Berita Dunia Islam Terdepan

8 Tips berpuasa bagi penderita maag

451

Support Us

(Arrahmah.com) – Puasa tinggal menghitung hari, tak lama lagi umat Muslim di seluruh dunia akan bertemu dengan bulan Ramadhan di mana kewajiban berpuasa harus dilaksanakan bagi yang sudah baligh dan mampu selama satu bulan penuh.

Sayangnya, ada beberapa golongan orang yang sudah meniatkan diri untuk dapat menjalankan ibadah puasa mamun harus terkendala dengan beberapa masalah, di antaranya masalah kesehatan. Salah satunya adalah mereka yang mengalami masalah dengan lambung atau yang umumnya dikenal sebagai maag oleh masyarakat.

Penyakit maag dan penderita penyakit lambung lainnya memang tidak bisa membiarkan pola makan berantakan. Membiarkan perut kosong tanpa diisi dengan makanan dalam jangka waktu yang lama akan mungkin membuat penyakit ini kambuh sewaktu-waktu. Seperti gejala perih dan nyeri pada lambung seperti ditusuk-tusuk, juga tak jarang mual dan muntah pun muncul. Akan tetapi, keinginan besar untuk menjalankan ibadah wajib sudah menggebu-gebu. Bagaimana solusinya? Berikut ini delapan tips bagi penderita lambung bermasalah agar tetap bisa menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dengan sehat:

******

  1. Konsultasi dengan dokter

Menurut dokter, ada penderita lambung bermasalah yang malah bagus bagi sakit yang dideritanya bila menjalankan ibadah puasa. Tetapi, tidak semua penderita penyakit lambung diperbolehkan berpuasa. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan penderita penyakit lambung sebelum memutuskan menjalani ibadah puasa adalah berkonsultasi dengan dokter. Dengan demikian, dokter bisa menyarankan hal terbaik bagi penderita sehingga proses penyembuhan penyakit tidak terganggu.

  1. Tetap melaksanakan sahur dan buka puasa

Melaksanakan sahur sangat dianjurkan bagi siapapun yang hendak menjalani ibadah puasa. Dengan melaksanakan sahur, tubuh dapat menyimpan energi untuk bertahan selama jam berpuasa hingga berbuka. Makanlah mendekati waktu imsak saat sahur, dan segera berbuka saat maghrib. Hindarilah makanan atau minuman yang bisa memicu kenaikan asam lambung, seperti makanan berlemak, mengandung banyak gas, minuman yang asam, bersoda dan mengandung kafein. Sebaiknya, makanlah kurma. Kurma adalah sumber karbohidrat, serat, potasium dan magnesium.

  1. Tetap minum obat bagi yang berpenyakit kronis

Orang yang menderita sakit kronis sebaiknya tetap meminum obat yang diberikan oleh dokter disaat menjalankan ibadah puasa. Obat diminum ketika sahur, waktu berbuka puasa dan sebelum tidur. Hindari obat-obatan yang bisa mengiritasi lambung, seperti obat anti-nyeri non-steroid.

  1. Tetap melakukan ibadah Sunnah seperti shalat tarawih

Di bulan Ramadhan, biasanya umat Islam disamping melaksanakan kewajiban berpuasa tetapi juga melaksanakan ibadah-ibadah Sunnah, seperti shalat tarawih. Gerakan-gerakan shalat yang benar dan tertib dapat membantu proses penyembuhan penyakit.

  1. Banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan

Untuk asupan nutrisi yang lengkap, setiap orang butuh mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Akan tetapi, sayur-sayuran yang mengandung gas tinggi seperti kubis atau kol dan kembang kol, serta buah-buahan yang memiliki kandungan asam tinggi tidak dianjurkan bagi penderita penyakit lambung.

  1. Perbanyak minum air di waktu sahur dan berbuka

Jangan pernah malas untuk minum air. Kekurangan air bukan hanya menjadi masalah bagi penderita penyakit lambung, namun juga dapat menimbulkan masalah bagi organ tubuh lainnya. Minum air yang banyak dapat membantu kelancaran pencernaan dan peredaran darah.

  1. Tidur yang cukup dan tidak berlebihan

Di bulan puasa orang-orang akan bangun lebih dini untuk makan sahur. Meskipun demikian tidaklah berbahaya bagi kondisi tubuh. Tidurlah yang cukup di malam hari sehingga tubuh tidak terlalu letih di siang hari. Hindari tidur berlebihan dan di waktu-waktu yang tidak baik untuk tidur seperti setelah shalat subuh, tidur pagi, setelah shalat ashar, setelah shalat maghrib dan setelah makan.

  1. Hindari stress

Beberapa penelitian menyatakan bahwa stress dapat menyebabkan peningkatan asam lambung. Sebaliknya, optimisme dapat mempercepat kesembuhan (in syaa Allah).

 

Dari berbagai sumber

(siraaj/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah