Berita Dunia Islam Terdepan

Pernyataan resmi ISIS tentang perkembangan situasi di kota A’zaz

2

ALEPPO (Arrahmah.com) – Departemen Informasi mujahidin ISIS kembali memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan situasi di kota A’zaz, provinsi Aleppo yang berbatasan dengan wilayah Turki. Mujahidin ISIS beberapa waktu sebelumnya terlibat bentrokan bersenjata dengan Brigade Ashifatu asy-Syimal FSA.

Bentrokan bersenjata yang menjadi sebab terusirnya Brigade Ashifatu asy-Syimal FSA dari kota A’zaz tersebut diblow up media massa secara dusta untuk menjatuhkan ISIS. Media massa tidak sedikit pun meliput kejahatan-kejahatan Brigade Ashifatu asy-Syimal FSA terhadap kaum muslimin di A’zaz dan persekongkolan jahat Brigade tersebut dengan milisi sosialis Partai Buruh Kurdistan loyalis rezim Nushairiyah Suriah, Par.

Penjelasan tentang perkembangan peristiwa di kota A’zaz dan pertempuran dengan Brigade Asyifatu asy-Syimal

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita, Muhammad, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du.

Allah Ta’ala telah melimpahkan nikmat kepada mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam dan memudahkan bagi mereka untuk menguasai pangkalan terakhir kelompok kriminal yang dinamakan “Brigade Ashifatu asy-Syimal” di kota A’zaz dan pinggiran A’zaz.

Atas karunia Allah semata, mujahidin Daulah berhasil mengusir mereka, membersihkan setiap titik pemeriksaan, posko militer, kamp dan kantor tempat mereka bermarkas selama masa waktu yang telah lewat. Tidak memberi mereka manfaat sedikit pun persekutuan mereka dengan para kriminil murtad milisi Partai PKK, rezim Nushairiyah dan dinas intelijen Barat yang memprovokasi mereka untuk memerangi mujahidin.

Perkara penting yang hendak kami sampaikan di sini adalah bahwasanya Daulah Islam tidak menyerang para kriminal tersebut kecuali setelah kejahatan mereka semakin merajalela, kezaliman mereka melewati, mereka mencederai nyawa dan kehormatan kaum muslimin, mereka mencuri makanan pokok kaum muslimin; dan mereka secara praktek telah mulai melaksanakan kesepakatan mereka dengan Amerika dan sekutu-sekutunya untuk memerangi mujahidin, memata-matai mujahidin, mencari-cari markas mujahidin dan membunuhi komandan mujahidin.

Hal ini yang telah terbukti menurut penelitian Daulah Islam sejak beberapa waktu, dan masyarakat melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri sejak para kriminal itu memerangi Daulah dan membunuh dua tentara Daulah di kota A’zaz demi membela seorang mata-mata Barat yang najis.

Kemudian terbukti bagi semua pihak bahwa para kriminal itu menjalin koalisi dengan orang-orang murtad milisi Partai PKK dan rezim kriminal Bashar Asad dalam memerangi Daulah Islam. Bahkan para kriminal itu tidak ragu-ragu untuk mengebom pasar kota A’zaz, lalu membombardir desa-desa dan menyerang lintasan penyeberangan dengan rudal dan mortar setelah mereka terdesak dan kehilangan kendali pengaruh di kota A’zaz.

Maka Allah menyingkirkan kejahatan mereka dan mengembalikan makar mereka sehingga menimpa tengkuk mereka sendiri dan mereka merasakan akibat kejahatan mereka sendiri. Allah menolong mujahidin atas kaum kriminal tersebut pada hari-hari yang penuh berkah di bulan Dzulhijah ini, setelah pihak-pihak (AS dan Barat) yang mendorong para kriminal itu untuk memerangi mujahidin berlepas diri dan menelantarkan mereka. Maka Allah mencerai beraikan mereka, mematahkan kekuatan mereka dan nasib mereka berkesudahan dalam suasana yang menggembirakan hati kaum muslimin.

Allah Ta’ala berfirman:

Tidakkah engkau melihat kepada orang-orang munafik, mereka mengatakan kepada saudara-saudara mereka dari kalangan orang-orang kafir Ahlu Kitab: ‘Jika kalian diusir, niscaya kami akan keluar bersama kalian dan sekali-kali kami tidak akan menaati siapa pun demi kalian dan jika kalian diperangi, niscaya kami benar-benar akan menolong kalian”. Allah bersaksi bahwasanya orang-orang munafik itu adalah para pembohong.”

“Jika  orang-orang kafir itu diusir, niscaya orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka dan jika orang-orang kafir itu diperangi, niscaya orang-orang munafik itu tidak akan menolong mereka. Jika pun mereka menolong orang-orang munafik tersebut, niscaya mereka akan membalikkan punggung mereka (melarikan diri dari kancah peperangan) kemudian mereka tidak akan ditolong.” (QS. Al-Hasyr [59]: 11-12)

Maka di sini penting sekali bagi kami untuk menjelaskan kepada kesatuan-kesatuan mujahidin lainnya seperti Liwa’ Tauhid dan kesatuan bersenjata lainnya bahwa Daulah Islam telah mengumumkan kebijakannya dengan sangat jelas dalam fase ini, yaitu bahwa Daulah Islam tidak akan pernah memulai serangan terhadap seorang pun selama Daulah tidak diserang. Bahkan mujahidin adalah orang yang paling antusias menjaga agar usaha kita tidak tercerai beraikan dan teralihkan dalam peperangan-peperangan sampingan yang manfaatnya hanya akan dipetik oleh musuh yang senantiasa di belakang garis perbatasan (AS dan sekutunya) dan rezim kriminal Nushairiyah yang masih terus merusak agama dan dunia kaum muslimin serta menimpakan bermacam-macam siksaan kepada kaum muslimin.

Kami mengingatkan kepada komandan-komandan kesatuan-kesatuan mujahidin ini baik dari FSA maupun selainnya agar tidak terseret kepada rencana yang disusun oleh musuh-musuh Islam yang melakukan makar siang dan malam dan senantiasa bekerja untuk menciptakan perpecahan di antara kesatua-kesatuan ini dan Daulah Islam.

Daulah Islam, atas karunia Allah semata, antusias untuk menyelesaikan konflik dan persoalan seberapapun besarnya persoalan tersebut, dan Daulah telah membuka semua pintu untuk melakukan dialog secara langsung, jauh dari media-media massa keji yang sejak dulu hingga saat ini senantiasa meniupkan api kekacauan dan secara massif memperalat persoalan apapun untuk mencitrakan secara buruk mujahidin, menakut-nakuti masyarakat dari mujahidin, memprovokasi masyarakat untuk memusuhi mujahidin dan mengadu domba sebagian mujahidin dengan sebagian mujahidin lainnya.

Kami juga menasehatkan kepada orang-orang yang suaranya didengar di tengah masyarakat, yaitu para ulama, penuntut ilmu (mahasiswa, santri), penulis, jurnalis dan lain-lain untuk bertakwa kepada Allah dalam membicarakan persoalan mujahidin dan umat Islam. Hendaknya mereka menjadi penutu-penutup bagi pintu kejahatan dan hendaklah mereka berada dalam posisi yang seorang mukmin senang jika Allah melihatnya dalam posisi tersebut. Hendaklah mereka melakukan klarifikasi sebelum mereka memberikan pernyataan, sebab musibah berita-berita berada pada para pembawa berita tersebut. Betapa banyak kalimat yang diucapkan begitu saja dan dianggap sepele oleh pembicaranya namun berakibat pertumpahan darah kaum muslimin.

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang yang fasik dengan membawa sebuah berita yang besar, maka lakukanlah pengecekan kebenaran berita tersebut. Jangan sampai kalian menimpakan sebuah bencana kepada sebuah kaum tertentu (akibat kecerobohan kalian menerima berita) disebabkan ketidak tahuan kalian, sehingga kalian menyesal atas apa yang kalian lakukan tersebut.” (QS. Al-Hujurat [49]: 6)

 

Allahu akbar

Kemuliaan hanyalah milik Allah, rasul-Nya dan kaum beriman akan tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya

 

Departemen Informasi

Daulah Islam Irak dan Syam

(muhibalmajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...