Berita Dunia Islam Terdepan

Maasyaa Allah, hiu tahan panas ditemukan di kawah bawah laut

"Sharkano" ditemukan di kawah bawah laut (Foto: Mirror)
7

LONDON (Arrahmah.com) – Maasyaa Allah, selalu ada hal yang menakjubkan kita temukan sebagai ayat kauniyah Allah di muka bumi ini. Salah satunya adalah fenomena hiu martil tahan panas berikut.

Sejumlah hiu martil ditemukan berenang dalam air panas dan mengandung asam di sebuah gunung berapi. Para ilmuwan amat takjub ketika menemukan ikan menakutkan yang diketahui tahan panas tersebut sedang berenang mengelilingi wilayah laut dalam yang berbahaya. Demikian Okezone melansir laporan situs Mirror, Selasa (14/7/2015).

Sekelompok hiu martil yang tangguh tersebut tertangkap kamera di Gunung Berapi Kavachi di Kepulauan Solomon. Gunung berapi tersebut dikenal mampu mengeluarkan cairan asam yang amat panas.

Seorang petualang bernama Brennan Phillips mengirimkan sebuah robot berkamera hingga ke dasar laut. Dia tidak menyangka bisa menemukan sekumpulan hiu hidup di perairan yang berbahaya tersebut.

Phillips menemukan para hiu itu berenang di dalam kawah gunung berapi yang merupakan tempat mematikan bagi sebagian besar makhluk hidup.

“Kamu tidak pernah tahu apa yang akan Anda temukan. Apalagi ketika Anda bekerja di perairan dalam,” ujar Phillips.

Mengakhiri dokumentasinya, Phillips berkata, “Selanjutnya saya akan meneliti lagi. Datang kesana sekali lagi dengan membawa satu pertanyaan, dan kembali dengan pertanyaan yang lebih banyak.”

Maka kita iringkan doa bagi Phillips dan para teman penelitinya. Semoga mereka dan kita juga menemukan hasil dari pendalaman (taddabur) atas Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 164 ini.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

(adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...