Berita Dunia Islam Terdepan

Pesan audio Amir ISIS Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi terkait konflik intern mujahidin di Suriah

4

(Arrahmah.com) – Sampai hari Rabu (22/1/2014) ini konflik intern antara mujahidin ISIS dan beberapa kelompok jihad lokal di Suriah telah berlangsung kurang lebih dua puluh hari. Gerombolan preman, penjahat, perampok, munafik dan agen-agen Barat menungganggi konflik intern tersebut untuk memperkeruh keadaan.

Akibatnya ratusan penduduk sipil muslim dan mujahidin gugur sia-sia, baik dari pihak ISIS, Brigade Jaisyul Islam, Jabhah Islamiyah maupun kelompok lainnya yang terlibat dalam konflik intern tersebut. Perampokan terhadap harta benda penduduk sipil dan pemerkosaan terhadap kaum muslimah, khususnya muhajirin, dilaporkan oleh sejumlah media massa lokal dan internasional.

Para ulama, amir dan komandan mujahidin di Suriah tak henti-hentinya menyerukan penghentian konflik intern yang hanya merugikan kaum muslimin tersebut. Beberapa jama’ah jihad dan brigade pejuang telah memilih sikap netral, tidak melibatkan diri dalam konflik intern dan memilih fokus dalam melaksanakan tugas ribath di wilayah tsughur.

Salah satu yang paling ditunggu-tunggu suara dan kebijakannya adalah Amir ISIS Syaikh Abu Bakar Al-Husaini Al-Baghdadi hafizhahullah. Suara dan kebijakan beliau akhirnya dirilis secara resmi oleh Yayasan Media Al-Furqan, sayap media ISIS, pada Ahad (19/1/2014) dan dipublikasikan lebih luas oleh situs-situs jihad internasional. Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah menyampaikan pesan audio berdurasi 16 menit 29 detik dan diberi judul “Allah mengetahui dan kalian tidak mengetahui”.

Dalam pesan audio tersebut beliau menyampaikan wasiatnya kepada mujahidin ISIS untuk senantiasa bertakwa kepada Allah, bersabar, menguatkan kesabaran dan menetapi ibadah ribath. Beliau juga memerintahkan kepada mereka untuk menahan diri, memaafkan dan tidak memerangi mujahidin dari brigade-brigade lain yang tidak mengarahkan senjata mereka kepada mujahidin ISIS.

Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah juga membantah sejumlah tuduhan yang dialamatkan kepada mujahidin ISIS. Di antaranya tuduhan ISIS adalah kelompok Khawarij, suka mengkafirkan kelompok lain secara gegabah, pembunuh, dan pengacau keamanan. Beliau menegaskan ISIS terpaksa melakukan peperangan melawan kelompok-kelompok jihad lainnya dan ISIS dalam posisi dizalimi dan dikhianati. Tak lupa beliau menawarkan penghentian kontak senjata dengan kelompok-kelompok jihad lainnya untuk memfokuskan diri dalam peperangan melawan Rafidhah dan Nushairiyah.

Beliau juga menyampaikan wasiat kepada penduduk Ahlus Sunnah di Irak untuk melanjutkan jihad mereka melawan rezim Syiah Irak yang menjalankan agenda rezim Syiah Iran dan Amerika. Di akhir pesan audionya, beliau menegaskan kepada Amerika bahwa konspirasi Amerika yang melancarkan perang agen di Irak dan Suriah hanya akan menemui kegagalan.

Pesan audio Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah memuat banyak nasehat dan wasiat penting bagi mujahidin ISIS dan penduduk muslim di Irak. Secara terbuka pesan tersebut telah menyerukan “gencatan senjata” dengan kelompok-kelompok jihad lainnya di Suriah yang terlibat konflik dengan ISIS. Hanyasaja pesan audio tersebut belum menjawab sejumlah persoalan mengganjal yang dianggap sebagai akar masalah konflik intern di Suriah, misalnya kesediaan ISIS untuk terlibat dalam syura dengan seluruh kelompok mujahidin lainnya, permasalahan wajibnya bai’at kepada ISIS dan kezaliman ISIS terhadap sejumlah anggota kelompok jihad lainnya semisal Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah dan Jabhah Nushrah.

Mengingat pentingnya pesan audio Amir Mujahidin ISIS Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah  tersebut, arrahmah.com menerjemahkannya untuk para pembaca.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

Daulah Islam Irak dan Syam

Yayasan Media Al-Furqan

 

mempersembahkan

pesan audio

Amirul Mukminin Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah

 

وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Allah mengetahui dan kalian tidak mengetahui”

 

Segala puji bagi Allah semata, kami memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya dan meminta ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah niscaya tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah niscaya tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwasanya tiada Ilah Yang berhak diibadahi selain Allah, Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Shalawat dan salam senantiasa Allah limpahkan kepadanya, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du.

Sesungguhnya di antara sunah Allah dan hikmah-Nya adalah barisan-barisan kaum beriman dan mujahidin bercampur baur dengan selain mereka dan dengan kaum munafik. Allah tidak akan membiarkan barisan muslim bercampur baur dengan orang-orang munafik tersebut dan para pengklaim yang menutupi dirinya dengan penampilan Islam dan bersembunyi di balik klaim iman. Maka Allah memperjalankan di tengah manusia sunnah fitnah dan ujian. Allah Ta’ala berfirman:

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّى يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ

“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang mukmin seperti keadaan kalian sekarang ini, sehingga Dia memisahkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin).” (QS. Ali Imran [3]: 179)

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka benar-benar Allah akan mengetahui [membuktikan] siapakah orang-orang yang jujur dan akan mengetahui siapakah orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut [29]: 3)

Maka barisan harus disaring sehingga orang-orang yang buruk keluar dari barisan tersebut, dan barisan harus ditekan sehingga batu bata-batu bata yang lemah akan berguguran, serta barisan harus diterangi dengan cahaya sehingga para infiltran dan isi hati akan tersingkap.

Demikianlah, dan pertarungan antara kebenaran dan kebatilan tidak akan pernah berhenti, sunnah pertarungan antara keduanya akan terus berlaku. Jika sunnah tersebut berhenti niscaya biara-biara (tempat ibadah Yahudi), rumah-rumah ibadah (Nasrani), dan masjid-masjid yang di dalamnya disebutkan nama Allah akan runtuh dan bumi akan rusak. Perlawanan dan pertarungan akan terus berlanjut; fitnah, ujian dan seleksi akan senantiasa terjadi. Namun kemenangan pada akhirnya adalah bagi orang-orang yang bertakwa, keberuntungan dan kesuksesan adalah untuk orang-orang yang beriman, tulus dan sabar.

Bagi seorang mujahid di jalan Allah, ujian-ujian hanya akan menambah kemurnian dan kesucian dirinya, peristiwa-peristiwa sulit hanya akan menambah tekad baja dan keteguhan dirinya.

Maka bersabarlah kalian wahai mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam, kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah berjaga-jaga [di tsughur], janganlah kalian melemah oleh orang dekat yang menelantarkan dan musuh-musuh yang berkomplot memusuhi kalian. Janganlah serangan massif terhadap Daulah Islam Irak dan Syam membuat kalian gentar, karena sesungguhnya Allah menolong tentara-Nya dan membela orang-orang yang beriman. Janganlah sekali-kali kalian dibuat takut oleh besarnya kebohongan, tuduhan dusta, konspirasi dan persekongkolan musuh-musuh Islam terhadap kalian. Karena sesungguhnya Allah mengetahui siapa yang berbuat kerusakan dan siapa yang membuat perbaikan, siapa yang mujahid dan siapa yang hanya mengklaim saja, siapa yang jujur dan siapa yang dusta, siapa yang tulus dan siapa yang munafik. Ketahuilah oleh kalian bahwasanya ujian yang menimpa kalian di Syam, insya Allah, hanyalah kebaikan yang banyak bagi kalian. Ujian tersebut hanya akan bertahan sesaat dan kemudian berbalik menjadi karunia yang agung, dengan izin Allah.

Wahai para putra Daulah di Syam

Sesungguhnya Allah mengetahui, kemudian kalian mengetahui, bahwasanya Daulah (Islam Irak dan Syam, ISIS) telah mengerahkan segenap kemampuannya untuk menghentikan peperangan ini yang sebelumnya dilancarkan oleh brigade-brigade pejuang terhadap Daulah.

Allah mengetahui, kemudian kalian mengetahui bahwasanya kami tidak menginginkan peperangan ini, kami tidak berusaha untuk melancarkan peperangan ini, dan kami tidak merancang peperangan ini. Sebab lahiriah peperangan ini dan apa yang bisa kami pahami darinya bahwasanya pihak yang meraih keuntungan terbesar dari peperangan ini adalah orang-orang Nushairiyah dan Rafidhah.

Kami telah dipaksa untuk melakukan peperangan ini. Selama beberapa hari kami bertahan untuk menolak peperangan ini dan berusaha untuk menghentikannya, meskipun terjadi pengkhianatan yang terang-terangan terhadap kami dan serangan yang jelas-jelas kepada kami. Sampai orang-orang yang tertipu itu menyangka bahwa Daulah adalah santapan empuk dan mereka mampu menghancurkannya, mereka membebek di belakang kebohongan dan kepalsuan-kepalsuan berita media massa. Maka kami tidak memiliki pilihan selain menerjuni peperangan ini secara terpaksa. Hasbunallah wa ni’mal wakiil.

Jika engkau telah mengetahui hal ini, wahai para putra Daulah, maka berserah dirila kalian kepada Allah, berlepas dirilah kalian dari daya upaya dan kekuatan kalian kepada daya upaya Allah dan kekuatan-Nya. Bertakwalah kalian kepada Allah karena sesungguhnya kemenangan itu akan berada di tangan kalian jika kalian bertakwa kepada-Nya. Janganlah kalian berbuat zalim dan janganlah kalian berbuat khianat.

Kami mewasiatkan kepada kalian agar kalian menahan diri dari orang yang menahan dirinya [tidak memerangi kalian] dan ia menjauhkan senjatanya dari wajah [hadapan] kalian dari kalangan brigade-brigade yang memerangi kalian, betapa pun besarnya kejahatan dan dosanya. Menangkanlah sikap memaafkan dan mengampuni, agar kalian bisa memfokuskan diri untuk memerangi musuh durjana yang mengintai-intai seluruh Ahlus Sunnah.

Jika kalian telah mengerahkan segenap kemampuan kalian untuk menghentikan peperangan ini dan memfokuskan dir untuk memerangi Nushairiyah dan Rafidhah, kemudian kalian tidak mampu dan kalian telah menyampaikan udzur kalian di sisi Allah; maka berserah dirilah kalian kepada Allah dan memintalah pertolongan kepada-Nya, sebab Dialah yang akan mencukupi kalian. Terjunilah peperangan ini, sebab dengan daya upaya Allah, kalian berhak melakukan peperangan ini dan hendaklah kalian yakin bahwa peperangan ini adalah kebaikan bagi kalian, hal itu pasti, sebab peperangan ini adalah bagian dari pengaturan Allah Ta’ala:

وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Allah mengetahui dan kalian tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah [2]: 216)

Jauhilah oleh kalian perbuatan zalim, jauhilah oleh kalian perbuatan zalim, barangsiapa telah berbuat zalim dan bertindak aniaya kepada orang lain maka hendaklah ia segera mengembalikan hak-hak orang yang dianiaya tersebut dan hendaklah ia segera bertaubat. Sebab sesungguhnya kami mengembalikan setiap hak yang dizalimi (dirampas) yang sampai beritanya kepada kami dan kami berlepas diri kepada Allah dari setiap kezaliman yang dilakukan oleh anggota-anggota Daulah (Islam Irak dan Syam, ISIS) dan kami memerintahkan kepada setiap tentara untuk mengembalikan setiap hak yang dirampas yang sampai kepadanya.

Semoga Allah tidak memberkahi seorang mujahid yang mengetahui hak yang dirampas namun ia tidak mau mengembalikan hak tersebut jika ia mampu atau mujahid yang tidak berusaha untuk meniadakan kezaliman tersebut. Perbanyaklah bertaubat dan beristighfar serta ucapan Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Inilah seruan yang kami tujukan kepada setiap mujahid yang berjihad di jalan Allah dalam brigade-brigade dan jama’ah-jama’ah di bumi Syam, baik komandan maupun tentara, saya mengingatkan mereka:

Bahwa peperangan ini adalah peperangan seluruh umat Islam dan target yang dijadikan sasaran adalah seluruh mujahidin. Daulah Islam Irak dan Syam hanyalah pintu untuk menargetkan kalian, jika Daulah berhasil dipatahkan [oleh musuh] niscaya lebih mudah bagi musuh kami dan musuh kalian untuk menghancurkan kelompok-kelompok mujahidin lainnya. Maka jangan sampai datang kepada kalian suatu hari dimana kalian menggigit jari penyesalan.

Kami katakan kepada brigade-brigade yang tergelincir kakinya sehingga memerangi kami (Daulah Islam Irak dan Syam) atau terlibat bersama orang yang memerangi Daulah…evaluasilah kembali pertimbangan-pertimbangan kalian, bertaubatlah kepada Rabb kalian.

Sungguh kalian telah menghukum kami secara mengejutkan dan kalian menikam kami dari belakang, di saat seluruh tentara kami berada di fornt-front dan ribath, kecuali sedikit saja. Kemudian kalian pada hari ini melihat sebagian keperkasaan kami dan kalian melihat perbedaan antara kemarin dan hari ini. Kemarin sebelum kalian memerangi kami, kalian bisa berjalan-jalan dengan aman dan tidur dengan nyaman. Kemudian hari ini kalian berada dalam ketakutan dan kengerian, kalian berjaga-jaga dan begadang.

Inilah Daulah Islam mengulurkan tangannya kepada kalian, agar kalian menghentikan serangan kalian kepada Daulah sehingga Daulah pun menghentikan serangannya kepada kalian, agar kita bisa memfokuskan diri untuk memerangi Nushairiyah dan Rafidhah. Namun jika kalian tidak menerima (uluran gencatan senjata ini), maka ketahuilah bahwasanya Daulah memiliki tentara-tentara yang tidak pernah membiarkan kezaliman, mereka adalah orang-orang terlatih yang telah dikenal oleh orang yang dekat maupun orang yang jauh.

Adapun kalian wahai penduduk kami di Syam

Cukuplah kalian memiliki Allah, cukuplah kalian memiliki Allah.

Semua pihak memperjual-belikan kalian. Semua pihak merobek-robek daging kalian. Mereka berlomba-lomba untuk meraih kekuasaan di atas pundak-pundak kalian, bahkan di atas cerai-beraian tulang-tulang kalian. Cukuplah Allah sebagai pelindung kalian, cukuplah Allah sebagai pelindung kalian.

Orang-orang Nushairiyah menumpahkan darah kalian, menodai kehormatan kalian dan merobohkan rumah kalian atas nama perang melawan teroris dan demi melindungi kalian.

Orang-orang Yahudi dan salibis melakukan konspirasi terhadap Islam, membuat makar terhadap mujahidin, memerangi mujahidin, dan mereka berpura-pura menangisi kalian, namun mereka memperdagangkan darah kalian dan persoalan kalian.

Para thaghut rezim negara-negara kaum muslimin membeli orang-orang bejat, memobilisasi antek-antek dan membuat-buat para pengikut dengan mengatas namakan pemberian bantuan kemanusiaan kepada kalian.

Para perampok, pencuri dan pembegal merampas harta benda kalian dan barang kepemilikan kalian dan menghisap darah kalian dengan mengatas namakan kalian dan klaim menolong, membela serta melindungi kalian. Maka cukuplah Allah sebagai pelindung kalian, wahai penduduk Syam, dan ucapan selamat kami sampaikan kepadda kalian jika kalian bersabar. Sesungguhnya Allah telah menjamin kalian.

Adapun kami tidaklah memiliki pilihan selain mengatakan kepada kalian “darah dibalas dengan darah…kehancuran dibalas dengan kehancuran”, sesungguhnya kami berperang hanyalah di jalan Allah, mencari ridha Allah dan selama di jalan Allah kami tidak takut celaan orang yang mencela. Sungguh kami telah bangkit untuk menolong kalian sejak bencana semakin keras menimpa kalian. Kami tidak menyimpan usaha apapun untuk menolong kalian, dan insya Allah kami tidak akan pernah menyimpannya, serta kami akan senantiasa mengerahkan apa yang kami mampu insya Allah.

Maka janganlah kalian dipengaruhi oleh media massa yang menipu dan sekali-kali kalian tidak akan mendapati kami, insya Allah, kecuali sebagai orang yang paling menyayangi kalian dan paling kerass terhadap musuh-musuh kalian. Inilah hakekat kami.

Cukuplah bagi kami bahwasanya Allah mengetahui hakekat kami.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui sesungguhnya kami telah berusaha dengan seluruh ketulusan dan keikhlasan untuk melindungi kaum muslimin, membela kehormatan mereka dan menjaga darah mereka. Namun siang dan malam kami justru dituduh mengkafirkan penduduk kami di Syam na’udzu billah [kami berlindung kepada Allah dari hal itu], dan kami menghalalkan darah mereka, sekali-kali tidak demi Allah.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui sesungguhnya kami antusias atas keamanan dan keselamatan penduduk kami di Syam dan sesungguhnya kamilah satu-satunya yang secara terang-terangan mengemban beban memerangi gerombolan-gerombolan perampok dan memburu para perampok serta para pembunuh. Namun siang dan malam kami justru dituduh sebagai para pembunuh penduduk kami di Syam dan pemilik kuburan-kuburan massal (pelaku pembantaian massal, edt] terhadap mereka. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui sesungguhnya kami tidaklah memasuki sebuah desa, atau kampung atau jalan raya melainkan kaum muslimin di sana merasakan keamanan atas harta, nyawa dan kehormatan mereka; sementara para pencuri, perampok dan kriminal lari ketakutan. Namun siang dan malam kami justru dituduh sebagai menakut-nakuti kaum muslimin dan menghalalkan kehormatan mereka.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui sesungguhnya kami telah berbicara dengan manusia dan  kami membuka kedua tangan kami bagi semua jama’ah. Kemudian kami dituduh bahwa kami tidak melihat kecuali diri kami sendiri, kami tidak mengakui mujahid selain [kelompok] kami dan kami mengurangi amal-amal perbuatan mereka. Mustahil, sama sekali tidak begitu.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui sesungguhnya kami tidak mengklaim ma’shum [terjaga dari kesalahan] satu hari pun, atau kami sengaja melakukan kesalahan, atau kami terus-menerus melakukan kesalahan sebagaimana yang dituduhkan kepada kami.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui sesungguhnya kami tidaklah meninggalkan keluarga kami dan negeri kami dan kami membawa nyawa kami di telapak tangan kami yang kami curahkan secara murah di jalan Allah, kecuali untuk menerapkan syariat Allah. Kemudian siang dan malam kami dituduh sebagai thaghut-thaghut dimana kami tidak berhukum kepada syariat Allah. Nau’duz billah.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui sesungguhnya kami adalah orang-orang yang paling keras terhadap orang-orang Rafidhah dan Nushairiyah, dan mereka sendiri telah mengetahui hal itu.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui sesungguhnya pada malam dimana kami dikhianati dan kami ditikam dari belakang punggung kami, pada saat itu kami memiliki pasukan di wilayah Khair dibawah komando Syaikh Umar Asy-Syisyani, yang bertekad tidak akan kembali sampai berhasil membebaskan seluruh wilayah tersebut. Ia telah membuat perencanaan untuk hal itu dan ia telah melangkah untuk melaksanakannya; kami memiliki kekuatan di Aleppo yang bergerak maju ke front barat dalam rencana untuk membebaskan seluruh Aleppo, kami memiliki kekuatan serupa yang dikerahkan untuk menyerbu Kueres dari front timur, kami memiliki kekuatan lainnya yang bersiap-siap untuk menyerbu pangkalan militer Hanano, dan kami memiliki kesatuan-kesatuan pasukan yang telah disiapkan untuk menyerang Nushairiyah secara serentak di dalam desa-desa yang berada dalam kekuasaan Nushairiyah.

Allah juga mengetahui bahwa kami memiliki kekuatan yang telah dimobilisasi dan disiapkan di propinsi Idlib, menunggu-nunggu keringnya tanah [saat ini musim dingin dan hujan salju, edt] untuk menyerang sebelas posko militer Nushairiyah dalam satu hari dan membebaskan kota Wadi Dhaif, dan kami memiliki satu kekuatan lainnya yang bersiap-siap di propinsi Hamah untuk melancarkan serangan terhadap Nushairiyah.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui semua hal ini, kemudian tentara-tentara kami mengetahuinya dan bahwa semua ini dihentikan dalam satu malam pengkhianatan terhadap kami. Kemudian kami dituduh sebagai antek-antek Nushairiyah dan Rafidhah. Hasbunallah wa ni’mal wakiil. Hasbunallah wa ni’mal wakiil. Maha Suci Allah:

لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ

Sesungguhnya Allah, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya di bumi dan tidak pula di langit. (QS. Ali Imran [3]: 5)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ

Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan, dimana pada saat ituseorang pendusta dianggap jujur dan orang jujur dianggap pendusta, seorang pengkhianat dianggap amanah dan orang yang amanah dianggap pengkhianat.” (HR. Ibnu Majah no. 4026, Ahmad no. 7899 dan Al-Hakim no. 8571dari Abu Hurairah. Hadits ini memiliki penguat dari jalur Anas bin Malik dan Auf bin Malik, lihat: Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1887 dan 2253)

Adapun kepada penduduk Ahlus Sunnah di Irak, kami mengatakan:

Wahai penduduk kami, inilah kini kalian melihat orang-orang Rafidhah sesuai hakekat mereka dan akhirnya kalian telah memanggul senjata untuk melawan mereka. Ini adalah kesempatan kalian, maka janganlah kalian menyia-nyiakannya. Jika tidak, niscaya setelah ini kalian tidak lagi memiliki kalimat [kekuatan dan kemuliaan, edt].

Kemudian, sesungguhnya peperangan kalian melawan orang-orang Rafidhah adalah peperangan Akidah dan hal ini pun telah ditegaskan oleh orang Shafawi yang pendengki yaitu [Perdana Menteri rezim Syiah Irak, edt] Nouri [Al-Maliki, edt]. Ia tanpa rasa malu telah mengumumkan: “Sesungguhnya peperangan kami melawan mujahidin adalah peperangan suci dan sesungguhnya peperangan kami melawan Ahlus Sunnah adalah peperangan antara kekafiran dan keimanan.” Nouri telah berkata jujur, meskipun ia sejatinya adalah pembohong besar.

Maka berkumpullah kalian di sekitar putra-putra kalian, mujahidin, dan umumkanlah peperangan kalian tulus karena Allah semata, sebab kalian pada hari ini telah menjadi benteng bagi Ahlus Sunnah melawan orang-orang Rafidhah maka jangan sampai Ahlus Sunnah diserang oleh orang-orang Rafidhah dari arah kalian.

Wahai putra-putra Daulah di Irak

Wahai orang-orang yang dibersihkan, dimurnikan dan dijadikan mengkilap oleh musibah-musibah berat…

Alangkah indahnya, kalian lebih tangguh dari gunung-gunung, syubhat-syubhat tidak mempan atas diri kalian dan tuduhan-tuduhan tidak kuasa atas diri kalian. Jadilah kalian ujung tombak dalam memerangi orang-orang Shafawi, tetaplah berada di bagian depan barisan, hadanglah serangan Rafidhah ini, bergeraklah untuk menyerang ke Baghdad dan wilayah selatan, agar kalian membakar orang-orang Rafidhah di kampung halaman mereka. Janganlah kalian menyerahkan keluarga dan suku-suku kalian. Ketahuilah sesungguhnya pandangan Ahlus Sunnah di setiap tempat tertuju kepada kalian dan sesungguhnya saudara-saudara kalian di Syam menunggu-nunggu berita kalian. Semoga Allah memberkati kalian…

Terakhir…

Ini adalah pesan yang kami tujukan kepada Amerika

Hendaklah engkau mengetahui, wahai pelindung salib, sesungguhnya perang agen tidaklah akan memberimu manfaat di Syam sebagaimana ia tidak akan memberimu manfaat di Irak. Dalam waktu dekat engkau akan berhadap-hadapan secara langsung [melawan mujahidin] dalam keadaan hina, dengan izin Allah dan sesungguhnya putra-putra Islam telah menyiapkan diri mereka untuk hari ini:

فَتَرَبَّصُواْ إِنَّا مَعَكُمْ مُّتَرَبّصُونَ

Maka tunggulah oleh kalian, sesungguhnya kami juga menunggu-nunggu bersama kalian.(QS. At-Taubah [9]: 52)

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ 

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami keliru. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan kasih sayangilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami melawan kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah [2]: 286)

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...