal pada salah satu flatnya, mereka memerintahkan seluruh penghuni apartemen untuk turun dan keluar karena di dalam apartemen ada mata-mata!” Maka Syeikh Marwan berkata : “Wahai penghuni gedung, kita ini orang-orang muslim. Hai para tentara, polisi, dan petugas keamanan! Saya memberi tempo kepada kalian seperempat jam untuk meninggalkan tempat ini atau saya akan mendahului menyerang kalian”. Sesudah lewat seperempat jam, mereka tetap tidak beranjak dari tempatnya, maka Syeikh Marwan melemparkan granat dan menembaki mereka dengan senjata yang ia miliki. Aparat keamanan tetap tak bergerak. Kemudian mereka mendatangkan helikopter, tetapi siapa yang berani masuk ke gedung itu. Maka mereka menurunkan pasukan komando di atas gedung bertingkat. Mereka bermaksud menyerbu gedung bertingkat tadi dari atas. Dari pagi hingga sore, mereka belum bisa masuk apartemen. Singkatnya setelah terluka dalam insiden tersebut, Syeikh Marwan berhasil ditangkap lalu dimasukkan dalam penjara. Kemudian sesudah itu, Syeikh Marwan Hadid disidang di depan para petinggi sekte Nushairi dengan pengadilan militer. Diantara mereka yang hadir terdapat Naji Jamil, Panglima Angkatan Udara, seorang yang mengaku pengikut Sunni dan Musthapa Thallas, Panglima Tentara.

Dengan keberanian yang menakjubkan –seperti yang diceritakan kepada kami–, Subhanallah! Saya belum pernah melihat seseorang yang beraninya melebihi dia, di depan pengadilan. Syeikh memandang ke arah Naji Jamil dan Mustapa Thallas, lalu berkata : “Hai engkau anjing Naji Jamil dan Musthapa Thallas, masih hidupkah kalian? Hai anjing, ketahuilah bahwa yang pertama kali saya pesankan kepada para pemuda adalah membunuh kalian lebih dahulu sebelum orang-orang Nushairi! Dan kalian hai para perwira! Saya berpesan kepada para pemuda supaya membunuh kalian, lima ribu perwira saja”.

Mendengar kata-kata Syeikh Marwan, Naji Jamil gemetar saking marahnya : “Keluarkan dia, dia itu orang gila. Keluarkan!”, teriak Naji Jamil.

Kemudian sampai juga kabar kepada kami bahwa Hafiz Asad sendiri pernah menemui Marwan di dalam penjara. Katanya : “Hai Marwan, kami ingin membuka lembaran baru, semoga Allah mema’afkan apa yang telah lalu. Namun dengan syarat engkau tidak mengganggu kami”.

“Bagaimana maksudnya”, tanya Marwan.

Hafiz menjawab : “Letakkan senjatamu”.

Lalu Marwan berkata : “Baik saya setuju, tapi dengan satu syarat, yakni, engkau harus membantuku untuk mendirikan Daulah Islamiyah”.

Mendengar jawabah Marwan, Hafiz membalikkan badan dan keluar.

Takut, takut kepada pedang yang dengannya Allah menegakkan tauhid.

Di Afghanistan, tepatnya di daerah Wakhon, –daerah ini kalau dilihat dalam peta Afghan bentuknya seperti ujung jari. Daerah ini memisahkan wilayah Afghan dengan wilayah China. Daerah ini adalah daerah yang paling berbahaya, maka Rusia menempatkan beberapa pos militer yang dilengkapi dengan senjata anti pesawat terbang dan lain-lainnya. Di siti ada seorang pemuda bernama Najamuddin, yang mempunyai pengikut sekitar seratus orang mujahid. Pemuda ini sering menyusahkan tentara Rusia.

Dalam suatu serangan pemuda itu berhasil menawan lima orang perwira tinggi Rusia. Maka Rusia mengirim utusan kepadanya meminta supaya jangan membunuh kelima perwira yang ditawan itu dan sebagai imbalan, mereka akan memberikan apa saja yang dikehendakinya. Akan tetapi dengan tegas Najamuddin menjawab : “Demi Allah, saya bukan pedagang. Saya tak mengerti jual beli”.

Mereka mengancam : “Jika kamu membunuh mereka, maka kami akan membakar apa saja. Baik yang hijau maupun yang kering. Dan kami juga akan membakarmu”. Ketika pesan itu sampai kepadanya, dia tengah memerintahkan untuk membunuh kelima perwira Rusia tersebut. Dia berkata: “Saya menantang kalian hai Rusia!!”

‘Izzatul Islam!!. Pemuda itu tidak akan dapat mencapai tingkatan ini jika bukan karena jihad. Dengan seratus orang mujahid dia menentang Rusia.

Lagi, seorang pemuda buta huruf dari Paghman, namanya Abdul Wahid –rahimahullah– yang akhirnya mati syahid. Paghman terletak di sepanjang pinggiran kota Kabul. Jika Rusia masuk Afghanistan memburu para Mujahiddin, sementara itu pemuda Abdul Wahid datang di Paghman, untuk memburu Rusia.

Demi Allah, ketika aku duduk bersamanya, maka saya menyadari keadaan diri saya…. Dia sangat tawadhu’ sekali. Kebanggaan Arab? Naudzu billah, dia lebih baik daripada kita dan berada di atas kepala kita. Memang dia seorang yang buta huruf, tak banyak memiliki sesuatu, namun dia memegang pedang!!!

Akhirnya, Abdul Wahid gugur sebagai syuhada. Dari kantong bajunya ditemukan sebuah surat yang terkena beberapa tetes darahnya. Surat tersebut berada di kantong bajuku, dan selama dua bulan mengeluarkan bau harum minyak wangi.

Satu-satunya jalan yang dapat dipercaya dan dapat menjamin tegaknya Daulah Islamiyah atau qa’idah shalabah, yang menjadi titik tolak kaum muslimin di seluruh dunia adalah jihad fie sabilillah. Oleh karena itu Rasulullah mengatakan : “Aku diutus menjelang Hari Kiamat dengan membawa pedang, sehingga Allah disembah sendirian saja, tiada sekutu bagi-Nya”.

Tauhid melalui jalan pedang akan cepat menyebar, sedangkan aqidah, fiqh, dan lain-lainnya, semuanya itu dapat diketahui lewat jalan jihad. Maka ketika Rasulullah SAW dan para sahabat tahu bahwa tentara Romawi berada di perbatasan Jazirah, sejauh 1000 km dari Madinah, sedang mengadakan persiapan untuk menyerang Madinah, beliau menyerang mereka sebelum diserang.

Tugas pedang adalah membuat manusia tunduk kepada agama Allah, menghilangkan berbagai rintangan yang menghalangi jalannya dakwah Islam, dan meruntuhkan segala tatanan kafir yang menghalangi antara manusia dengan agama Allah.

_________________________

[i] Salah seorang tokoh pimpinan Mujahiddin Afghan

[ii] Nushairiyah adalah salah satu sekte syi’ah yang berkembang di kawasan Suriah

 (gashibu.com/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah