Ramadan berlalu; semoga istiqomah selalu

Muslim praying in Sujud posture
172

Oleh: Yuyun Suminah

Komunitas Karimah (Kajian Remaja Muslimah) Cikampek

(Arrahmah.com) – Waktu terus berjalan berganti tahun berganti bulan. Ya. Bulan Ramadan pun berlalu berganti dengan bulan Syawal.

Momen Ramadan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim karena bulan Ramadan bulan penuh berkah, ampunan, rahmat dll. Amalan ibadah selama dibulan Ramadan kita kerjakan. Puasa menahan haus, lapar dan mengendalikan nafsu.

Waktu Ramadan, kumandang adzan magrib selalu kita tunggu-tunggu sebagai tanda tiba tuk berbuka, solat sunah tarawih berjamaah, tadarus bersama dan i’tikaf. Ya. Karena amalan itu hanya ada dibulan Ramadan.

Ramadan telah berlalu semoga ibadah-ibadah kita yang dikerjakan selama Ramadan bisa tetep istiqomah kita jalankan di bulan berikutnya. Istiqomah itu berat ketika kita tidak berniat dengan sungguh-sungguh.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah.’ Kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, ‘Janganlah kalian takut dan janganlah merasa sedih, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian. Kami adalah pelindung-pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan akhirat, di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta. Sebagai hidangan (bagi kalian) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (TQS. Fushshilat: Ayat 30-32).

Hendaknya kita berusaha istiqomah dalam ibadah. Amalan yang sedikit tetapi istiqomah itu lebih baik daripada banyak tetapi hanya sesaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala adalah amal yang paling terus-menerus dikerjakan meskipun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim).

Istiqomah yang kita jalani sebenarnya mudah karena kita berada di negara yang kondusif lingkungannya, nyaman, tanpa perlu khawatir akan apapun. Tidak seperti sodara kita yang di Palestina, mereka di awal Ramadan saja harus mengalami kesedihan karena dibombardir oleh Israel (Kumpara.com 5/05/19).

Lantas masih ada alasankah kita tuk tidak bisa istiqomah? Di bawah ini ada tiga cara agar istiqomah mudah diraih:

1. Niat

Niat menjadi hal yang pertama yang perlu diperhatikan karena berawal dari niat setiap perbuatan kita dimulai termasuk niat agar kita bisa istiqomah. Ketika niat kita baik maka akan baik pula yang kita dapatkan.

Maka awali keistiqomahan kita dengan niat yang baik semata-mata hanya ingin mendapatkan RidhoNya agar berjalan dengan lancar.

2. Memiliki Teman Dalam Kebaikan

Teman ibarat sebuah cermin dari seorang teman kita bisa menilai seseorang maka wajar Rasulullah menegaskan dalam sabdanya:

“Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah teman dekatnya.” (HR. Ahmad).

Teman itu ada dua, teman dalam kemaksiatan dan teman dalam kebaikan semua bisa mempengaruhi kita. Ketika kita berteman dengan ahli maksiat maka kita akan terbawa arusnya tapi ketika kita berteman dengan yang ahli ibadah maka kita akan terwarnai menjadi baik.

Begitu juga dengan kebaikan, kita perlu memiliki teman dalam kebaikan fungsinya tuk mengingatkan dan menasehati. Keistiqomahan kita perlu bantuan seseorang karena mereka bisa mengingatkan kita akan kebaikan.

3. Ingat akan balasanNya di Akhirat

Istiqomah itu berat maka Allah memotivasi hambanya bagi yang istiqomah dijalanNya. Allah SWT selalu memiliki cara untuk memotivasi hamba-Nya agar giat beribadah. Terkadang, motivasi itu dalam bentuk balasan di dunia yang bisa kita rasakan langsung. Akan tetapi, bisa juga balasan dari amal shalih kita Allah simpan sebagai balasan di akhirat.

Untuk tetap istiqomah dalam beramal, kita harus mempercayai bahwa setiap amal baik kita pasti memiliki balasan tersendiri sebagaimana yang Allah janjikan di berbagai ayat dan hadits-hadits Nabi-Nya.

Maka istiqomahlah dalam beribadah kepada Allah, istiqomah kita hanya sebentar sampai ajal menjemput. Ketika maut menjemput maka cukup sampai disitu keistiqomahan kita.

Semoga dengan tiga cara tersebut bisa meraih keistiqomahan kita. Wallahu alam.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.