Berita Dunia Islam Terdepan

Propaganda Keberhasilan Militer Penjajah Amerika dan Pemerintah Boneka di Afghanistan

0 5

Masyarakat umum mungkin telah mendengar keberhasilan yang diungkap oleh pemerintah boneka akhir tahun kemarin, yang dengannya mereka mencoba menipu publik supaya menanti satu tahun lagi untuk melihat perkembangan lebih lanjut. Beberapa agensi berita yang menyebut diri mereka independen juga turut menyertai kedustaan pemerintah boneka Afghan dan propagandanya dengan mengklaim bahwa pemerintah telah berhasil membunuh ribuan pejuang Taliban, telah merebut sejumlah wilayah dari mereka, telah menyelesaikan permasalahan ekonomi masyarakat, serta menyelesaikan banyak proyek pembangunan.

Pemerintah boneka menginginkan agar publik menilai antara mereka dan Taliban, dengan mengetahui apa-apa yang telah dicapai pemerintah boneka, berapa banyak proyek yang telah mereka selesaikan, berapa banyak lahan pekerjaan yang mereka ciptakan di Afghanistan. Aktivis Hak asasi manusia yang hidup di Afghanistan tahu betapa rakyat Afghan hidup dalam kesengsaraan akibat pengeboman setiap hari yang dilakukan militer penjajah, yang terus menghancurkan dan mencemari udara dan sumber air Afghanistan.

Sebelumnya, banyak pengangguran Afghan yang pergi ke Iran untuk bekerja menafkahi keluarganya, namun pemerintahan Karzai yang menerima dijadikan budak AS telah membuat hidup warga Afghan yang tinggal di Iran menjadi sangat sulit karena ribuan dari mereka diusir secara paksa.

Lihatlah apa yang telah dilakukan pemerintah boneka terhadap orang-orang ini, bagaimana kini mereka akan menafkahi keluarganya, lapangan pekerjaan apa yang telah diciptakan pemerintah bagi ribuan warga Afghan tersebut?

Komoditas ekspor dan impor utama pemerintah boneka melalui Baghram, Kandahar, Mazare Sharif dan bandara Shendand adalah CD-CD porno, film Hollywood dan film-film India, media-media yang mempromosikan kebejatan, serta mengekspor narkoba ke Eropa dan Amerika dengan menggunakan pesawat kargo Amerika dan NATO di Afghanistan.

Militer Barat membawa perlengkapan militer dan uangnya ke Afghanistan, namun meskipun telah menggunakan seluruh kemajuan teknologi militernya, mereka gagal merebut kembali distrik Musa Qala. Dan jika mereka memiliki bukti bahwa mereka telah merebut wilayah itu, yang harus mereka lakukan adalah menyebutkan nama-nama daerah di sana dan membiarkan pihak ketiga yang netral supaya mengunjungi wilayah itu agar melihat langsung siapa yang memiliki kendali sebenarnya dan siapa yang memperoleh dukungan publik.

Militer penjajah mengklaim bahwa mereka telah membunuh ribuan Taliban tahun lalu, namun apa yang tidak mereka sampaikan ke publik adalah bahwa kebanyakan korban tersebut adalah warga sipil dan bukan Taliban. Mereka yang menjadi korban adalah anak-anak yang sedang bermain di luar rumah mereka, wanita dan orang-orang tua yang sedang duduk di rumah-rumah mereka. Rumah-rumah ibadah dan acara pernikahan juga menjadi target serangan pesawat-pesawat penjajah dan serangan artileri, bukan Taliban.

Pemerintah boneka dan penjajah harus mengakui bahwa tahun 2007 adalah milik Taliban, yang tidak hanya berhasil merebut Musa Qala tapi juga lebih dari 12 distrik lain, juga membangun kewenangan publik dengan mengimplementasikan shariah Islam yang membawa kedamaian yang belum pernah terlihat di Afghanistan. Pihak penjajah sendiri merasa terkejut karena menyaksikan kedamaian yang berhasil diciptakan Taliban.

NATO, Amerika, dan pemerintah boneka harus mengakui bahwa Taliban-lah yang telah menghancurkan ribuan kerndaraan militer mereka, yang telah membunuh, melukai dan membuat cacat ribuan prajurit mereka, yang telah menghadang konvoi dan truk logistik mereka di jalanan. Keberhasilan lain Taliban adalah menangkap 23 penginjil Korea yang akhirnya memaksa penarikan pasukan Korea dan sekutu lainnya.

Sungguh sudah sangat jelas bahwa Taliban adalah kekuatan utama di Afghanistan, mereka telah membuktikannya pada dunia dengan membunuh 2160 pasukan koalisi dan 2216 polisi dan tentara nasional Afghan pada tahun 2007. NATO, Amerika dan sekutu-sekutunya harus memperhatikan keberanian Mujahidin Afghanistan sebelum terlambat.

Sumber: Imarah Islam Afghanistan

Voice of Jihad, 29 Dhu al-Hijjah 1428

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...