Kekejaman terhadap anak Suriah yang tak terungkap, part 1: Hassan

384

Support Us

HASAN, 14 TAHUN

“MEREKA MEMBUAT PELINDUNG DENGAN MENGGUNAKAN ANAK-ANAK. AKU MELIHATNYA DENGAN MATA KEPALAKU SENDIRI”

Aku sedang berada di pemakaman ketika aku pertama kali mendengar suara roket yang menyebabkan pembunuhan masal. Aku pikir roket itu menargetkan pemakaman. Sepupuku dan pamanku tewas pada hari itu. Mayat-mayat berada di antara orang-orang terluka yang berserakan di atas tanah. Aku menemukan potongan-potongan bagian tubuh lebih dari yang lain, dan ketika kita sampai di masjid kita menemukan puluhan mayat di sana. Kita berusaha untuk membantu orang-orang yang memerlukan bantuan.

Anjing-anjing memakan mayat-mayat tersebut dua hari setelah pembunuhan masal. Di masjid tersebut ada berton-ton manusia, dan mereka semua tewas. Aku takut, ya tentu aku sangat takut.

Aku terpukul, aku benci hidupku, dan aku benci diriku. Aku kehilangan pamanku dan sepupuku. Aku dan sepupuku selalu melakukan semuanya bersama-sama, dan kini aku kehilangannya, aku kehilangannya-sepupuku, seseorang yang selalu setia di sisiku.

Rumahku hangus terbakar. Semuanya lenyap. Aku ingin berlari masuk ke dalam, namun tidak mungkin, di sana terlalu panas. Aku melihat sekeliling dan aku mendapati bahwa tiap orang sangat terpukul, tidak ada yang berani menatap satu sama lain.

Berita Terkait

Anak-anak Suriah membutuhkan bantuan. Mereka memerlukan bantuan karena mereka disiksa, dibombardir, dan ditembak. Mereka (para penjahat) mengambil anak-anak dan meletakkan anak-anak tersebut di depan mereka. Mereka membuat pelindung dengan menggunakan anak-anak. Mereka tahu bahwa orang-orang di kota tidak akan menembak anak-anak mereka sendiri. Aku melihat hal ini dengan mata kepalaku sendiri.

Aku ingin anak-anak Suriah melarikan diri. Sehingga mereka bisa pergi sejauh-jauhnya agar mereka tidak mati tertembak.

Apa yang aku ingat tentang Suriah? Aku ingat bahwa kapanpun tank-tank itu memuntahkan pelurunya, maka kami akan lari ke tempat persembunyian. Termasuk, anak-anak yang berteriak dan menangis dengan kencang, mereka sangat ketakutan. Aku ingat bahwa banyak sekali anak-anak yang disiksa.

Karena apapun yang terjadi di Suriah, kami tak kan bisa bermain lagi. Aku rindu rumahku. Aku rindu tetangga-tetanggaku. Aku rindu bermain bola.

Aku meminta kepada pemimpin-pemimpin di seluruh dunia untuk menyelamatkan anak-anak Suriah, selamatkan mereka dari rudal-rudal. Mereka membutuhkan obat-obatan. Kami membutuhkan pakaian dan makanan. Setiap anak harus bisa bermain dan bahagia. Aku khawatir tentang apa yang akan terjadi ke depannya. Apa yang akan terjadi dengan kami? Ke mana kami harus pergi?

Diterjemahkan dari UNTOLD ATROCITIES (The story of Syria’s Children) by Save the Children organization

(siraaj/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Iran siap balas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Pembunuhan ilmuwan nuklir ternama Iran oleh penyerang tak dikenal dikaitkan dengan "Israel" oleh pejabat senior politik dan militer di Teheran, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/11/2020). Mohsen Fakhrizadeh,…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Rezim Asad bunuh 98 orang di Daraa

DARAA (Arrahmah.com) - Rezim Suriah telah menyiksa 98 orang dalam dua tahun terakhir yang melanggar perjanjian Daraa 2018, menurut sumber lokal. Rezim menyiksa banyak orang yang tinggal di Daraa dan mengajukan amnesti berdasarkan…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Meski Ada Sejumlah Bukti, Arab Saudi Bantah Pertemuan Rahasia Dengan PM "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Ahad (22/11/2020) untuk bertemu dengan…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Erdogan: "Penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bagian dari kebebasan"

ANKARA (Arrahmah.com) - Menghina kepercayaan orang lain bukan bagian dari kebebasan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai kritik atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara-negara Barat. "Anda telah mengikuti dengan…

Pasukan Azerbaijan memasuki distrik baru di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Pasukan Azerbaijan dilaporkan telah memasuki distrik Kalbajar, Karabakh, setelah penarikan Pasukan Pertahanan Artsakh (ADA). Menurut militer Azerbaijan, masuknya pasukan mereka ke Kalbajar kemarin sore, hanya…

Iklan