Berita Dunia Islam Terdepan

5 Ramadhan: Kisah Duka dari Kota Lod, Palestina

346

Support Us

(Arrahmah.com) – Bulan Ramadhan menyimpan sejarah bahagia dan duka. Ada peristiwa kemenangan dan ada juga kehilangan. Pada tanggal 5 Ramadhan, sejarah Islam mencatatkan halaman kelamnya. Ketika penjajah Zionis Yahudi melakukan pembantaian terhadap penduduk Kota Lod, Palestina. Peritiwa ini terjadi di sore hari 5 Ramadhan 1367 H bertepatan dengan 11 Juli 1948 M. Pasukan pembantai ini dipimpin oleh seorang zionis, Moshe Dayan.

Sore itu, rentetan gemuruh peluru memecah keheningan menuggu waktu berbuka. Yahudi menyerang dua kota; Lod dan Ramallah. Dengan kejamnya mereka membunuhi penduduk Palestina di tengah jalan. Antara Yafa dan Quds.

Tanggal 10 Juli, Ben Gurion (perdanan menteri pertama “Israel”), menunjuk Yigal Alon sebagai komandan untuk menyerang Kota Lod dan Ramallah. Sedangkan Yitzhak Rabin sebagai wakilnya. Yagil Alon diperintahkan untuk memulai serangan dari udara. Inilah pertama kalinya Yahudi menyerang pemukiman Palestina melalui serangan udara. Serangan udara itu diikuti dengan serangan dari darat pula. Langsung ke jantung kota. Hal ini menyebabkan relawan kemanusiaan dan pasukan perdaimaian Arab berjaga-jaga di pinggiran Lod. Tapi, Inggris menginstruksikan agar mereka angkat kaki dari sana.

Setelah pasukan dan relawan itu beranjak dari pos-pos mereka di Lod, kota ini dijaga oleh pemuda-pemuda sipilnya dengan senjata ala kadarnya. Mereka berjaga di masjid kota. Setelah berperang hanya dalam hitungan jam, penduduk pun kehabisan amunisi dan dipaksa untuk menyerah. Sejurus kemudian, zionis Yahudi masuk ke masjid dan membantai mereka di sana.

Pasukan Yahudi berusaha menaklukkan kota dengan berbagai cara. Mereka masuk kota dengan dua brigade pasukan. Satu brigade memasuki kota pada pukul 10 pagi dari arah selatan melalui desa Annabah. Dan brigade yang kedua masuk melalui sisi Barat Daya. Dengan cepat pasukan ini menguasai bandara kota. Jatuhnya bandara menyebabkan terisolasinya kota. Strategi ini memastikan Kota Lod dan Ramallah tak mendapat suplai dari luar. Baik suplai logistik perang atau bahan makanan. Akhirnya kedua kota ini pun dikuasai penuh. Para aktivis tak mampu menahan serangan artileri dan tank-tank Yahudi.

Yahudi mulai menghujani pemukiman padat penduduk dengan bom-bom dan peluru.

Berita Terkait

Zionis Yahudi terus memberikan tekanan sepanjang pertempuran. Fokus serangan mereka tertuju pada Kota Lod. Serangan intens terjadi di siang hari di sisi timur Desa Daniel. Pejuang muslim di kota itu memberikan perlawanan. Setelah satu jam setengah pertempuran berlangsung, Zionis kehilangan 60 orang tentaranya. Namun logistik perang yang minim membuat pejuang kota kembali kehabisan senjata. Kemudian Zionis meluncurkan pasukan serangan lain, yang lebih besar dan didukung oleh kendaraan lapis baja. Mereka menembaki siapapun, tak peduli perempuan, orang tua dan anak-anak.

Setelah itu, tentara Zionis menyerang markas pasukan Yordania di Kota Lod. Tindakan ini memicu kemarahan penduduk. Mereka mengekspresikan emosi mereka dengan turun ke jalan. Menanggapi aksi masa itu, pemerintah Zionis menginstruksikan tentara-tentara untuk menghabisi semua yang turun ke jalan. Tak ayal, 250 nyawa penduduk Palestina melayang seketika. Peristiwa pembantaian ini menjadi pembunuhan masal dalam jumlah besar dan waktu tercepat dalam sejarah.

Moulay Cohen mencatat kengerian yang luar biasa dalam tragedi pembantaian di Kota Lod dan Ramallah ini. Ia menyebut peristiwa yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang dan pengungsian ini dengan kejahatan perang.

Total korban dalam peristiwa ini mencapai 426 orang. Termasuk 176 orang yang tewas di Masjid Dahmash pada serangan hari pertama. Catatan lainnya menyebutkan 335 orang tewas. Termasuk 80 orang di Masjid Dahmash.

Semoga Allah Ta’ala menjaga kaum muslimin di Palestina dan negeri-negeri lainnya.

Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)

(fath/kisahmuslim/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Rusia hentikan PBB daftar hitamkan milisi Libya

NEW YORK (Arrahmah.com) - Rusia pada Jumat (20/11/2020) menghentikan komite Dewan Keamanan PBB dari mendaftarhitamkan kelompok milisi Libya dan pemimpinnya atas pelanggaran hak asasi manusia. Rusia berceloteh ingin melihat lebih banyak…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Lima napi tewas setelah pelarian diri massal dari penjara Libanon

BEIRUT (Arrahmah.com) - Pihak berwenang di Libanon telah melancarkan operasi pengejaran setelah hampir 70 narapidana melarikan diri dari penjara setelah mendobrak pintu sel mereka dan menyerang penjaga penjara. Pembobolan penjara massal…

"Israel" klaim telah menghantam target militer rezim Asad dan Iran di Suriah

GOLAN (Arrahmah.com) - "Israel" mengatakan pihaknya melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target pasukan rezim Suriah dan Pasukan Quds Iran di Suriah pada Rabu (18/11/2020) setelah alat peledak ditanam di Dataran Tinggi Golan yang…

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Obama akui gagal 'tangani' Suriah

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Mantan Presiden AS Barack Obama telah mengakui bahwa pemerintahannya gagal menangani "tragedi Suriah" selama masa kepresidenannya. Dalam wawancara dengan saluran Jerman NTV , Obama mengungkapkan: "Di bidang…

Berdalih dihujani roket Palestina, Zionis lancarkan serangan udara di Gaza

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas roket yang ditembakkan dari Palestina ke dalam wilayahnya, militer Zionis mengklaim pada Minggu (22/11/2020). Tidak dilaporkan adanya…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

Iklan