Menyambut Ramadan Bersama Ananda

153

Oleh : Laila Thamrin

(Praktisi Pendidikan)

(Arrahmah.com) – Ramadan di depan mata. Tinggal selangkah lagi. Sudah siapkah anak-anak kita beribadah bersama di bulan yang mulia ini?

Tiap keluarga pasti punya cara yang berbeda dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Apalagi jika keluarga ini sudah punya anak-anak yang siap diajak beribadah bersama. Dari anak usia dini hingga pra-baligh perlu tips dan trik jitu untuk mengajak mereka menikmati hari-hari bahagia menjalani bulan suci Ramadan. Terutama belajar berpuasa dan menjalankan sunnah-sunnah lainnya di bulan ini.

Nah, ini ada beberapa tips untuk para Ayah dan Bunda supaya bisa menyiapkan ananda berpuasa:

  1. Berikan pemahaman Aqidah.

Jelaskan pada anak tentang kewajiban puasa. Bahwa Allah Swt sebagai Al Khalik kita memerintahkan berbagai macam kewajiban, termasuk puasa. Di dalam Alquran  Allah berfirman :

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah : 183)

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, telah diwajibkan atas kalian berpuasa, dibukakan pintu-pintu Surga, ditutup pintu-pintu Neraka. Didalam bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya sungguh ia rugi.” (HR. Nasai, Lafadz Hammad bin Zaid)

Sampaikan pula kepada anak bahwa perintah Allah ini wajib dikerjakan. Dan Allah akan memberikan ganjaran pahala bagi yang mengerjakannya. Selain itu Allah telah menyiapkan satu pintu khusus di surga bagi orang-orang yang melaksanakan puasa.

Dari Sahl bin Sa’ad, Rasulullah Saw bersabda :

“Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Memberikan gambaran keistimewaan Ramadan dan motivasi meraih pahala

Sering-seringlah disoundkan pada anak tentang keistimewaan bulan Ramadan. Seperti pahala yang berlimpah ketika melakukan kebaikan. Jadi motivasi anak supaya rajin berbuat baik. Membantu orangtua membereskan rumah, menyapu, menjaga adik. Senang bersedekah, berbagi kue-kue dengan teman, berbagi takjil bersama ayah bunda. Atau sekedar senyum manis selalu pada semua orang. Semua akan diganjar pahala berlimpah.

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda : “Allah Azza wa Jalla berfirman : “Setiap amal anak Adam adalah baginya kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk –Ku, Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai, jika kalian sedang berpuasa janganlah berkata kotor atau menghardik. Apabila seseorang mengumpat atau memusuhinya, katakan : “Aku sedang berpuasa.” Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari pada minyak wangi, bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, ketika berbuka puasa ia bergembira dan ketika bertemu Rabbnya ia gembira dengan pahala puasanya.” ( HR. Bukhari Muslim )

Apalagi kalau rajin mengaji, menghafal Alquran, dan rajin berdoa, tentu pahala pun kian deras membanjiri. Namun, tetap harus diingatkan agar salat wajib lima waktu harus senantiasa dilaksanakan. Ditambah lagi berlatih salat sunnat tarawih.  Sehingga Allah pasti akan menambahkan terus pahala buat anak-anak sholih ini.

Rasulullah Saw bersabda, “Setiap amal yang dilakukan anak Adam akan dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang memberi ganjarannya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makannya demi Aku semata.” (HR. Muslim)

  1. Menceritakan kisah-kisah sahabat sebagai teladan dan penyemangat

Ceritakanlah pada anak bagaimana semangat para sahabat Rasulullah Saw dulu ketika menyambut Ramadan. Bahkan ketika perintah berjihad pun datang di bulan Ramadan mereka tak pernah menghentikan puasanya. Padahal mereka pergi berjihad sebagian besar hanya berjalan kaki.

Meskipun ada pasukan yang menaiki kuda dan unta, tapi tetap pasukan yang berjalan kaki jauh lebih banyak. Yang dilewati pun jalannya tak mulus. Padang pasir yang gersang dan tandus, panas, kering. Kadang harus menaiki gunung-gunung batu. Namun mereka tak mengeluh meski sedang puasa.

Bahkan kemenangan demi kemenangan sering diraih oleh pasukan kaum muslimin di bulan Ramadan. Seperti di perang Badar, kaum muslimin yang hanya berjumlah 300 orang dan sedang berpuasa ternyata mampu mengalahkan 1000 orang pasukan kafir Quraisy saat itu.

  1. Ceritakan juga tentang nikmatnya berbuka puasa

Ini bagian yang paling urgen juga. Karena kenikmatan berbuka hanya dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa. Sedangkan bagi yang tak puasa tentu kenikmatan ini tak bisa dirasakannya.

Jadi bagi siapa yang berpuasa sehari penuh, nikmatnya sungguh luar biasa. Tak hanya nikmatnya bisa makan dan minum lagi. Tapi nikmat sesungguhnya adalah bahagia karena mampu sehari itu melatih kesabaran dan melawan hawa nafsu. Hingga terbayanglah dipelupuk mata “keranjang pahala” mulai terisi penuh.

Dalam hadis qudsi Allah Swt berfirman yang artinya :

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (Muttafaq ‘alaihi)

  1. Motivasi untuk ikut kegiatan Ramadhan di sekolah atau di masjid

Buat anak-anak yang sudah sekolah, biasanya ada program sekolah selama Ramadan. Nah, ini kesempatan besar orangtua menjadi motivator. Agar anak-anak bersemangat hadir dan ikut dalam kegiatan itu. Misalnya pesantren Ramadhan di sekolah.

Atau juga kegiatan-kegiatan Ramadan yang dilaksanakan di masjid-masjid sekitar tempat tinggal kita. Dorong mereka untuk ikut di dalamnya. Agar Ramadan mereka diisi dengan kegiatan bermanfaat yang mendatangkan pahala.

Biasanya kegiatannya pasti seputar kajian sirah Rasulullah Saw, sirah sahabat, belajar mengaji Alquran dan menghafalkannya, bahkan sampai ada program i’tikaf bersama. Maka jika anak-anak mengikutinya dengan baik, pasti pahala didapatkan dengan mudah. InsyaAllah, jika motivasi ini diberikan anak-anak akan bersemangat untuk hadir.

  1. Berikan reward/hadiah

Nah, ini yang biasanya paling ditunggu anak-anak. Karena anak-anak paling senang jika mendapatkan hadiah. Tentu tak salah dalam mengajari mereka taat syariat hadiah kita berikan. Mengajarkan mereka puasa pun tak mengapa diiming-imingi hadiah. Semisal : boneka, mobil-mobilan, buku bacaan, tas baru, jilbab baru, atau apapun sesuai kesepakatan dan sesuai “kantong” orang tuanya.

Pemberian reward hanya sebagai motivasi awal, agar mereka bersemangat untuk menjalankan puasa. Seiring bertambahnya usia, anak-anak harus dipastikan telah memahami kewajiban puasa itu. Dan reward utamanya hanya dari Allah Swt semata. Sehingga ke depannya mereka berpuasa bukan karena hadiah-hadiah lagi. Namun, mereka memang menyadari bahwa itu sebuah kewajiban yang harus dijalankan. Jika tidak melaksanakan, mereka pun paham akan dosa yang akan didapatkan.

Semoga tips di atas bisa membantu mengajak anak-anak berpuasa bersama di bulan yang mulia ini. Serta melatih mereka menjadi anak-anak yang bertakwa.

Wallahu a’lam bish shawwab.[]

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.