Antara Lelang Keperawanan dan Disertasi Zina

848

Support Us

Oleh: Mahrita Julia Hapsari, M.Pd*

(Arrahmah.com) – Netizen dibuat heboh dengan postingan selebgram Sarah Keihl. Dalam akun instagram miliknya, Sarah mengaku prihatin dengan pandemi Covid-19. Yang membuat geger, Sarah melelang keperawanannya mulai dari harga Rp 2 milyar. Dan 100% dana hasil lelang keperawanan itu untuk didonasikan kepada tenaga medis yang berjuang melawan Covid-19 (tribunnewsmaker.com, 21/05/2020).

Sontak, postingannya mendapat banyak kecaman. Pengacara kondang Hotman Paris ikut menanggapi aksi Sarah. Menurut Hotman, Sarah bisa dikenakan pasal 27 ayat 1 UU ITE, dengan hukuman 10 tahun penjara (insertlive.com, 22/05/2020).

Dr. Tirta juga menanggapi dengan sebuah gambar siklus berbentuk lingkaran. Ada kata konten, yang dihungkan dengan panah ke kata klarfikasi, berlanjut ke minta maaf, repeat, goblog, dan kembali berputar ke arah konten. Tentu hal ini seperti kesalahan yang berulang (kompastv.com, 21/05/2020).

Meskipun pada akhirnya, Sarah meminta maaf dan mengaku apa yang dia lakukan hanyalah bercanda. Namun publik sudah terlanjur geram pada aksi tabu yang dilakukannya.

Lain Sarah, lain lagi dengan Abdul Aziz. Dosen UIN Surakarta ini meraih gelar doktor di UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta. Dia membuat disertasi kontroversi yang berjudul “Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non-Marital” (wartakotalive.com, 06/09/2019).

Dalam disertasinya, Abdul Aziz membolehkan hubungan seks non-marital dengan catatan dilakukan atas dasar suka sama suka dan di tempat tertutup. Adanya kriminalisasi pelaku zina, menjadi alasan baginya untuk menulis disertasi kontroversi tersebut. Hukum rajam, cambuk, hingga penggrebekan dianggapnya sebagai kriminalisasi dan melanggar HAM.

Geleng-geleng kepala dan mengelus dada saat mengikuti kedua berita di atas. Terutama dengan pemikiran mereka yang menganggap remeh dosa zina. Sarah dan Aziz tidaklah sendirian. Ada banyak lagi yang memiliki pemikiran seperti mereka berdua, Bahkan mungkin tak sekedar pemikiran, namun sudah melakukannya.

Zina merupakan salah satu dosa besar. Dia adalah dosa besar ketiga setelah syirik dan membunuh jiwa yang suci. Zina adalah perbuatan amat buruk dan tercela, sehingga Allah Swt. mengharamkan perbuatan zina.

Sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 32: “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji.”

Perbuatan zina bisa mengantarkan pada dosa yang azabnya otomatis dilipatgandakan oleh Allah Swt. Bahkan berzina akan menjadi tiket ke neraka dalam keadaan terhina dan kekal di dalamnya. Allah bahkan menyediakan hukuman rajam dan cambuk bagi pelakunya (An-Nuur ayat 2).

Berita Terkait

Sedemikian buruknya perbuatan zina, dan kerasnya ancaman siksa dari Allah Swt. Lalu mengapa masih ada yang memiliki pemikiran lelang keperawanan atau legalisasi zina?

Pertama, hasil pendidikan sekuler yang memisahkan antara agama dan kehidupan. Ini yang membuka peluang sekelas doktor pun akan memiliki pemikiran nyeleneh, Sama saja dengan seorang selebgram. Khas manusia sekuler, sesukanyalah hidup di dunia ini, masalah akhirat itu urusan belakangan.

Demi terkenal, dibuatlah status lelang keperawanan. Demi nilai disertasi sangat memuaskan, dibuatlah karya tulis yang kontroversial. Tak ingat lagi bahwa di akhirat kelak semua akan dipertanggungjawabkan.

Kedua, kehidupan kita saat ini diwarnai oleh sistem demokrasi kapitalisme. Sistem ini berdiri di atas empat pilar kebebasan, yaitu kebebasan beragama, berpendapat, bertingkah laku dan kepemilikan. Atas dasar kebebasan berpendapat, maka siapapun merasa sah-sah saja berbicara mengeluarkan ide meskipun bertentangan dengan norma dan agama.

Ketiga, institusi yang melindungi. Keberadaan negara dalam sistem kapitalisme adalah demi melindungi kebebasan individu. Aturan-aturan yang dibuat oleh negara adalah dalam rangka mengakomodir kebebasan individu. Maka, jangan heran jika pemikiran lelang keperawanan akan save dan ada yang mendukung. Jika pun ada hukuman seperti UU ITE, itu hanya berlaku jika ada yang melaporkan. Jika tidak ada yang melaporkan, maka bebas berpendapat dan melakukan apapun.

Tentu kita tak bisa membiarkan pemikiran menganggap enteng dosa zina ini terus bercokol di muka bumi. Karena dimulai dari pemikiran akan lahir perbuatan. Jika sudah zina merajalela, maka kita mengijinkan Allah menurunkan azab untuk kita. Nau’udzubillahi min dzaalik.

Perlu sistem Islam kaffah untuk mengembalikan manusia pada fitrah penciptaannya. Sebagai hamba Allah yang berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah, mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita.

Sistem Islam kaffah meletakkan pondasi keimanan bagi manusia untuk berpikir dan bertingkah laku. Maka ada celah untuk mengumbar kebebasan yang bertentangan dengan syariat Allah. Masyarakat yang beramar ma’ruf nahiy munkar bisa mencegah individu untuk bermaksiat.

Keberadaan sistem Islam yang menerapkan syariat Islam secara kaffah akan memastikan suasana keimanan dan masyarakat yang berlomba-lomba dalam kebaikan. Sistem sanksi yang tegas akan mencegah dan memberi efek jera bagi pelaku maksiat juga anggota masyarakat yang lain. Wallahu a’lam.

*) Pemerhati pendidikan

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Tentara 'Israel' luncurkan latihan militer skala besar di dekat Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Tentara pendudukan "Israel" melancarkan latihan militer skala besar di dekat Jalur Gaza yang diduduki, yang telah dikepung ketat oleh "Israel" selama 14 tahun, media lokal melaporkan. Menurut situs berita "Israel"…

Agen CIA tewas dalam operasi memerangi Mujahidin di Somalia

SOMALIA (Arrahmah.com) – Seorang agen Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meninggal dalam sebuah operasi mata-mata di Somalia pada akhir pekan lalu. Menurut New York Times, Rabu (25/11/2020), agen CIA itu dilaporkan…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Lakukan aksi mogok makan selama 103 hari demi bisa keluar dari penjara

JENIN (Arrahmah.com) - Mantan tahanan "Israel" asal Palestina, Maher Al-Akhras, berhasil bebas dari penjara. Otoritas "Israel" membebaskan Al-Akhras pada Kamis (26/11/2020), setelah ia melakukan mogok makan selama 103 hari. "Tekad saya…

Kapolres Bogor Bantah Habib Rizieq Kabur dari Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Kapolres Kota Bogor Kombes Hendri F membantah Habib Rizeq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi Bogor. Ia menegaskan, Habib Rizieq pulang, bukan kabur. "Meninggalkan rumah sakit, kategori kabur bukan. Siapa yang…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

30 pasukan Afghan tewas digasak bom di Ghazni

KABUL (Arrahmah.com) - Sebuah pemboman mobil di provinsi tengah Afghanistan, Ghazni, menewaskan sedikitnya 30 anggota pasukan keamanan Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), kata para pejabat, dan korban dapat meningkat mengingat intensitas…

Serangan roket hantam kilang minyak di Irak utara

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Sebuah roket menghantam kilang minyak kecil di Irak utara pada Ahad (29/11/2020), menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar dan memaksa operasi dihentikan total setelah api menyebar ke jaringan pipa…

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Iklan