Nilai Pancasila Dimusnahkan Tanpa Sisa Oleh Sekularisme

342

Support Us

Oleh : Siti Aisah, S. Pd

(Arrahmah.com) – Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif merespons pernyataan Presiden Joko Widodo yang minta agar tak ada kelompok yang merasa paling agamis dan Pancasilais. Ia menyatakan bahwa : “Bagi seorang muslim yang iman kuat pasti akan mengedepankan agama di atas segalanya.

Yang harus diperhatikan serius oleh Jokowi itu justru yang ingin merubah Pancasila dengan Trisila atau Ekasila tapi merasa paling Pancasilais,”.

Ia pun menambahkan bahwa demokrasi tidak boleh bertabrakan dengan nilai agama. Jangan mengatasnamakan demokrasi untuk membuang nilai agama dari ketatanegaraan yang ada itu tak beda dengan komunis.

Dalam kesempatan yang berbeda, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, demokrasi di Indonesia adalah menjamin kebebasan dan menghargai hak orang lain. Jokowi tidak ingin ada orang yang merasa paling agamis dan Pancasilais.

“Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri,” ujar Jokowi dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/8).
(https://news.detik.com/berita/d-5134202/pa-212-respons-pidato-jokowi-soal-jangan-ada-merasa-paling-agamis-pancasilais)

Pancasila masih menjadi kambing hitam demokrasi. Atas nama kebebasan yang telah dijamin oleh demokrasi. Agama dijadikan hanya sebagai pemanis pancasila. Padahal nyatanya demokrasi menjauhkan jarak antara agama dari pancasila.

Ya, sekularisme telah memusnahkan nilai pancasila yang sebenarnya.

Sistem demokrasi saat ini menjadikan kekuasaan sebagai ladang mencari sesuap nasi. Hal ini dikarenakan pada dasarnya demokrasi telah berselingkuh dengan korporasi (pengusaha).

Mengatasnamakan nilai pancasila sila keempat yang mengamanahkan kekuasaan sebagai wakil rakyat, sementara rakyatnya sendiri tidak pernah merasa terwakili dan tuntutannya acap kali dianggap anjing menggonggong kafilah berlalu.

Politik transaksional yang telah menjadi budaya dalam sistem demokrasi, menjadikan nilai-nilai pancasila hilang seperti ditelan bumi. Demi membalas jasa para penyumbang dana pemilu. Para wakil rakyat lebih mengutamakan suara korporasi. Sebab, pada dasarnya para kapitalislah yang sebenarnya sedang mereka wakili.

Tak hanya itu nilai pancasila sila pertama yang mengandung makna agar rakyat Indonesia menjadi warga yang beriman dan bertaqwa serta hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya Tuhan Yang Maha Esa. Namun pada nyatanya menjadikan agama Esa (baca: Islam) ini sebagai monster yang dianggap sebagai penghambat kemajuan bangsa. Bagaimana tidak ajaran Islam dikriminalisasi, dan diedit sedemikian rupa agar bisa sesuai dengan pesanan sang korporasi.

Selanjutnya nilai dari sila kedua pancasila yang mengandung makna bahwasanya nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mesti diterapkan. Namun pada faktanya negeri ini menerapkan liberalisasi yang dasarnya mengagungkan kebebasan.

Diantaranya adalah kebebasan berekspresi yang menjadi dalih pornografi berbungkus Hak Asasi Manusia (HAM) agar diterima dimasyarakat. Diapik dengan cantik, konsep menutup aurat pun (baca: Pemakaian Cadar) dianggap ciri dari teroris yang notabene dicap sebagai manusia yang tidak adil dan beradab.

Berita Terkait

Sila ketiga mengamanahkan persatuan Indonesia. Namun, rakyat indonesia mudah sekali diadu domba, hingga bercerai berai dan sulit untuk kembali disatukan. Ajaran Islam tentang khilafah yang akan mempersatukan bangsa, seperti bersatunya kaum aus dan khajraz atau kaum Muhajirin dan ansor yang bersatu dalam naungan Islam di Madinah. Namun ternyata, khilafah dianggap sebagai perusak nilai pancasila.

Sila terakhir, yaitu Sila kelima mengandung arti bahwa pemerintah wajib memberikan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, ketidakadilan dan kezoliman ala politik transaksional yang terjadi dinegeri ini telah jelas meniadakan nilai-nilai luhur pancasila.

Saat ini pancasila seperti dosa investasi bagi bangsa ini karena telah dititipkan kepada ideologi kufur Kapitalisme – Komunisme. Keduanya telah nyata mengkhianati Pancasila. Kapitalisme sekuler nyata bertentangan dengan Pancasila karena mengandung paham deisme.

Paham deisme ini muncul dan populer pada abad pertengahan setelah masa kegelapan dan di masa awal abad pencerahan (enlightment). Paham ini mempercayai bahwa Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan kuasanya. Namun, Tuhan tidak ikut campur dalam kehidupan manusia karena Tuhan hanya sebatas menciptakan kehidupan, sedangkan kehidupan manusia itu sendiri mutlak merupakan kehendak manusia yang berdiri sendiri, (wikipedia.com).

Inilah yang disebut sebagai sekularisme. Padahal dalam nilai-nilai pancasila sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari peran para ulama dan umat Islam saat itu. Para pahlawan yang berada digaris terdepan memerdekakan negeri ini berjuang atas nama Islam. Sebab saat itu pancasila belum terbentuk. Islam adalah agama sempurna yang ada sejak berabad-abad sebelum NKRI bersatu dari sabang sampai Merauke.

Corak dasar sekulerisme adalah pemisahan antara agama dan kehidupan, mengabaikan peran hukum Allah sebagai sumber perundang-undangan. Agama hanya diletakkan sebagai urusan private. Jelas ideologi sekulerisme bertentangan dengan sila satu pancasila. Sementara ideologi komunisme ateis yang meniadakan eksistensi Tuhan otomatis bertentangan dengan Pancasila.

Perlu dipahami para pahlawan terdahulu seperti Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Patimura, Imam Bonjol, Hasyim Asyari berjuang melawan penjajah atas nama keimanan kepada Allah, bukan karena Pancasila. Apalagi semua penjajah seperti Belanda dan Portugis adalah kaum kafir, bukan dari kalangan muslim.

Hal ini karena Islam tidak mengenal Kolonialisme yang selalu di lakukan para penjajah kafir dalam penaklukan wilayah. Islam hanya mengenal kata Jihad yang berarti mengajak kepada aturan Islam. Jika tidak mau maka konsekuensinya adalah membayar jizyah (baca: pajak bagi non muslim yang mampu).

Sementara ideologi Islam, selain mengakui adanya Allah, juga mengakui hukum-hukum Allah sebagai sumber aturan kehidupan bagi seluruh umat manusia. Islam menjamin terwujudnya seluruh nilai kebajikan dan kemuliaan bagi seluruh manusia hal ini disebabkan Allah adalah Sang Pemilik dan Sang Pencipta. Maka selayaknya hanya Allah SWT yang membuat hukum dan aturan untuk kebaikan seluruh makhlukNya.

Maka tidak ada jalan lain hanya dengan menitipkan Pancasila kepada Islam dan membuang jauh ideologi kufur kapitalisme sekuler liberal dan komunisme-materialisme-ateis. Dengan Islam maka akan lahir masyarakat yang beriman dan bertaqwa dengan munculnya peradaban mulia yang membawa rahmat dan berkah bagi segenap kehidupan manusia. Islam sudah sempurna. Tak perlu ditambah-tambahi sistem yang lain.

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya [QS Al A’raf : 96].

Jadi Pancasila itu mau ikut yang mana? Tetap ikut ke kapitalisme-komunisme atau ikut Allah & RasulNya?

Wallahu ‘alam biashawab

*) Member Akademi Menulis Kreatif Jabar

(*/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Tangan kanan Netanyahu tak tahu-menahu soal Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Menteri kabinet "Israel" Tzachi Hanegbi mengatakan pada hari Sabtu (28/11/2020) dia "tidak tahu" siapa yang berada di balik pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran di Teheran. “Saya tidak tahu siapa yang…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

FPI: Habib Rizieq Diizinkan Pulang Dari RS Ummi Bogor Karena Sehat Wal Afiat

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar SH, membantah hoax yang beredar bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) kabur dari RS Ummi Bogor, Jawa Barat. "Berita dan informasi itu muncul dari pihak-pihak dan…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

400 kuburan Muslim Tuo ditemukan di Spanyol

TAUSTE (Arrahmah.com) – Pekerja jalan di kasawan Kota Tauste, timur laut Spanyol secara tak terduga menemukan kuburan Islam yang diperkirakan digunakan pada abad ke-8 hingga abad 11 Masehi. Lebih dari 400 kuburan ditemukan di situs…

Analis: Pertemuan rahasia "Israel"-Saudi mengirim pesan kuat kepada Biden soal Iran

RIYADH / JERUSALEM (Arrahmah.com) - Pertemuan bersejarah antara perdana menteri "Israel" dan putra mahkota Arab Saudi telah mengirimkan sinyal kuat kepada sekutu dan musuh bahwa kedua negara tetap berkomitmen kuat untuk menahan musuh…

Pasukan Turki menarik diri dari kota strategis di Suriah barat laut

ALEPPO (Arrahmah.com) - Dalam 72 jam terakhir, Angkatan Bersenjata Turki mulai menarik pasukan mereka dari dua wilayah penting di barat laut Suriah. Menurut laporan baru dari provinsi Aleppo, Angkatan Bersenjata Turki telah mulai menarik…

SITE lansir AQIM tunjuk pemimpin baru

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Kelompok Al-Qaeda di Maghrib Islam (AQIM) telah memilih pemimpin baru untuk menggantikan Abdelmalek Droukdel, yang dilaporkan terbunuh pada bulan Juni oleh pasukan Prancis, kelompok pemantau yang berbasis di…

Iklan