Berita Dunia Islam Terdepan

Hak Jawab Radio Silaturahim atas berita Husein bin Hamid Alattas menghindar tantangan Mubahalah

22

(Arrahmah.com) – Berikut Hak Jawab yang dikirimkan Radio Silaturahim ke redaksi arrahmah.com berkenaan berita tantangan Mubahalah yang diajukan Ustadz Haidar Abdullah Bawazir dengan Husein Bin Hamid Alattas:

Assalamualaikum Warahmutullahi Wabarakatuh…

Kepada pengelola situs arrahmah.com, kami dari radio silaturahim mengucapkan terimakasih atas dimuatnya surat kami sebagai hak jawab berita arrahmah.com  berkaitan dgn pernyataan saudara Haidar Bawazir terhadap Ustadz Husin Alatas sebagai salah satu penceramah di radio silturahim am 720.

Telah sangat jelas bahwa Ustadz Husin mengajak Mubahallah dalam hal tuduhan fitnah pada dirinya yang dinyatakan berfaham Syiah. Namun Saudara Haidar Bawazir menolak bermubahallah dalam hal tersebut tetapi hanya ingin bermubahallah dalam hal  yg menurutnya mengajarkan fiqroh Syiah. Menurut Haidar mengkritisi Muawiyah adalah mengajarkan Fiqroh Syiah. kami ingin mengutip buku yg ditulis oleh  Sayyid Qutbh, Syaikh Muhammad Ghazali juga Abul Ala Almaududi apa pendapat Haidar tentang  mereka itu?  Apakah para penulis itu  mengajarkan fiqroh Syiah?  Lantas apa sikap Haidar kepada Sayid Qutubh kepada Abul A’la Almaududi, Syaikh Muhammad Ghazali yang menulis dan mengkritisi Muawiyah apakah mereka juga dianggap syiah oleh saudara Haidar?

Bila ingin bermubahallah, Ustadz Husin Alatas sudah berkali kali menyatakan kesiapannya, dan sayapun sudah berhubungan baik melalui sms dan telp dengan saudara  Haidar namun Haidar Bawazir selalu menyatakan meminta  untuk saya menghubungi saudara Ismed, padahal saya pribadi sudah menyatakan: “untuk apa lagi melalui Ismed karena saya langsung mewakili Ustadz Husin dan Ustadz Husin Alatas sudah menyatakan kesiapannya  untuk bertemu dgn Saudara Haidar Bawazir. Dan saya juga sudah berhubungan langsung dengan saudara Haidar baik via telephon maupun via SMS, mengapa saya harus berhubungan dengan Ismed, kalaupun Saudara Ismed yang diminta untuk menjadi penghubung, silahkan saudara Ismed yang menghubungi saya. Anehnya saudara Haidar tetap meminta saya menghubungi Ismed.  (bukti Capture SMS terlampir) 

SMS antara saya dengan Haidar Bawazir seluruhnya saya capture agar menjadi bukti bahwa ucapan Haidar dipenuhi ketidak benaran. (kami sertakan capture tersebut pada pihak arrahmah.com dan silahkan dimuat bila memungkinkan agar publik tahu dan bisa membuat kesimpulan.)

Ketika kami menyatakan kesiapan, saudara Haidar Bawazir meminta agar semua petinggi Rasil, semua Crew, semua Asatidz untuk hadir, saya katakan Siap. Semua pengelola dan petinggi Rasil akan hadir cuma satu saja yang masih sedang berada diluar negeri yaitu Ir Faried Thalib, Namun Saudara Haidar meminta pertemuan diundur menjadi setelah tanggal 3 Juni. Dan saudara Haidar juga  meminta pada saya melalui telp agar seluruh petinggi rasil dan juga Ustadz Husin bertobat dihadapan dirinya didalam pertemuan tersebut. Saya  katakan kalau antum ingin bermubahallah kami siap tapi kalau antum meminta kami bertobat dihadapan antum mohon maaf kami tidak melihat anda sebagai orang yang layak untuk menghukumi.

Karena persoalan yang antum katakan itu hanya berkaitan dengan masalah referensi, silahkan saudara Haidar membaca buku-buku yang kami kutipkan dibawah ini.

Pernyataan Sayyid Quthub dalam bukunya, Al-‘Adalah Al-Ijtima’iyyah fi Al-Islam (Keadilan Sosial dalam Islam), beliau mengatakan, “Kita sangat menyayangkan Utsman karena khilafah datang kepadanya dengan terlambat, yaitu pada saat keluarga Umayyah ada di sekelilingnya ketika beliau berusia hampir delapan puluh tahun. Sehingga mereka (kaum kerabatnya dari bani Umayyah)  memperlakukan Khalifah Utsman seenak hatinya.” Atau seperti yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Ghazali ketika mengomentari kepemimpinan Muawiyah dalam bukunya,  Al-Islam wa Al-Istibdad As-Siyasi (Islam dan Penindasan Politik).  Dalam buku tersebut beliau menulis, “Hilanglah kendali dari tangan orang-orang mukmin yang shaleh. Setelah tiga puluh tahun, akhirnya Khulafa-urrasyidin pun binasa. Pemimpin Islam yang mengetahui, memahami dan mencintai rakyat pun diganti oleh pemimpin yang buruk. Pemimpin tersebut berbuat kemudharatan, bukan kebaikan, kerusakan dan bukan kebenaran.” Syaikh Ghazali secara provokatif melanjutkan, “Yazid (anak Muawiyah) adalah pemuda yang fasik. Orang yang tidak  layak jadi ketua kelas Sekolah Dasar malah berdiri di atas mimbar Nabi, Abubakar dan para shahabat (jadi khalifah, edt.)”dst.  Tidak terkecuali juga Abul ‘Ala Maududi juga mengkritik episode sejarah Islam era Muawiyah dalam bukunya, Khilafah dan Kerajaan. “

Silahkan Saudara Haidar mengambil kesimpulan sendiri terhadap buku buku yang ditulis oleh para ulama Sunni tersebut.

Lagi pula Ustadz Husin Alatas memberikan pendapat tentang Muawiyah ketika ditanya oleh pendengar radio Silaturahim bukan bagian dari tema-tema ceramah.  95% ceramah Ustadz Husin merupakan tafsir Qur,an, silahkan dengarkan baik baik radio silaturahim agar prasangka buruk ini tidak meluas menjadi fitnah yang berkepanjangan. 

Akhir kalam dengan sangat terbuka lebar kami dari Radio Silaturahim am720 menyatakan siap memfasilitasi saudara Haidar Bawazir bila ingin berdialog dgn Ustadz Husin Alatas menyangkut referensi2 tersebut, agar saudara Haidar bisa melihat masalah dengan lebih luas. Dan kami juga siap memfasilitasi Saudara Haidar Bawazir bila ingin bermubahallah terkait dengan  fitnah  Ustadz Husin berfaham Syiah bukan pada hal yang lainnya. (agar mubahallah menjadi jelas rujukannya yaitu pada fitnah syiah, tidak membulak balik dengan tuduhan lain.) Silahkan hadir di Radio Silaturahim dan kami akan tetap menyambut saudara Haidar  sebagai  tamu terhormat sebagaimana tamu-tamu kami lainnya.

Demikian surat ini kami sampaikan semoga masalah semacam ini bisa berakhir dengan sebaik baiknya penyelesaian bukan dengan fitnah2 yang tidak jelas landasannya.

Kepada pengelola situs Arrahmah.com kami ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya semoga situs arrahmah.com tetap menjadi yang terdepan dalam memperjuangkan kepentingan umat islam dan bersama sama melawan kebiadaban Zionis Israel dan kroninya, musuh umat Islam yang paling riil yang harus kita hadapi secara bersama-sama  dan bersinergi.

Salam kami untuk Ustadz Abu Jibril  semoga beliau serta para pengelola situs arrahmah.com, saudara Haidar Bawazir, juga kita semua  selalu berada dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Amin yarobbal alamin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

H. Firman Putrajaya Moeslim Taher, S.H
(General Manager Radio Silaturahim am 720.)

Lampiran Capture SMS

Firman Putrajaya Moeslim Taher dan Haidar Bawazier

(bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...