Usai Bertemu Taliban, Menlu Iran Minta Taliban Inklusif

0 283

TEHERAN (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif bertemu dengan delegasi Taliban di Teheran. Dalam pertemuan tersebut, Zarif mendorong pembentukan pemerintah yang inklusif di Afghanistan.

Pada Ahad (31/1/2021), sebagaimana dilansir Anadolu Agency, dalam pertemuan tersebut Zarif mengatakan pemerintahan Afghanistan yang baru harus membuat semua kelompok etnik dan politik ikut berpartisipasi dalam pemerintahan.

Iklan

“Keputusan politik tidak bisa dibuat dalam kevakuman kekuasaan dan pembentukan pemerintahan yang inklusif harus dilakukan dalam proses partisipatif dan dengan memperhatikan struktur fundamental, institusi dan hukum, seperti Konstitusi (Afghanistan),” kata Zarif dalam pernyataannya.

Menlu Iran itu juga mengungkapkan kesiapannya memfasilitasi dialog antara pemerintah Afghanistan, Taliban, dan kelompok Afghanistan lainnya.

Delegasi Taliban yang dipimpin wakil ketua kelompok tersebut, Mullah Ghani Baradar. Tiba di Teheran pada Selasa (26/1) atas undangan dari Iran untuk berbicara dengan Pemerintah Iran.

Pada Rabu (27/1), mereka menggelar pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Tertinggi Iran, Ali Shamkhani. Dalam pertemuan itu Shamkhani menuduh Amerika Serikat (AS) menciptakan kebuntuan dalam perundingan damai antar kelompok Afghanistan.

Pejabat tinggi keamanan Iran itu menyerukan keterlibatan semua kelompok Afghanistan dalam menentukan nasib mereka sendiri. Ia mengatakan Teheran tidak akan mengakui kelompok mana pun yang ingin merebut kekuasaan melalui perang.

Kunjungan delegasi Taliban ke Iran ini dilakukan di tengah putaran kedua perundingan damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban di Doha, Qatar. Perundingan tersebut tidak menghentikan kekerasan di Afghanistan.

Dalam beberapa tahun terakhir kontak antara Iran dan Taliban semakin sering terjadi. Petinggi-petinggi kelompok tersebut kerap mengunjungi Teheran dan bertemu pejabat Iran. Beberapa tahun terakhir Iran menyerukan struktur politik Afghanistan di masa depan inklusif dan mendorong pasukan AS keluar dari negara itu. (Hanoum/Arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya