Menteri Agama Kok Anti Agama

1.502

Support Us

Oleh: Ustadz Irfan S. Awwas
Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

(Arrahmah.com) – Logika berfikir Menteri Agama Fahrul Razi, seperti orang tidak beragama. Ia menganggap keshalihan sebagai ancaman terhadap Negara Pancasila, dan masjid sebagai gerbang masuk radikalisme. Anggapan tersebut bukan berdasarkan data dan fakta, melainkan berdasarkan stigma.

Lalu Menteri Agama, yang bukan ahli agama ini, berhalusinasi. Dalam acara webinar bertajuk: “Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparat Sipil Negara” yang disiarkan di kanal YouTube Kemenpanrb mengatakan, salah satu strategi kaum radikalisme masuk yaitu melalui seorang anak yang berpenampilan menarik atau good looking.

“Cara masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arab bagus, hafiz Qur’an, mulai masuk, ikut-ikut jadi imam, lama-lama orang-orang situ bersimpati, diangkat jadi pengurus masjid,” kata Fachrul Razi.

Mengapa Fahrul Razi merasa risau dan negative thinking terhadap pemuda Islam yang shalih, hafidz Qur’an, dan berpenampilan simpatik alias good looking? Mungkinkah atas dasar stigma dan halusinasi ini, Kemenag hendak melakukan sertifikasi Da’i dan pembersihan ustadz radikal di masjid-masjid BUMN?

Sayangnya sang Menag bersikap ambivalen. Menag Fahrul Razi tidak risau dan tidak malu dengan banyaknya orang-orang yang berprilaku bejat serta merajalelanya dekadensi moral, prostitusi, narkoba yang melanda generasi muda Indonesia.

Belum lama ini aparat kepolisian menemukan sejumlah 56 orang melakukan pesta homoseks di sebuah hotel di Jakarta. Menurut Menpan RB, Tjahjo Kumolo, ada tren baru dikalangan ASN, yaitu kebiasaan melakukan poliandri, satu istri dua suami atau lebih.

Apakah Menag Fahrul Razi tidak menganggap penting membersihkan prilaku bejat dan menjijikkan di kalangan ASN ini?

Ironisnya, Menag Fahrul Razi, juga tidak merasa risau adanya ancaman radikalisme anggota DPR, yang ingin mengganti dasar negara Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila, melalui RUU HIP. Padahal rencana jahat ini nyata dan jauh lebih berbahaya dibandingkan stigma good looking.

Kita jadi bertanya-tanya, Menteri agama ini beragama apa? Mengapa dia membenci prilaku beragama yang Islami dengan menudingnya penyebar radikalisme?

Berita Terkait

Benarlah nubuwah Rasulullah Saw tentang mereka yang menyia-nyiakan amanah.

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللّٰهِ قَالَ إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ. (رواه البخاري، ٦٠١٥)

Artinya: Dari Abu Hurairah radhilayyahu ‘anhu mengatakan, Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya: “Bagaimana maksud amanat disia-siakan?” Nabi ﷺ menjawab: “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR. Bukhari No. 6015)

Orang yang tidak mengerti bagaimana ketentuan Allah dalam mengatur urusannya tidak akan mampu menjalankan amanah dengan benar dan adil. Sebaliknya hanya akan merusak dan membikin gaduh masyarakat.

Apalagi ia memegang jabatan pemerintahan yang bertanggung jawab menjalankan aturan yang mengatur urusan rakyat. Jika dia tidak mengerti hukum syara’, atau tidak mau menjalankan amanahnya dengan menggunakan aturan-aturan Allah SWT. tentu kerusakan demi kerusakan akan datang silih berganti. Sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah ﷺ :

وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللّٰهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللّٰهُ إِلَّا جَعَلَ اللّٰهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ. (رواه ابن ماجه)

“Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan mereka memilih-milih apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan bencana di antara mereka.” (HR. Ibnu Majah dengan sanad hasan).

Tapi mengapa Presiden Jokowi masih mempertahankan orang yang bukan ahlinya sebagai Menteri Agama? Apakah ada agenda anti Islam yang diamanahkan padanya?

Jogjakarta, 6 Sept. 2020

(*/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Rezim Asad bunuh 98 orang di Daraa

DARAA (Arrahmah.com) - Rezim Suriah telah menyiksa 98 orang dalam dua tahun terakhir yang melanggar perjanjian Daraa 2018, menurut sumber lokal. Rezim menyiksa banyak orang yang tinggal di Daraa dan mengajukan amnesti berdasarkan…

Netanyahu janjikan kunjungan ke Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan mengunjungi Bahrain "segera" atas undangan Putra Mahkota negara Teluk Salman al-Khalifa. Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam…

Lima napi tewas setelah pelarian diri massal dari penjara Libanon

BEIRUT (Arrahmah.com) - Pihak berwenang di Libanon telah melancarkan operasi pengejaran setelah hampir 70 narapidana melarikan diri dari penjara setelah mendobrak pintu sel mereka dan menyerang penjaga penjara. Pembobolan penjara massal…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Pasukan Turki menarik diri dari kota strategis di Suriah barat laut

ALEPPO (Arrahmah.com) - Dalam 72 jam terakhir, Angkatan Bersenjata Turki mulai menarik pasukan mereka dari dua wilayah penting di barat laut Suriah. Menurut laporan baru dari provinsi Aleppo, Angkatan Bersenjata Turki telah mulai menarik…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

DKI Kaji Rencana Pembelajaran Tatap Muka Awal 2021

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tengah mengkaji rencana pembukaan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021. "Bidang pendidikan memang belum dibuka tapi sedang dalam proses kajian," kata Riza usai…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Iklan