BMKG: Dentuman di Malang dan Surabaya Bukan Karena Gempa

0 369

SURABAYA (Arrahmah.com) – Warga Surabaya dan Malang dikejutkan oleh suara dentuman keras yang terjadi pada Rabu (3/2/2021).  Suara itu tidak diketahui asal muasalnya.

Atas peristiwa itu, sosial media dipenuhi dengan pertanyaan. Beberapa pihak mendeskripsikan dentuman itu seperti suara ledakan yang cukup besar. Warga yang tidak mengetahui asal muasalnya pun kebingungan bahkan ketakutan.

Iklan

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan, tidak ada aktivitas kegempaan di wilayah Malang.

”Sementara yang bisa kami infokan, berdasarkan data sensor di Malang, Tretes, dan Gedangan, tidak menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan,” ujar Teguh, Rabu (3/2).

Hal yang sama juga terjadi untuk aktivitas sambaran petir. Mengingat, saat ini sedang musim hujan.

”Demikian pula dari data aktivitas sambaran petir juga tidak menunjukkan anomali peningkatan untuk wilayah Malang Raya,” tambah Teguh.

Ketika ditanya kemungkinan penyebab lain, Teguh mengaku belum mengetahui.

”Dari alam bisa, alat militer bisa, aktivitas tambang juga bisa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Stasiun Geofisika Malang Ma’muri mengatakan, berdasar data sensor seismik di Malang, Tretes, dan Gedangan, pada Rabu pukul 00.00 sampai 03.00 WIB, tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan.

”Sampai saat ini, kami masih belum jelas kepastian sumber suara dentuman tersebut,” kata Ma’muri seperti dilansir dari Antara di Kabupaten Malang.

”Tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan yang tercatat, juga tidak melihat adanya aktivitas sambaran petir, yang menunjukkan anomali, atau peningkatan aktivitas,” lanjutnya.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Nia Haerani saat dikonfirmasi menambahkan, pihaknya juga masih belum bisa mengetahui sumber asal dentuman yang terjadi di Malang dan sekitarnya.

Berdasar data PVMBG, gunung yang tengah mengalami erupsi adalah Gunung Raung, di wilayah Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Namun Nia tidak bisa memastikan apakah suara dentuman yang terdengar di Malang dan Pasuruan berasal dari Gunung Raung.

Gunung Raung berjarak kurang lebih 156 kilometer dari Kota Malang. Berdasar laporan masyarakat, lanjut Nia, suara erupsi Gunung Raung terdengar hingga Banyuwangi, yang berjarak kurang lebih 20 kilometer.

Sementara itu, Koordinator Bidang Kehumasan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jasyanto mengaku, tidak menemukan laporan khusus mengenai peristiwa di wilayah Malang dan sekitarnya.

”Sudah kita cek di situs pemantauan benda jatuh, tidak ada meteor,” pungkasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya