Beberapa Nasehat Untuk Revolusi Suriah

45

(Arrahmah.com) – Kebiadaban rezim Nushairiyah Suriah yang didukung oleh negara Syiah Imamiyah Iran dan Rusia secara terang-terangan, serta didukung oleh rezim negara-negara Arab boneka Barat secara tersamar telah menyebabkan lebih dari 5000 warga muslim Suriah gugur, 50.000 warga muslim hilang, dan 70.000 warga muslim ditangkap dan disiksa secara sadis.

Revolusi Suriah telah berlangsung selama sepuluh bulan. Korban muslim setiap hari terus berjatuhan, sementara kebiadaban rezim Nushairiyah tidak pernah berhenti. Melihat gentingnya keadaan di Suriah, semakin banyak ulama dan komandan jihad yang memberikan nasehat keagamaan dan arahan lapangan kepada kaum muslimin Suriah dalam menerjuni kancah revolusi. Yayasan Media Al-Ma’sadah mempublikasikan nasehat-nasehat seorang ulama mujahidin, syaikh Abu Zahra’ az-Zabidi hafizhahullah, untuk kaum muslimin Suriah. Berikut ini terjemahannya.

***

بسم الله الرحمن الرحيم
Yayasan Media Al-Ma’sadah

Beberapa Nasehat Untuk Revolusi Suriah

Oleh:

Asy-syaikh al-mujahid Abu Zahra’ az-Zabidi hafizhahullah

 

Segala puji bagi Allah Yang telah menaklukkan para diktator dengan kekuasaan-Nya. Segala puji bagi Allah Yang telah mematahkan punggung para taghut dengan keperkasaan-Nya. Kami bersaksi, wahai Rabb kami, bahwa Engkau Maha Mengalahkan, Maha Membalas, Maha Menolong, dan Maha Memenangkan. Segala puji Allah, Engkau Yang telah memasukkan kami dalam golongan yang beribadah kepada-Mu. Maha Suci Engkau, alangkah Agungnya Engkau sebagai Ilah (sesembahan yang haq).

Shalawat dan salam dilimpahkan kepada (Nabi Muhammad SAW) pemimpin para mujahid dan imam golongan yang bertakwa, yang telah mengajarkan kepada kita makna kejantanan dan pengorbanan, yang menghasung kita untuk memerang para taghut, melakukan revolusi melawan mereka, dan melengserkan mereka untuk menerapkan syariat Allah SWT. Kita juga memanjatkan shalawat dan salam kepada keluarga, sahabat, dan setiap orang yang berjalan di atas jalan beliau sampai hari kiamat. Amma ba’du.

Allah SWT berfirman:

كَتَبَ اللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Allah telah menetapkan takdirnya ‘Aku dan para rasul-Ku benar-benar akan menang’. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al-Mujadilah (58): 21)

Sebelum demonstrasi-demonstrasi dimulai di Suriah, saya telah menulis sebuah artikel berjudul ‘Apakah demonstrasi-demonstrasi di Suriah akan sukses?’. Dalam artikel itu, saya membahas realita Suriah secara terperinci. Saya menarik kesimpulan bahwa demonstrasi-demonstrasi di Suriah tidak akan sukses karena beberapa faktor yang saya sebutkan dalam artikel tersebut. Saya kemudian menasehatkan beberapa perkara agar demonstrasi-demonstrasi tersebut sukses dan memiliki dampak massal dan merakyat yang kuat sehingga bisa melengserkan rezim Suriah. Namun jika Allah telah menetapkan sebuah perkara, niscaya perkara tersebut akan terjadi baik dengan sebab-sebab, tanpa adanya sebab-sebab, maupun menyelisihi sebab-sebab.

Revolusi di Suriah terjadi tanpa ada perkiraan dan perencanaan sebelumnya. Revolusi berawal dari propinsi Dir’a, seperti yang kita ketahui bersama, karena beberapa anak sekolah dasar menuliskan di papan tulis sekolah beberapa kalimat anti rezim yang berkuasa di Suriah. Setelah itu, mereka ditangkap dan disiksa oleh aparat keamanan, sampai dikatakan kuku-kuku mereka dicabuti. Hal itu mengundang kemarahan para orang tua murid, sehingga terjadi ketegangan antara mereka dengan aparat keamanan. Maka mulailah terjadi revolusi hingga berkembang dalam skala besar seperti yang saat ini kita lihat.

Subhanallah…saya pernah membaca perkataan seorang ulama tabi’in yang mulia, Sa’id bin Musayyib, yang secara sanad dilemahkan oleh para ulama namun berkaitan erat, bahkan sesuai, dengan peristiwa yang saat ini terjadi. Perkataan Sa’id bin Musayyib disebutkan oleh imam Nuaim bin Hammad dalam kitab Al-Fitan:

Menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, dari Ishaq bin Yahya, dari Muhammad bin Bisyr bin Hisyam, dari Sa’id bin Musayyib, ia berkata:

تَكُونُ فِتْنَةٌ بِالشَّامِ ، كَانَ أَوَّلَهَا لَعِبُ الصِّبْيَانِ ، ثُمَّ لا يَسْتَقِيمُ أَمْرُ النَّاسِ عَلَى شَيْءٍ ، وَلا تَكُونُ لَهُمْ جَمَاعَةٌ حَتَّى يُنَادِيَ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ : عَلَيْكُمْ بِفُلانٍ ، وَتَطْلُعُ كَفٌّ تُشِيرُ

“Akan terjadi fitnah (kekacauan) di Syam, pada awalnya adalah permainan anak-anak kecil, kemudian urusan masyarakat tidak mantap di atas suatu perkara pun, dan mereka tidak memiliki satu kesatuan sampai ada seorang penyeru dari langit yang berseru ‘Hendaklah kalian mengangkat fulan sebagai pemimpin!’, lalu muncul telapak tangan yang menunjuk.”

Peristiwa demi peristiwa terjadi begitu cepat, hari-hari berlalu dengan cepat, dan kemenangan akan dating. Maka selaku kaum muslimin, sembari mengikuti perkembangan peristiwa, kita wajib menyampaikan beberapa nasehat sesuai syariat kepada keluarga kita, orang-orang yang kita cintai, dan saudara-saudara kita di Suriah. Karena agama kita, Islam, tidak bisa dipisahkan dari politik. Semoga beberapa nasehat ini bermanfaat dan membawa kebaikan.

1. Jadikanlah revolusi ini di jalan Allah, dan untuk menegakkan hukum Allah. Karena kalian dan seluruh umat Islam telah mencoba pemberlakuan undang-undang positif selama rentang waktu yang sangat lama. Ternyata undang-undang positif tersebut hanya menambah kebingungan di atas penderitaan, sehingga umat Islam melemah, eksistensinya pudar, negeri-negerinya terjajah, putra-putra terbaiknya dijebloskan, ditimpa oleh kehinaan dan kerendahan, dikuasai oleh segelintir orang yang bodoh dan para penyembah salib yang menimpakan kepada mereka hinanya kelemahan. Hal itu karena umat ini menelantarkan syariat Allah dan diatur dengan undang-undang positif yang rusak.

Maka jadikanlah semboyan kalian adalah ‘Allah dan surga’. Hendaklah kalian mengambil suri tauladan dari para penyihir Fir’aun, yang bekerja untuk menghancurkan dakwah nabi Musa, namun dengan segera mereka beriman kepada Allah, Rabb nabi Musa dan Harun. Sehingga diktator Mesir berlaku biadab dan mengancam untuk membunuh, menyalib, dan menyiksa mereka. Namun mereka memberikan jawaban yang membuat akal sehat kebingungan:

قَالُوا لَن نُّؤْثِرَكَ عَلَى مَا جَاءنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالَّذِي فَطَرَنَا فَاقْضِ مَا أَنتَ قَاضٍ إِنَّمَا تَقْضِي هَذِهِ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

Mereka (para penyihir) berkata: “Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu daripada memilih (tunduk kepada) bukti-bukti nyata (mukjizat) yang telah datang kepada kami dan (Allah) Yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah apa yang ingin kau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya bisa memutuskan dalam kehidupan di dunia ini saja.” (QS. Thaha (20): 72)

Para tukang sihir itu tidak mengerti sedikit pun tentang iman dan belum pernah mempelajari kitab-kitab yang panjang. Di pagi itu mereka adalah para tukang sihir yang jahat, namun di sore hari itu juga mereka telah menjadi para syuhada’ yang banyak berbuat kebajikan. Itulah keteguhan di atas kebenaran dalam menghadapi para penguasa taghut. Itulah keimanan yang telah menyatu dengan relung hati yang paling dalam, sehingga menjadikan hatinya hidup demi akidah.

2. Janganlah kalian mempercayai kaum sekuler dan orang-orang yang membawa semboyan-semboyan yang menyelisihi syariat Allah. Mereka itu adalah musuh yang sesungguhnya, maka waspadailah mereka, jangan mempercayai mereka, dan jangan mendengarkan omongan mereka. Sudah lebih dari cukup umat ini tertipu oleh (semboyan-semboyan dan perbuatan-perbuatan) mereka. Merekalah yang meminumkan kepada umat ini gelas-gelas (berisi) kehinaan dan ketertindasan. Merekalah yang mengembalikan hokum jahiliyah. Mereka pula yang mendatangkan kekuatan Barat dan budaya Barat.

Seorang mukmin tidak boleh terjatuh dua kali dalam lubang yang sama. Ucapan kaum sekuler itu berulangkali menipu rakyat, padahal hati mereka adalah hati srigala. Hati mereka telah mengusung sistem kehidupan yang menyelisihi syariat Allah dengan seluruh pandangan hidupnya. Setiap orang di antara kita telah mengenal mereka. Terkadang mereka tampil sebagai ‘tokoh agama’. Terkadang mereka tampil sebagai ‘reformis’ dan ‘revolusionis’. Wahai keluarga kami d Suriah, janganlah kalian mempercayai tipu daya mereka, karena Allah telah menerangkan sifat mereka dengan firman-Nya:

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِن يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Dan jika engkau melihat mereka, niscaya fisik mereka mengagumkan dirimu. Dan jika mereka berbicara, niscaya engkau mendengarkan ucapan mereka. (Padahal) mereka seperti kayu yang disandarkan. Mereka menyangka setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh yang sebenarnya, maka waspadailah mereka. Semoga Allah membinasakan. Bagaimana mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran).”(QS. Al-Munafiqun (63): 4)

3. Belilah senjata, persiapkan diri kalian dengan senjata, dan rebutlah senjata dari gudang-gudang senjata. Inilah kesempatan kalian satu-satunya untuk melengserkan taghut Syam dan tentara-tentaranya. Janganlah kalian ragu-ragu dalam urusan ini dan janganlah kalian membenarkan orang-orang yang lemah jiwanya, yang duduk-duduk saja di kantor-kantor mereka, membuat teori-teori untuk kalian, dan mengatakan kepada kalian ‘revolusi ini adalah revolusi damai’. Demikianlah yang diinginkan oleh orang-orang yang tidak mengerti makna jihad. Bagaimana mungkin revolusi ini harus damai, sementara musuh kita (rezim Nushairiyah Suriah, pent) tidak mengenal kasih sayang sedikit pun terhadap orang-orang jompo dan anak-anak kecil, tidak peduli terhadap masjid-masjid sehingga rezim merobohkannya, tidak menghormati kesucian kaum wanita sehingga rezim melukai hati mereka dan menodai kehormatan mereka. Bagaimana mungkin musuh yang kafir murtad seperti ini akan kita hadapi dengan ucapan saja, padahal ia bertindak brutal seperti tindakan penjajah Yahudi? Revolusi adalah jihad, revolusi adalah perang. Maka persiapkanlah diri kalian untuk menghadapi jihad fi sabilillah, perbaharuilah niat kalian, dan bawalah senjata kalian! Senjata bagi kalian adalah kewajiban yang paling wajib dan kebutuhan yang paling primer. Maka janganlah kalian mendengarkan ucapan para pengecut dan penggembos semangat! Janganlah kalian menunggu izin dari siapa pun untuk membawa (memiliki) senjata, karena Allah telah mengizinkan bagi kalian dengan firman-Nya:

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan (persiapkanlah) dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, kamu menggentarkan  musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu  tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.” (QS. Al-Anfal (8): 60)

4. Bergabunglah di sekeliling para ulama yang shadiqun (tulus dan jujur membela agama dan rakyat) dan para mujahid yang sabar. Percayailah mereka dan hasunglah keberanian mereka untuk mengemban amanat ini, karena fase saat ini sangat sensitif dan menentukan nasib bagi seluruh negeri Syam. Hanya ada dua pilihan; kita hidup mulia atau kita mengalami apa yang dialami oleh Hamzah bin Abdul Muthalib RA. Jadilah para pembantu bagi mereka, karena kebijaksanaan para ulama yang jujur adalah faktor yang akan mengendalikan (mengarahkan) jalannya revolusi para pemuda yang haus terhadap perubahan.

5. Ketahuilah bahwa hati kaum muslimin di seluruh negara di dunia mendukung kalian. Mereka berharap bisa berada di antara kalian untuk memerangi musuh kalian, kaum Ba’ts yang kafir. Maka janganlah pertahanan Islam diterobos musuh dari arah kalian. Kalian adalah harapan kaum muslimin di seluruh negara di dunia. Bagaimana tidak, sedangkan kalian berada di negeri Syam yang diberkahi, negeri Thaifah Manshurah, negeri kebajikan yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW:

‏إِذَا فَسَدَ أَهْلُ ‏الشَّامِ ، فَلَا خَيْرَ فِيكُمْ ، وَلَا يَزَالُ أُنَاسٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لَا يُبَالُونَ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

“Jika penduduk Syam telah rusak, maka tiada kebaikan lagi di antara kalian. Dan akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang mendapatkan kemenangan (di jalan Allah), mereka tidak mempedulikan orang-orang yang menelantarkan mereka, sampai datangnya hari kiamat.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Tirmidzi berkata: Hadits hasan shahih)

6. Janganlah kalian mempercayai Amerika dan salibis Barat, karena merekalah pihak yang telah mengangkat para taghut sebagai penguasa atas negeri kalian selama masa waktu yang snagat lama ini. Merekalah yang telah membantu para taghut untuk menghancurkan dien Islam. Merekalah yang telah merampok kekayaan alam negeri kita. Merekalah yang telah menyesatkan generasi muda kita dengan media massa mereka yang busuk. Janganlah kalian melupakan kejahatan-kejahatan mereka di Irak, Bosnia, Balkan, Afghanistan, Palestina, Somalia, Filiphina, Pakistan, dan seluruh negeri Islam lainnya. Janganlah kalian mempercayai NATO, antek-anteknya, dan para propagandisnya. Keputusan berada di tangan kalian, kalian mampu mencabut kekuasaan Bashar Asad dan partainya yang terlaknat dengan iman, senjata, dan revolusi kalian. Kalian adalah orang-orang yang berlaku untuk kalian ayat yang agung berikut ini:

{أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ}

“Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (QS. Al-Hajj (22): 39)

7. Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih Muslim dari hadits Jundub al-Bajali dan Abu Hurairah bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda:

وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَغْضَبُ  لِعَصَبَةٍ ، أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ ، أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً ، فَقُتِلَ ، فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ

“Barangsiapa berperang di bawah bendera fanatisme buta, ia marah karena fanatisme golongan, atau mengajak kepada fanatisme golongan, atau menolong fanatisme golongan, lalu ia terbunuh maka ia mati dengan cara jahiliyah.”(HR. Muslim, Nasai, dan Ahmad)

Dalam demonstrasi-demonstrasi kalian, janganlah kalian mengangkat semboyan-semboyan jahiliyah yang menyelisihi Islam dan ajaran-ajarannya. Tinggikanlah bendera Laa Ilaaha Illa Allahu, karena ia adalah bendera Rasulullah SAW. Janganlah kalian malu mengangkat bendera Islam, karena semboyan-semboyan itu memiliki dampak di dalam dan di luar. Janganlah lupa bahwa kalian tengah menghadapi ujian yang berat, maka mohonlah pertolongan kepada Allah SWT agar Allah SWT memberikan jalan keluar bagi kalian, menolong kalian, dan menjadikan kalian pemimpin di muka bumi. Allah SWT semata yang memegang perubahan. Revolusi-revolusi ini hanya terjadi atas takdir dan ilmu Allah SWT. Umat ini tengah disiapkan untuk sebuah perkara yang besar. Era kekalahan dan menerima kehinaan telah berlalu, kini datang era perubahan dan pemerintahan berdasar syariat Allah. Inilah zaman kaum muslimin yang akan tercapai pembebasan Masjidil Aqsha dan seluruh negeri kaum muslimin yang lain. Allah SWT berfirman:

وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan Kami hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi) (QS. Al-Qashash (28): 5)

8. Janganlah kalian mengganti Bashar Asad yang keji dengan pemimpin lain yang lebih keji darinya. Janganlah kalian terima sebagai pemimpin, seseorang yang bekerjasama dengan musuh dan pada suatu waktu yang lalu membuat konspirasi bersama musuh. Pilihlah orang yang telah lama berjuang dan berjihad melawan pemerintahan Ba’ts selama tahun-tahun sulit. Pilihlah orang yang mempersembahkan pengorbanan ribuan syuhada’ demi menyelamatkan kalian dari hinanya pengabdian kepada partai Ba’ts. Pilihlah orang-orang yang menghabiskan usia muda mereka dalam memerangi partai Ba’ts dan sekutu-sekutunya. Janganlah kalian meninggalkan mereka. Karena kalian adalah orang yang paling mengetahui kondisi dan sifat mereka.

 

Kepada kelompok-kelompok yang berjihad dan orang-orang yang mendukung mereka, saya sampaikan nasehat sebagai berikut:

  1. Bergabunglah kalian sebanyak mungkin (dalam aksi-aksi jihad), karena Syam sudah tiba masanya. Sebagaimana kalian ketahui, hati kaum muslimin tertuju penuh kerinduan kepada negeri Syam. Maka bersiap-siaplah untuk menghadapi perkara ini dengan sikap kerahasiaan dan menjaga rahasia. Sesungguhnya melengserkan dan membunuh taghut Syam sudah sejarak dua anak panah atau lebih dekat lagi. Penggantinya adalah kalian, wahai orang-orang yang mengusung panji tauhid.
     
  2. Berkoalisilah dengan negara kemuliaan, negara Islam Irak, karena mereka adalah para pemimpin dan komandan kita. Mereka telah lama menyingkirkan kesedihan dan duka cita kita dengan aksi-aksi jihad mereka yang sangat ksatria.  Kita telah mengetahui mereka adalah orang-orang yang jujur, setia, tulus, dan berjihad. Maka dengarkan dan taatilah perintah mereka. Jadilah sebaik-baik tentara bagi mereka. Kalian hanya akan melihat kebaikan dari diri mereka, karena mereka adalah para ahli perang dan orang-orang yang ksatria.
     
  3. Rekam dan dokumentasikanlah aksi-aksi jihad kalian. Fokuskanlah aksi jihad kalian dengan menarget para intel, perwira militer (dan kepolisian), orang-orang Nushairiyah, dan para pemimpin mereka. Hancurkanlah rumah-rumah dan kantor-kantor partai Ba’ts. Fokuslah dalam menggarap bidang media massa dan dokumentasi, karena itu adalah bukti kejujuran aksi kalian, mungkin dalam waktu dekat kalian akan memerlukannya, insya Allah.
     
  4. Janganlah kalian menyampaikan kepada masyarakat kecuali dengan bahasa (ajaran) syariat. Janganlah kalian berkompromi (dengan musuh) dalam agama Allah. Janganlah kalian cenderung (memihak) kepada orang-orang yang zalim. Karena fase sekarang ini adalah fase pemisahan setelah jelasnya jalan perjuangan. Ketahuilah sesungguhnya kemenangan berada di tangan Allah semata, maka mintalah kemenangan kepada Allah dan yakinlah bahwa kemenangan akan dicabut apabila terjadi banyak kemaksiatan.

 

(muhib al-majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.