Berita Dunia Islam Terdepan

Sejarah Jihad di Bosnia: Sepenggal kisah kekejian Salibis, bermain bola dengan kepala orang Muslim

390

(Arrahmah.com) – Apa yang disebut Perang Salib masih dilancarkan hingga saat ini terhadap kaum Muslimin. Sejarah perang Salib Serbia terhadap kaum Muslimin Bosnia-Hezergovina pada tahun 1992 menyisakan kenangan pedih yang tak akan pernah sembuh hingga pembalasan setimpal dilakukan terhadap para Salibis yang kini masih tertawa di atas darah-darah kaum Muslimin.

Berikut ini adalah sepenggal kisah dari Sejarah Jihad di Bosnia, sebuah pengorbanan keimanan di bawah kekejaman Perang Salib yang menunjukkan kejinya kaum kafir terhadap kaum Muslimin pada saat itu dan kini berlanjut di negara-negara kaum Muslimin setelah beranjak dari Bosnia.

Pernahkan kita berpikir adakah manusia yang bermain bola dengan kepala Manusia? Jika ada, manusia seperti apa itu? Kepala siapakah? Kepala orang Muslim!

Hal itu benar-benar nyata terjadi dalam sejarah Jihad di Bosnia. Jika sekarang ada salibis yang melakukan itu kembali, maka janganlah heran. Itulah salah satu kegilaan orang kafir.

oOo

Kekejian Pemimpin Serbia: Bermain bola dengan kepala orang Islam dan Merusak kehormatan Muslimah

Dua hari sebelum Idul Adha, kota Futsa (salah satu kota di Bosnia yang sekarang mungkin sudah tidak ada –red) berubah menjadi kawasan yang gelap gulita oleh asap pkeat, setelah dibakar milisi Serbia. Mereka menggali lubang besar, dan mengubur penduduk Futsa hidup-hidup!

Wakil perdana Menteri Bosnia-Hezergovina menyatakan bahwa orang-orang Serbia merasa sangat senang melihat ceceran darah orang Islam. Mereka telah gila. Bahkan mungkin mereka bukanlah manusia. Bagaimana mungkin manusia sanggup melihat kepala-kepala terpenggal tergeletakkan di jalanan. Bagaimana mungkin manusia tega, bahkan merasa gembira, menyaksikan rekan-rekannya bermain sepak bola dengan menggunakan kepala sesama manusia. Inilah yang dilakukan dua orang pejabat tinggi Serbia, yaitu Menteri Penerangan (Ostatis) dan seorang anggota parlemen Serbia (Maksimoyibtis). Mereka menggorok seorang Muslim, memenggal kepalanya, lalu bermain bola dengan kepala itu di jalan raya.

Wakil Perdana Menteri Bosnia-Hezergovina itu menuturkan bahwa Syaikh Sarnah, Imam Masjid di kota Futsa dipaksa untuk menyaksikan lima anaknya dibantai, sebelum ia sendiri disembelih. Kemudian Salimofatis, sahabat wakil Perdana Menteri sendiri, dicegah untuk memberikan makanan dan obat-obatan kepada ibunya yang sedang sakit, sehingga sang ibu meninggal di depan matanya, sementara di tangannya ada makanan dan obat-obatan. Bahkan ia sendiri akhirnya dibunuh. 

Pada kesempatan lain, empat orang pejabat Serbia merusak kehormatan seroang ibu dengan disaksikan oleh dua anak lelakinya, dan setelah itu mereka diterjang peluru.

Orang-orang Serbia menganggap setiap Muslim adalah orang-orang Turki yang menjajah semenanjung Balkan, sehingga mereka semua pantas diusir. Inilah keyakinan yang telah mendarah daging pada kebanyakan orang Serbia. Lewat buku-buku sejarah, mereka menanamkan keyakinan itu kepada anak-anak mereka, dan juga kepada anak-anak kita!

oOo

Mengapa Serbia membantai Kaum Muslimin?

Di sekolah-sekolah dasar di Serbia, diajarkan sebuah syair “Iklil Al Jabal”. Syair itu berbunyi:

Orang-orang islam melewati jalan setan.

Mengotori bumi dan mengisinya dengan kotoran.

Makan kembalilah kesuburan bumi.

Mari kita membersihkannya dari kotoran-kotoran ini.

Mari kita meludah di atas Al-Qur’an.

Agar terbang kepala semua yang kepada agama mereka beriman.

Anjing-anjing pengikut Muhammad.

Hingga dia pergi tanpa perlu dikasihani.

Mereka yang sekarang ini melakukan pembantaian, telah menghapal Syair itu sejak kecil. Pada masa mudanya, mereka kenyang dengan doktrin-doktrin pembantaian yang diajarkan di tempat-tempat peribadatan Serbia. Mereka telah terlanjut menganggap bahwa membunuh orang Islam adalah salah satu kewajiban dari Tuhan. Mereka katakan bahwa itu adalah salah satu tanda setia kepada orang-orang yang telah disiksa Turki-Utsmani. Padahal fakta sejarah mengatakan bahwa orang-orang Bosnia dan sebagian penduduk Serbia justru mendapat tekanan keras dari para pemimpin agama etnik Serbia sebelum Daulah Utsmani membebaskan mereka. Mereka (muslimin bosnia) sejak semula telah memeluk Islam dengan taat dan sukarela, bahkan mereka menjadi pemimpin-pemimpin perang diperbatasan sebelah utara dengan gagah berani.

Perlakuan terhadap ummat Islam Bosnia-Hezergovina tidak saja mereka terima di Serbia, tetapi Kroasia pun turut melengkapi penderitaan mereka. Ketika Kroasia merdeka dari Yugoslavia, Kroasia memberi kewarganegaraan kepada penduduk non-Muslim yang bermukim di sana, sedang penduduk Islam dianggap sebagai warga negara asing. Orang Islam dapat menjadi warga Kroasia asalkan mengaku sebagai orang Kroasia. Dan orang Kroasia yang dimaksud adalah yang seagama dengan mereka. Maka maha benar Allah yang telah berfriman:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 120)

oOo

Demikian dengkinya kaum kafirin terhadap kaum Muslimin, hingga menghasilkan tindakan-tindakan barbar yang benar-benar tak manusiawi. Sejarah membuktikan bahwa mereka lah yang senantiasa memulai peperangan dan membunuhi kaum Muslimin. Kini perang salib dan segala kekejamannya masih berlanjut di tanah-tanah kaum Muslimin. Tak ada pilihan untuk kaum Muslimin, selain MENANG atau MATI SYAHID.

Disalin dari: Buku “Jihad di Bosnia” oleh Muhammad Abdul Mun’im, terbitan Yayasan Al-Mukmin JAKTIM, tahun 1992

(siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...