Berita Dunia Islam Terdepan

Pernyataan Jubir Jabhah Nushrah menyikapi serangan aliansi salibis AS – Arab

4

(Arrahmah.com) – Yayasan Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media mujahidin Jabhah Nushrah, pada hari Sabtu, 3 Dzulhijah 1435 H bertepatan dengan 27 September 2014 M merilis video Juru Bicara Jabhah Nushrah, Syaikh Abu Faras As-Suri hafizhahullah. Video tersebut berdurasi 9 menit 30 detik dan diberi judul “Dari realita: Komentar atas bombardir salibis terhadap sebagian markas Jabhah Nushrah dan rumah-rumah kaum muslimin di negeri Syam“.

Video tersebut dirilis sebagai respon atas invasi militer aliansi salibis Amerika – Arab terhadap kaum muslimin dan mujahidin di Suriah. Penjajah salibis Amerika Serikat dan lima boneka Arabnya telah membombardir kaum muslimin dan mujahidin di Suriah sejak Senin (22/9/2014) malam. Serangan militer biadab tersebut pada hari pertama telah menghancurkan lima markas Jabhah Nushrah, membunuh belasan mujahidin Jabhah Nushrah dan puluhan penduduk sipil muslim di propinsi Aleppo, Idlib, dan Raqqah.

Dalam video tersebut, Syaikh Abu Faras As-Suri menyatakan bahwa agresi militer aliansi salibis Amerika – Arab tersebut adalah perkara yang sudah bisa diperkirakan sebelumnya, sebagai bagian dari resiko jihad di jalan Allah. Beliau menegaskan bahwa dengan izin dan taufik Allah semata, kemudian dengan dukungan penduduk muslim Suriah, mujahidin Jabhah Nushrah akan mampu menghadapi agresi militer tersebut dan melanjutkan perjalanan jihad sampai cita-cita pembebasan negeri Syam dan penegakan syariat Allah di bumi Syam terealisasikan. Berikut ini adalah terjemahan dari video Syaikh Abu Faras As-Suri tersebut.

Yayasan Al-Manarah Al-Baidha’

Dzulhijah 1435 H / September 2014 M

mempersembahkan

Dari realita: Komentar atas bombardir salibis terhadap sebagian markas Jabhah Nushrah dan rumah-rumah kaum muslimin di negeri Syam

Juru bicara Jabhah Nushrah

Syaikh Abu Faras As-Suri hafizhahullah

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada pemimpin seluruh rasul, keluarganya dan seluruh sahabatnya yang mulia. Amma ba’du.

Poros kejahatan yang direpresentasikan oleh aliansi zionis – Kristen Protestan pada hari ini dibawah pimpinan negara pelindung sapi telah melakukan serangan militer terhadap negeri Syam yang mulia. Serangan militer tersebut menyebabkan sejumlah anggota Jabhah Nushrah syahid —semoga Allah menerima mereka—, demikian pula telah syahid dalam serangan militer ini sejumlah wanita, anak-anak dan orang tua renta.

Serangan militer alinasi zionis- Kristen Protestan ini sekali-kali tidak akan mematahkan lengan Jabhah Nushrah, tidak pula mematahkan lengan mujahidin di Syam. Kami telah memperkirakan cara serangan seperti ini dan kami telah memperkirakan akibat-akibatnya. Kami tidaklah bangkit berjihad kecuali untuk meninggikan kalimat Allah dan mencari kematian syahid di jalan Allah. Maka serangan-serangan seperti ini sekali-kali tidak akan menghentikan perjalanan jihad kami dan sekali-kali tidak akan menunda perjalanan jihad kami. Serangan seperti ini adalah perkara yang sudah bisa diperkirakan dalam jihad. Bukankah jihad itu tidak lain adalah terbunuh? Bukankah jihad itu tidak lain adalah kematian di jalan Allah?

Kami tidak peduli dengan hal ini. Namun hal yang baru dalam serangan udara ini adalah bahwa beberapa negara budak perempuan dan budak laki-laki [yaitu Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab dan Yordania, edt] telah turut serta dalam melakukan serangan ini.

Sebagian negara ini [Bahrain, edt] tidak mampu membubarkan sebuah demonstrasi di negaranya sendiri sehingga terpaksa harus meminta bantuan negara-negara tetangga [Arab Saudi, edt] sampai bisa membubarkan demonstrasi.

Namun kini negara tersebut berlagak seperti burung elang pemangsa dan singa yang ganas, berjalan dalam rombongan para budak laki-laki, bahkan boleh dikata rombongan budak perempuan, untuk membuat senang majikan-majikan kafirnya [Amerika Serikat dan Barat, edt]. Sungguh ini adalah aib di dunia dan akhirat bagi negara tersebut.

Negara-negara budak ini ketakutan saat melihat para ksatria Jabhah Nushrah dalam mimpi mereka, sebab seandainya negara-negara budak ini melihat para ksatria Jabhah Nushrah dalam mimpi niscaya akan memperkeruh kehidupan mereka. Negara-negara budak ini berlagak seperti singa yang buas dengan adanya dukungan orang lain [Amerika dan Barat serta PBB, edt]. Jelas hal itu bukanlah sifat para lelaki sejati.

Adapun Amerika dan alinasi zionis – Kristen Protestan, maka melakukan serangan militer pengecut seperti ini bukan hal yang aneh dan bukan hal yang asing lagi dari diri mereka. Kami telah memperkirakan kemungkinan yang lebih banyak dari serangan semacam ini. Kami telah menyiapkan diri kami untuk menghadapi alinasi ini. Janganlah aliansi zionis – Kristen Protestan ini menyangka diri mereka memiliki kekuatan dan jangan pula menyangka diri mereka memiliki kemampuan untuk mencegah jihad atau menghentikan perjalanan jihad. Sesungguhnya kami dengan izin dan taufik Allah, kemudian dengan dukungan penduduk Syam kepada kami, akan mampu untuk melanjutkan jihad ini.

Sesungguhnya serangan militer kriminal yang biadab ini tidak ditujukan kepada Jabhah Nushrah saja. Sesungguhnya serangan militer kriminal yang biadab ini ditujukan kepada seluruh penduduk Syam yang berjuang melawan thaghut, mereka bangkit untuk berjihad di jalan Allah dan menyingkirkan kezaliman dari pundak mereka. Mereka memperkirakan akan mendapatkan dukungan dari bangsa-bangsa Islam. Dukungan bangsa-bangsa Islam terhadap mujahidin Syam tidak kurang, namun rezim-rezim zhalim sekaligus rezim-rezim budak berdiri dalam barisan thaghut, berdiri dalam barisan kezaliman, berdiri dalam barisan kekafiran.

Sesungguhnya berdirinya rezim-rezim budak tersebut dalam barisan kekafiran ini akan ada dampak-dampaknya. Pihak yang pertama kali mengetahui dampak-dampaknya adalah para rezim budak itu sendiri. Kami sangat yakin bahwa bangsa-bangsa Islam sekali-kali tidak akan diam saja atas kezaliman ini. Bangsa-bangsa Islam sekali-kali tidak akan bungkam dan tidak akan mendiamkan begitu saja tindakan rezim-rezim budak perempuan ini. Bangsa-bangsa Islam tersebut akan bangkit membalas demi kemuliaan mereka, agama mereka, dan darah kaum muslimin.

Negara-negara ini telah melakukan kejahatan keji yang akan menjadikannya dalam daftar target serangan kekuatan-kekuatan mujahidin di seluruh dunia. Sesungguhnya kami, dengan izin Allah, mampu untuk bertahan dengan tegar dalam menghadapi kesewenng-senangan rezim [Nushairiyah]. Kami mampu, dengan izin Allah, untuk melanjutkan perjalanan jihad kami dan membuka jalan kami sampai kami merealisasikan tujuan jihad kami, yaitu meninggikan kalimat Allah di negeri Syam dan menegakkan hukum Allah di muka bumi.

Kami sangat yakin dengan pertolongah Allah. Dan setelah pertolongan Allah, kami sepenuhnya yakin bahwa penduduk Syam akan berdiri bersama Jabhah Nushrah seperti yang selama ini selalu kami temui dari diri mereka. Penduduk Syam akan menyertai kami dalam perjalanan kami yang panjang, sampai kami merealisasikan Daulah Islam dan panjinya berkibar tinggi di seluruh penjuru wilayah negeri Syam dan di seluruh penjuru negeri-negeri Islam.

Seperti yang telah saya katakan, sekali-kali tidak akan menghentikan kami dari jalan kami da sekali-kali tidak akan mematahkan lengan kami serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika dan negara-negara budak pengikutnya. Kami akan terus melangkah dengan izin Allah untuk melanjutkan jalan kami, jalan kemerdekaan, jalan meninggikan panji Laa Ilaaha Illa Allah dan meninggikan kalimat-Nya.

Di sini saya hendak menyampaikan ucapan bela sungkawa dan duka cita kepada seluruh keluarga syuhada’. Saya berharap dan saya berdoa kepada Allah, semoga Allah menerima para syuhada’ dan mengaruniakan kepada keluarga mereka kesabaran dan ketabahan.

Saya berhadap kepada rakyat kami, penduduk Syam, Syam yang diberkahi dan Syam yang berjihad, agar mereka melanjutkan perjalanan ini, janganlah serangan militer Amerika dan negara-negara budaknya ini mempengaruhi dan menunda pekerjaan mereka. Sebab kita saat ini berada dalam peperangan yang panjang. Peperangan ini sekali-kali tidak akan berakhir dalam beberapa bulan, dalam setahun, bahkan dalam beberapa tahun. Kita berada dalam peperangan yang barangkali akan berlangsung selama beberapa dekade.

Ini adalah sunatullah. Sunatullah menggariskan adanya pertarungan antara Islam dan kekafiran. Peperangan ini tidak ditujukan terhadap Jabhah Nushrah. Namun peperangan ini sebenarnya ditujukan kepada Islam. Allah Ta’ala telah berfirman kepada kita:

إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُواْ لَكُمْ عَدُوّاً مُّبِينًا

Sesungguhnya orang-orang kafir adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. An-Nisa’ [4]: 101)

Apa yang bisa ditunggu-tunggu oleh seseorang dari musuhnya? Apa yang bisa ditunggu-tunggu oleh seorang muslim dari orang kafir? Bukankah tidak ada yang bisa ia tunggu selain peperangan? Kami akan menghadapi peperangan melawan kekafiran tersebut, insya Allah.

Kami sepenuhnya yakin kepada ridha Allah dan bahwa kami berada di atas jalan yang benar. Sebagaimana kami yakin bahwa penduduk Syam akan bersama kami dan mereka sekali-kali tidak akan meninggalkan kami sendirian dalam menghadapi thaghut-thaghut dan menghadapi aliansi kemurtadan serta negara-negara budak perempuan.

Allah adalah pelindung kami. Adapun mereka [thaghut-thaghut, aliansi kemurtadan dan negara-negara budak Barat, edt] tidak memiliki pelindung.

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.

 

Jabhah Nushrah

Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...