Berita Dunia Islam Terdepan

6 Ramadhan: Pembebasan Wilayah Sindh

345

Support Us

(Arrahmah.com) – Tanggal 6 Ramadhan 92 H, Muhammad bin al-Qasim berhasil mengalahkan pasukan Hindustan di Sungai Indus. Kemenangan itu sekaligus menandai takluknya wilayah Sindh (sekarang: Pakistan dan India Barat).

Keberangkatan kaum muslimin menuju Sindh didahului dengan pengangkatan Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi sebagai Gubernur Irak. Hajjaj meminta izin kepada Khalifah al-Walid bin Abdul Malik untuk menyiapkan pasukan menuju wilayah Hindustan dan Sindh.

Keberangkatan pasukan ini dipicu pembajakan delapan buah kapal yang berisi anak-anak dan wanita-wanita muslimah oleh perompak di dekat Debal. Salah seorang dari rombongan tersebut berhasil menyelamatkan diri dan melapor kepada Hajjaj. Hajjaj mengirim surat protes keras kepada Raja Dahir. Ia meminta tawanan dibebaskan, perbendaharaan kapal yang hilang diganti kerugiannya, dan para perompak itu dihukum. Namun Dahir menolak permintaan Hajjaj. Hajjaj pun meresponnya dengan mengirimkan angkatan militer.

Pada pemberangkatan yang pertama, Hajjaj mengirimkan pasukan di bawah pimpinan Abdullah bin Nabhan as-Silmi menuju Debal. Abdullah bin Nabhan gugur dalam misi tersebut. Kemudian ia mengirim Budail bin Thahfah al-Bajali membawa 3000 pasukan. Ia pun gugur. Hajjaj bersedih atas wafatnya panglimanya itu.

Berikutnya, Hajjaj menunjuk Muhammad bin al-Qasim ats-Tsaqafi sebagai panglima pasukan. Saat itu, umur Muhammad bin Qasim baru 17 tahun. Panglima muda ini segera menggerakkan pasukannya menuju Kota Shiraz. Guna menyempurnakan persiapan. Dari sana, Muhammad bin al-Qasim berangkat bersama 12.000 pasukan menuju Makran (sekarang: masuk wilayah Iran dan Pakistan). Kemudian menuju Fanzabur. Lalu Armail. Dari tempat terakhir itulah ia menyerang wilayah Debal. Pasukan kaum muslimin menyerang benteng mereka. Hingga Muhammad bin al-Qasim berhasil masuk ke dalam benteng.

Berita Terkait

Setelah berhasil menguasai Debal, kaum muslimin beranjak menuju Neron (sekarang: Hyderabad, India). Mereka melintasi Sungai Indus selama enam hari. Setelah itu bergerak menuju Suristan. Sebuah kota yang dipagari benteng yang tinggi. Tapi, Muhammad al-Qasim berhasil menaklukkannya. Setelah itu, ia menaklukkan Suisse. Kemudian kembali ke Neron.

Keberhasilan itu mengantarkan Muhammad al-Qasim melintasi Sungai Mehran untuk menghadapi Dahir, Raja Sindh. Kemudian ia melanjtukan perjalanan ke daerah Jeyur dan menempatkan pasukannya di dekat sungai. Di sana, kaum muslim berperang selama 7 hari. Pasukan Sindh, yang dipimpin oleh Dahir mengerahkan gajah-gajah mereka untuk berperang. Tak kurang dari 60 gajah menyesaki medan tempur. Pertempuran sengit itu diakhiri dengan kemenangan kaum muslimin.

Kaum muslimin mengejar pasukan Dahir yang lari tunggang langgang. Sampai mereka tiba di Benteng Raur. Kaum muslimin berhasil menaklukkan benteng tersebut. Selanjutnya, Muhammad bin al-Qasim juga menaklukkan Kota Dahlilah.

Tidak berhenti sampai di situ, Ibnu al-Qasim terus bergerak menuju Brahmanabad (Mansura) dan berhasil menguasainya. Ia terus bergerak dan terus menguasai berbagai wilayah. Hingga mencapai Kashmir. Dari wilayah-wilayah yang dikuasai, ada dengan cara damai. Ada pula yang dengan peperangan. Kota terpenting yang dikuasai adalah Kota Multan (sekarang wilayah Pakistan). Pada masa berikutnya, wilayah-wilayah ini berada di bawah kekuasaan Khilafah Islamiyah. Sayangnya, tidak dalam waktu yang lama. Tidak lebih dari 30 tahun saja.

 

Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)

(fath/kisahmuslim/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Berdalih dihujani roket Palestina, Zionis lancarkan serangan udara di Gaza

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas roket yang ditembakkan dari Palestina ke dalam wilayahnya, militer Zionis mengklaim pada Minggu (22/11/2020). Tidak dilaporkan adanya…

DPR: Baliho HRS Urusan Satpol PP

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya mengatakan penurunan baliho bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) merupakan ranah dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Maka dari…

"Israel" klaim telah menghantam target militer rezim Asad dan Iran di Suriah

GOLAN (Arrahmah.com) - "Israel" mengatakan pihaknya melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target pasukan rezim Suriah dan Pasukan Quds Iran di Suriah pada Rabu (18/11/2020) setelah alat peledak ditanam di Dataran Tinggi Golan yang…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Azerbaijan: Armenia ubah kota Aghdam menjadi puing-puing

AGHDAM (Arrahmah.com) - Penduduk Aghdam, yang diduduki Armenia selama 27 tahun, mengatakan pada Sabtu bahwa kota itu berubah menjadi kota yang hancur. Di Aghdam, tempat tentara Armenia mundur pada 20 November, hampir tidak ada bangunan…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

SITE lansir AQIM tunjuk pemimpin baru

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Kelompok Al-Qaeda di Maghrib Islam (AQIM) telah memilih pemimpin baru untuk menggantikan Abdelmalek Droukdel, yang dilaporkan terbunuh pada bulan Juni oleh pasukan Prancis, kelompok pemantau yang berbasis di…

Iklan