Mantan Wakil Ketua Umum PBNU: "Jangan biarkan Abu Janda manfaatkan nama besar NU"

0 263

JAKARTA (Arrahmah.com) – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun 2010-2015 KH As’ad Said Ali menanggapi tingkah Abu Janda yang kerap menggunakan atribut NU, tapi sering membuat gaduh umat Islam di media sosial.

Akhir-akhir ini Abu Janda kembali ramai diperbincangkan akibat cuitannya yang menyebut bahwa Islam adalah agama arogan serta pernyataan rasisme lainnya yang ia tujukan kepada Natalius Pigai.

Iklan

“Sebagai warga Nahdliyin, saya menyarankan sudah saatnya PBNU secara resmi bersikap tegas terhadap Abu Janda. Dia memanfaatkan nama besar NU untuk kepentingan pribadi, jangan dibiarkan karena akan merusak keutuhan NU,” kata KH As’ad, pada Sabtu (30/1/2021).

KH As’ad juga menambahkan bahwa fikrah dan akhlak Abu Janda tidak sesuai dengan fikrah Nahdlatul Ulama. Namun, karena ia pernah menggunakan atribut Banser, maka masyarakat menganggap ia bagian dari NU.

“Persoalannya, dia (Abu Janda) sudah terlanjur pernah memakai seragam Banser di media dan publik menyangka dia bagian dari NU. Padahal fikrah dan akhlaknya bukan pengikut Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah),” tegas Kiai As’ad, sebagaimana dilansir NU Online.

Baca Juga

Kerusakan provokasi yang ditimbulkan akibat ulah Abu Janda di lingkungan NU selama ini cukup besar. Beberapa pondok pesantren, merasa terusik. Bahkan ada yang menjauhi struktur NU. Sebab hal-hal yang selalu disampaikan Abu Anda bertolak belakang dengan fikrah An-Nahdliyah.

“Saya mensinyalir ada Abu Janda-Abu Janda lain yang berpura pura membela NU melalui media sosial tetapi sesungguhnya musang berbulu domba,” terang Kiai As’ad.

Sebelumnya, Kiai As’ad, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PP GP Ansor, sempat mempertanyakan mengenai Abu Janda kepada pimpinan Ansor. Hal itu dipertanyakan setelah Abu Janda selalu bicara ngawur tentang NU di saluran televisi.

“Kesimpulan saya dia penyusup ke dalam Ansor atau NU, sehingga perlu ditelusuri kenapa bisa ikut pendidikan kader Ansor atau Banser,” tegas Kiai As’ad.

Setelah dicek, ternyata tidak ada satu pun rekomendasi dari cabang atau wilayah Banser, sesuai dengan persyaratan untuk diterima sebagai peserta kaderisasi Ansor. Menurut Kiai As’ad, Abu Janda diterima atas rekomendasi seorang tokoh NU.

“Saya kira dengan pertimbangan prasangka baik dan tidak mengecek latar belakang siapa sebenarnya Abu Janda,” pungkasnya. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya