Ketika teman Ahok buka-bukaan

37

Support Us

(Arrahmah.com) – Beberapa mantan anggota Teman Ahok buka-bukaan soal cara pengumpulan kartu tanda penduduk (KTP) untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hal ini dilakukan lantaran munculnya pemberitaan terkait adanya aliran dana korupsi ke Teman Ahok.

“Saya ini agak terganggu dengan pemberitaan juga ada (dana korupsi). Kalau begitu saya bagian daripada konspirasi Teman Ahok,” kata salah satu mantan anggota Teman Ahok, Ricard Sukarno, di Jakarta, Rabu (22/6). Ricard termasuk orang yang direkrut oleh Teman Ahok dengan surat tugas pengumpulan KTP untuk Ahok maju melalui jalur independen. Sampai saat ini, identitas mereka masih tercantum dalam situs resmi Teman Ahok, www.temanahok.com. Ia mengaku sudah dari awal mencurigai ketidakberesan dalam pengumpulan KTP tersebut.

“Dari awal saya sudah curiga, ini pembodohan, ini pembohongan. Teman Ahok tidak benar, karena memang saya lihat dari pergerakan kita itu. Kalau kita teliti pembiayaan itu, bohong yang dibuat,” jelasnya. Ricard mengatakan, jika dirinya dianggap sebagai relawan, seharusnya Teman Ahok transparan dalam keuangan dan tidak memaksanya untuk membayar target tertentu dengan bayaran tertentu. “Karena memang dikejar target Teman Ahok, dan Teman Ahok itu pembiayaan.

Tiba-tiba ramai pemberitaan dana reklamasi, saya tidak mau menjadi bagian dari konspirasi ini,” jelas dia. Sebagai penanggung jawab kelurahan, Ricard dibayar per 140 KTP per minggu sebesar Rp 500 ribu atau Rp 2 juta per minggu. Jika mencapai target 140 x 4 minggu, yaitu 560 KTP, maka dia diberikan bonus Rp 500 ribu. “Kalau Teman Ahok bilang pengeluaran mereka untuk pengumpulan KTP hanya Rp 2,5 miliar atau Rp 5 miliar, itu tidak benar,” katanya.

Salah satu eks relawan Teman Ahok, Paulus Romindo, menyebutkan bahwa apa yang dilakukan oleh relawan Teman Ahok dalam mengumpulkan KTP untuk mendukung Ahok banyak yang dimanipulasi. Hal itu diungkapkan dalam Konferensi Pers di Kafe Nyonya Dua, Cikini, Jakarta, Rabu (22/6). “Kami nyatakan bahwa yang dikumpulkan oleh relawan Teman Ahok tidak semuanya benar. Saya meminta maaf kepada warga DKI Jakarta,” kata Paulus. Paulus menjelaskan, dalam mekanismenya kebanyakan relawan Teman Ahok membarter setiap KTP yang yang sudah dihimpun oleh para penanggung jawab di setiap kelurahan sebelum diserahkan ke pengurus pusat Teman Ahok di Pejaten, baik secara langsung maupun melalui koordinator pos kelurahan.

“Ini dilakukan demi mengejar target pengumpulan KTP per pekan sebanyak 140 lembar,” ujar dia. Dalam praktiknya, salah satu cara agar bisa menukar KTP dengan penanggung jawab lainnya yaitu mereka bertemu di markas pusat relawan Ahok di Pejaten. Kemudian berkenalan dan dengan mudah menukar KTP yang sudah mereka kumpulkan. “Biasanya sesama penanggung jawab pos kelurahan menukar dengan menggunakan Gojek atau bertemu langsung dengan penanggung jawab pos lainnya,” tuturnya. Paulus menceritakan, biasanya dalam satu KTP bisa digunakan untuk dua hingga tiga wilayah pos penanggung jawab kelurahan. “Misalnya yang di wilayah Barat bisa dibarter ke Selatan atau ke Timur,” ucapnya.

Berita di atas bagian dari fenomena politik di sistem demokrasi yang dipraktekkan di negeri ini. Maka, tak heran jika politik dagang sapi atau money politics menjadi kata kunci jagat politik kita dewasa ini. Fenomena di atas tentu memprihatinkan. Demokrasi sebagai sistem politik telah menawarkan pilihan-pilihan bagi publik, baik dengan menu dwi partai atau multipartai maupun jalur independen, dengan beragam ideologi, platform, atau kinerjanya. Maka muncul pertanyaan besar jika demokrasi ternyata hanya menghasilkan banyak partai dengan beragam ideologi, tetapi perilakunya nyaris seragam: oligarkis, egoistis, dan pragmatis.

Politisi-politisi pesanan gampang bergentayangan di jagad politik Indonesia. Mereka tidak hanya yang memang hobi bertualang politik dan menerima order, tetapi juga antek-antek asing yang mengabdi bagi kepentingan luar negeri. Tidak ada lagi filter yang bisa menyaring keberadaan mereka. Walhasil, negeri ini bukannya tambah pulih dari berbagai persoalan, sebaliknya akan tambah carut-marut dengan persoalan baru.

Karena diperlakukan sebagai komoditas politik di pemilihan maka penduduk miskin tidak mempunyai posisi tawar dalam memperjuangkan nasib mereka. “Mereka tidak bisa menarik simpati orang-orang miskin ini hanya dengan bicara program. Akhirnya dilakukan pemetaan bagaimana orang-orang miskin ini diberi entah sembako, entah money politics, entah barang-barang yang dianggap itu kemudian bisa mengubah preferensi politik mereka.” kata Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya dalam wawancara dengan BBC Indonesia (02/04/14)

Fenomena ini tidak lain sebenarnya hanyalah hasil dari sebuah sistem yang rusak. Di negeri yang dimiskinkan seperti Indonesia, demokrasi menjadi parasit yang menggerogoti harta kekayaan negara yang seharusnya menjadi bagian rakyat. Apakah mungkin dari sistem demokrasi transaksional seperti sekarang ini kita mampu melahirkan pemimpin yang jujur?

Umar Syarifudin, Syabab HTI

(*/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

Drone Turki lancarkan serangan di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Sebuah pesawat tak berawak Turki dilaporkan melakukan serangan udara di wilayah utara provinsi Al-Raqqa pada Ahad (22/11/2020), Kantor Berita rezim Suriah SANA melaporkan. Menurut laporan tersebut, Angkatan…

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

Saudi yakin Biden hadirkan stabilitas di Timteng

RIYADH (Arrahmah.com) - Menlu Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (21/11/2020) ia percaya diri bahwa Joe Biden dan Demokrat yang akan mendominasi pemerintah AS di masa mendatang akan mengeluarkan kebijakan yang menolong kawasan Timur Tengah…

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

FPI: Pemerintah Tak Usah Repot Tes Swab Habib Rizieq, Ada Tim HILMI dan Mer-C

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Polisi beserta TNI dan Satpol PP mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mereka meminta Habib Rizieq menjalani tes swab karena ada kabar dirinya positif virus Corona.…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Analis: Pertemuan rahasia "Israel"-Saudi mengirim pesan kuat kepada Biden soal Iran

RIYADH / JERUSALEM (Arrahmah.com) - Pertemuan bersejarah antara perdana menteri "Israel" dan putra mahkota Arab Saudi telah mengirimkan sinyal kuat kepada sekutu dan musuh bahwa kedua negara tetap berkomitmen kuat untuk menahan musuh…

Berdalih dihujani roket Palestina, Zionis lancarkan serangan udara di Gaza

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas roket yang ditembakkan dari Palestina ke dalam wilayahnya, militer Zionis mengklaim pada Minggu (22/11/2020). Tidak dilaporkan adanya…

FPI: Habib Rizieq Diizinkan Pulang Dari RS Ummi Bogor Karena Sehat Wal Afiat

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar SH, membantah hoax yang beredar bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) kabur dari RS Ummi Bogor, Jawa Barat. "Berita dan informasi itu muncul dari pihak-pihak dan…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Iklan