Berita Dunia Islam Terdepan

Dapatkah Darul Islam Menjadi Darul Kufur ?

0 1

Apa yang membuat darul Islam menjadi darul kufur? Dan apa yang membuat Darul kufur menjadi darul islam seperti Yatsrib yang telah menjadi Darul Islam? Seperti Mekkah yang telah menjadi darul Islam setelah fatul Mekkah, seperti ketika Abyssinia telah berubah dari darul kufur ke darul Islam.

Ketika kita berbicara tentang daerah Islam atau kufur, kita sedang membicarakan tentang hukum dan peraturan dan siapa yang memegang kedaulatan dan kekuasaan. Ini wilayah yang selalu menjadi pokok permasalahan bagi siapa saja yang memegang kekuasaan dan kedaulatan dan hukum-hukum apa saja dan peraturan apa saja yang berlaku. Ini tidak mutlak seperti itu (melainkan bisa berubah) dan akan tetap ada selamanya.

Andalus (Spanyol) adalah sebuah contoh yang berubah dari darul kufur menjadi darul Islam dan kembali lagi menjadi darul kufur.

DAPATKAH DARUL ISLAM MENJADI DARUL KUFUR?

Ini adalah permasalahan yang serius dan mendasar pada permasalahan ini akan banyak beberapa pandangan. Pertanyaan yang muncul pada ummat : dapatkah daerah (negeri) Islam menjadi darul kufur? Apa yang telah dikatakan oleh para fuqaha tentang permasalahan ini? Bagaimana dengan prinsip ” Al Islamu ya’lu wa laa yu’la alaih? Karena pada prinsip ini sebagian fuqaha menolak pendapat bahwa darul Islam bisa menjadi darul kufur.

Ada empat skenario darul Islam berubah menjadi darul kufur:

  1. Jika orang-orang kafir menduduki daerah Islam dan menerapkan kekufurannya  contohnya Andalus.
  2. Jika orang-orang di negeri itu menjadi murtad dan ‘kufran bawwahan’ seperti Musailamah Al Kazzab.
  3. Ketika sekelompok orang yang mempunyai kekuatan dan peraturan di sebuah tempat kaum muslimin dan dengan kekerasaan memaksakan hukum-hukum mereka yaitu darul riddah seperti kaum muslimin sekarang di seluruh dunia.
  4. Jika Ahlul zimmah muncul dari dalam daerah Islam dan mengambil kekuasaan dengan kekerasaan dan menerapkan kekufuran mereka seperti di India, atau Libanon.

Jika Ahlul Zimmah mengkhianati perjanjian dan mengambil alih dengan pertumpahan darah menjadi darul harb dengan perjanjian [Fattawa Al Hind V2 p205]

Sebagian fuqaha mempunyai perbedaan pendapat tentang perubaham darul Islam menjadi darul kufur.

Menurut Jumhur ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan ulama Hanafi, Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya :

            “Darul Islam akan menjadi darul kufur jika hukum-hukum kufur menjadi dominan.”

Ada tiga kondisi darul Islam menjadi darul kufur menurut Abu Hanifah sebagai berikut:

  1. Hukum-hukum kufur menjadi dominan
  2. Tidak ada perjanjian dengan batas Negara
  3. Jika tak tersisa kaum muslimin samasekali di sana

Fuqaha Ahnaf berbeda apakah tiap kondisi itu akan membuat darul Islam menjadi darul kufur, Atau jika itu harus ada secara bersamaan.

Imam Kasaani (Hanafi) berkata:

“Mereka berbeda pendapat sekitar darul Islam tentang bagaimana itu menjadi darul kufur, Imam Abu Hanifah berkata, ” darul Islam tidak akan pernah menjadi darul kufur kecuali tiga kondisi, 1. jika hukum-hukum kufur menjadi dominan 2. jika batas Negara dengan darul kufur tanpa ada perjanjian 3. jika Muslimin dan Dzhimmi di bawah pengawasan (seperti kuffar mengambil kedaulatan) [Badaa’i’ Al-Samaa’i’ v 7 p131]

“Hukum Kufur menjadi berlaku” tidak berarti untuk semua hukum-hukum kufur, menjadi dominan, itu adalah jika ada satu hukum kufur menjadi berlaku.

“Jika batas Negara dengan darul kufur tanpa ada perjanjian” adalah karena itu tidak bisa diterima dalam Islam untuk membatasi dengan darul kufur kecuali ada perjanjian atau untuk menaklukan daratan tersebut.

“Jika kaum Muslimin dan Dzhimmi di bawah pengawasan” ini menyatakan apakah keamanan itu berada di bawah tangan kaum muslimin atau orang-orang kafir.

Imam Muhammad al-Syaiybaani berkata :

“Darul Islam menjadi darul Kufur menurut Abu Hanifah dengan  kondisi, , 1. jika hukum-hukum kufur menjad dominan 2. jika batas Negara dengan darul kufur tanpa ada perjanjian 3. Jika Muslimin dan Dzhimmi di bawah pengawasan; walaupun kami berbeda pendapat dengan Imam kami, jika kekufuran menjadi berlaku itu menjadi darul kufur. [Fattawa Al Hindiyyah p232]

Imam Sarkhasi menjelaskan sama dalam Al Mabsus V.10 p114

Murid-murid Abu Hanifah percaya ini cukup bagi hukum kufur menjadi dominan untuk suatu daerah menjadikannya darul kufur. Qadi Abu Yusuf dan Imam Shaybaani berkata :

Kami mengatakan darul Islam dan darul kufur, kami tidak mengatakan darul Muslimin tidak juga darul kafirin, kami sepakat sebuah “dar” itu dari kedaulatannya bukan dari orang-orangnya……..

Di Inggris, orang tidak bisa mengklaim bahwa kesetiaan mereka kepada ratu adalah hanya sebuah otoritas dan bukan kedaulatan karena perdana menteri dalam otoritas Inggris dan Ratu mengklaim kedaulatan, dan segala kesetiaan pada kedaulatan selain dari pada Allah SWT adalah Kufur Akbar dan akan mengeluarkanmu dari Islam.

Imam Abu Yusuf berkata :

Darul Islam manjadi darul kufur jika hukum-hukum kufur menjadi dominan. [Badaa’i Al-Samaa’i v 7 p131]

CONSTANTINOPEL

Lebih lanjut, Konstantinopel telah ditaklukkan oleh kaum muslimim kenamaan. Tetapi apakah penaklukan ini sama dengan penaklukkan yang telah ‘dijanjikan’ oleh Rasulullah saw ? Tidak demikian. Muhammad Al-Fatih memang melakukannya, itu benar, tetapi Konstantinopel adalah dua bagian, setengahnya adalah laut dan setengahnya adalah daratan.

Ada hadits yang menyebutkan bukti lain bahwa harus ada bersamaan penaklukan Konstantinopel tetapi ini tidak terjadi di masa Muhammad Al-Fatih. Kita akan bangkit lagi di masa yang akan datang dan menaklukan Konstantinopel sebagaimana dalam sebuah Hadits, dengan cara yang yang dijanjikan beliau (SAW) yang belum dipenuhi di masa kenabian seperti penaklukan Gedung Putih.

Pada tahun 857 H Muhammad Al-Fatih telah membuka Konstantinopel dan kemudian menjadi Istambul, dia telah mengusir orang Romawi yang mendudukinya pada saat itu, dan faktanya, sekarang (Istambul-Turki) di bawah hukum kufur. Rasulullah SAW menginformasikan kepada kita bahwa kita akan menaklukkan Istambul dan itu akan mengingatkan berada di tangan kita sampai datangnya Dajjal.

Penaklukkan kenabian telah menghubungkan dengan lima bukti bahwa tidak dalam penaklukan yang dilakukan Al Fatih. Ini dilaporkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW Bersabda :

Kiamat tidak akan datang sampai kaum muslimin memasuki a’mar dan dabiq (dua tempat di Asyam dan Aleppo-Syiria), tentara akan datang dari Madinah dan mereka akan menjadi orang terbaik pada saat itu, ketika mereka berselisih mereka (a’mar dan dabiq) akan berkata pada kaum muslimin, “minggir, dan biarkan kami berperang pada mereka yang telah mengambil milik kita…..” Kaum Muslimin berkata, “kami tidak akan pernah meninggalkanmu, memerangi mereka dan akan membunuh mereka.”  Mereka akan berperang dan membunuh sepertiga dari mereka dan Allah tidak akan memaafkan seorangpun dari mereka, dan kemudian sepertiga yang lain dari mereka Allah akan menerima sebagian dari mereka Syahid, dan syahid yang terbiak di mata Allah InsyaAllah sepertiga yang terakhir, mereka akan menang dan tidak pernah dikalahkan, mereka akan memenangkan Konstantinopel dan mereka sambil membagi ghanimah mereka menggantungkan pedang mereka di atas pohon dan Syaitan akan berkata ‘Isa Ibnu Maryam telah bangkit diantara orang-orangmu” dan mereka akan pergi kesana dan dia akan menjadi Al Masih palsu. Ketika mereka pergi ke Syam, dia akan bangkit dan ketika mereka menyiapkan barisan untuk berperang pada Mulqan Adhan dan Isa yang Asli akan datang dan memimpin Shalat. Ketika Dajjal melihatnya  dia akan meleleh seperti garam dan jika dia tidak meninggalkannya dia akan meleleh sampai Allah menghancurkannya, tapi Allah akan membiarakan Isa a.s. membunuhnya……….. (HR Muslim)

Abu Huraira melaporkan bahwa rasulullah SAW berkata :

Aku telah mendengar sebuah kota bahwa sebagian kota itu adalah daratan dan sebagian lagi lautan “beliau berkata”  itu adalah benar, Yaa rasulullah (SAW) berkata, kiamat tidak akan datang sampai 70.000 anak-anak Ishaq akan datang dan menaklukannya, mereka tidak akan menaklukan dengan pedang, mereka akan berteriak Laa ilaaha illallah dan Allahu akbar dan sebagian kota akan di taklukan. (HR Muslim)

Imam Thawr Ibnu Ahmad berkata:

Setengah diambil oleh mereka adalah separuh yang berada di laut, mereka akan berkata laa ilaaha illallah wallahu akbar dan mereka akan pergi ke sebagian yang lain dan memenangkannya tanpa berperang.

Konstantinopel adalah sebuah contoh darul kufur yang telah berubah menjadi darul Islam dan berubah kembali menjadi darul kufur dan Hadits Muhammad SAW menjanjikan bahwa kita akan memenangkannya lagi, Insya Allah.

Imam Nawawi berkata:

Dengan takbir pertama, sebagian Konstantinopel akan dimenangkan, bagian itu adalah lautan dan kemudian mereka berkata ‘laa ilaaha illallah’ dan mereka akan menaklukkan itu semua dan bersamaan dengan ghanimah, sebagaimana mereka mengumpulkan ghanimah orang-orang akan datang dan berkata bahwa Isa A.S. telah bangkit. [Imam Nawawi dalam Sharh Muslim v18 p43-44]

Hanya perbedaan diantara fuqaha adalah bahwa sebagian berkata bahwa yang akan bangkit itu sebagai putra Ishaq (a.s.) dan yang lain berkata putra Ismail (a.s.)

Imam Tirmizi berkata :

Kemenangan Konstantinopel adalah sebagai tanda besar kiamat akan datang, Konstantinopel adalah kota orang Romawi, dan bahwa kaum muslimin akan memenangkan pada saat Dajjal bangkit.

Bagian Konstantinopel telah dimenangkan pada saat Mu’awiyyah dan yang lainnya pada saat Muhammad Al Fatih, tetapi itu bukan kemenangan yang ‘dijanjikan’, itu adalah kemenangan yang lainnya.  Ibnu Katsir berkata :

Tentu saja telah dimenangkan pada masa Mu’awiyah, dia telah mengirimkan diantara mereka banyak Sahabat, diantara mereka adalah Abu Ayyub Al Anshari, sebagaimana mereka tidak memenangkannya…. Pada masa Abdul Malik Bin Marwan, dia tidak menyetujui untuk masuk tetapi mengimplementasikan hukum Islam dan membangun Masjid di sana.

Ibnu Taimiyah berkata:

Kaum muslimin akan memenangkan Konstantinopel dua kali, pertama pada masa Muawiyah dan Abu Ayyub Al Anshari dan sampai setelah Abu Ayyub di kuburkan (Majmu Fattawa v 18)

Abdullah Bin Umar melaporkan bahwa,

Rasulullah berkata, tentara yang pertama yang menaklukkan Konstantinopel akan dimaafkan.

Itu adalah penaklukan oleh Mu’awiyyah (r.a.) dan diantara itu bahwa tentara Yazid Bin Mu’awiyah, maka bagaimana sebagian orang telah menghina Yazid ketika Allah telah mengampuni tentaranya ?

Penaklukan kedua Konstantinopel adalah Abdul Malik Bin Marwah yang menunjuk putranya Maslamah dan mengirimnya untuk mengekspedisi Kontantinopel, mereka tidak memasuki tetapi menyetujui untuk membangun Masjid Aghia Sophia (sekarang menjadi sebuah museum) dan menetepakan perturan-peraturan Islam. Setelah itu Muhammad Al Fatih menaklukkannya dengan sempurna.

Lebih lanjut Ibnu Taymiyah melaporkan dalam Majmu Al Fattawa V5  P138,

Telah beberapa kali ketika kuffar sudah masuk Mesir dan menduduki itu……

Contoh yang terbaik ini adalah Ubaidis, pada waktu itu tidak ada masa membolehkan orang yang mengumpulkan hadits dan mereka dihadiahi bagi siapa saja yang mengutuk sahabat. Mereka datang untuk menggerakkan dan menerapkan hukum kufur, Salahuddin Al-Ayyubi mengambil kembali Mesir dan memasukkannya ke dalam darul Islam setelah itu berubah menjadi darul kufur dari darul Islam.

Contoh lain darul Islam yang menjadi darul kufur adalah negari muslim sekarang (saat ini). Sebagian orang masih memperselisihkan Saudi Arabia, apakah darul kufur atau darul Islam, karena orang menghubungkan Mekkah dan Madinah dengan dua masjid suci. Ini adalah argumen dari ‘salafi’ gadungan, yang mengklaim bahwa menyebutkan Mekkah darul Kufur adalah sebuah hinaan pada rumah Allah. Padahal, sejatinya secara nyata Saudi Arabia adalah darul kufur, karena tidak menerapkan hukum-hukum Islam secara kaafah!

Wallahu’alam bis Showab!

Source : almuhajirun.net

Baca artikel lainnya...