Berita Dunia Islam Terdepan

Pemimpin kita

Aksi dama bela Islam, 4 November 2016
15

(Arrahmah.com) – Pemimpin kita

Pelawak kau undang ke istana

Kau hormati dengan menjamu mereka

Kau nikmati kata-kata mereka

Sampai kau tertawa-tawa

Nasrani pembakar masjid di Tolikara

Sengaja kau undang ke istana

Kau perhatikan mereka

Kau turuti apa yang mereka kata

Para ulama, habaib & jutaan umat Islam denganmu ingin bertatap muka

Tapi kau sengaja meninggalkan istana

Kau tak sudi berjumpa & menyapa

Menurutmu siapa yang mulia di antara mereka bertiga?

Para ulama, habaib & umatnya salah apa?

Hingga kau sambut dengan tembakan peluru karet & gas air mata

Sepeda motor-sepeda motor polisi meraung-raung memutari & menabrak mereka

Hanya takbir & sholawat “perlawanan” mereka

Banyak dari mereka yg pingsan & terluka

Tak ketinggalan juga para ulama

Bahkan melayang satu jiwa

Hati siapa yang tak terluka?

Darimu tak ada satupun kata

Bantuan & sumbangan juga tiada

Sebagai tanda bela sungkawa

Tapi kau malah sibuk mencari kambing hitamnya

Para ulama itu di sisi Allah mulia

Karena mereka orang-orang yang bertaqwa

Mestinya kau beradab kepada mereka

Mestinya kau muliakan mereka

Dengan mereka mestinya kau menyatukan hati & satu kata

Tuk ikut membela Al-Qur’an & agama

Sebagai bukti cinta

Serta menyelamatkan bangsa & negara

Jika kau tak lakukan itu semua

Maka inilah akibatnya

Bangsa & negara ini bisa binasa

Itu sesuai dengan peringatan dari Nabi kita

Kau sendiri pun mungkin bisa jatuh dari tahta

Tapi yang pasti Allah membuatmu terhina

Itulah adzab yg Allah timpakan di dunia

Lebih pedih lagi adzab kelak di akhirat sana

Sekarang bukan waktunya menyalahkan siapa-siapa

Sekarang masih ada masa

Bertindaklah segera!

Tangkap & hukum si penista agama!

 

Dari warga negara biasa

Yang mencintai agama, bangsa & negara

Mustofa

[email protected]

(*/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...