Aplikasi Salaat First Dituduh Jual Data Ke Militer AS

0 69

LONDON (Arrahmah.com) – Aplikasi populer lainnya yang membantu kaum muslim dunia melihat waktu sholat kembali dilaporkan menjual data lokasi pengguna ke perusahaan teknologi yang memiliki hubungan dengan militer Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana dilansir Middle East Monitor (12/1/2021), aplikasi ‘Salaat First’ menjual data lokasi pengguna ke Predicio, Senin (11/1).

Iklan

Predicio merupakan perusahaan asal Prancis, yang sebelumnya menjadi bagian dari rantai pasokan data kompleks, yang melibatkan kontraktor pemerintah AS dan bekerja dengan FBI, ICE, maupun Bea Cukai, dan Perlindungan Perbatasan.

“(Data pengguna) Dilacak sepanjang hari dan memberikan banyak informasi. Seharusnya data itu tidak dapat digunakan melawan pengguna, terutama jika pengguna tidak menyadarinya,” kata sumber yang dikutip Middle East Monitor.

Hingga kini, Salaat First tercatat relah menjual data pengguna di Android, di mana aplikasinya telah diunduh lebih dari 10 juta kali.

Pengembang aplikasi, Hicham Boushaba, menolak menanggapi tersebut. Meski demikain, ia mengatakan kepada Motherboard jika pengumpulan data hanya dimulai jika aplikasi diunduh di Inggris, Jerman, Prancis, atau Italia.

Boushaba mengonfirmasi aplikasi tersebut mengirimkan data lokasi pengguna ke Predicio. Tetapi ia juga mengatakan telah memutuskan untuk mengakhiri perjanjian pada 6 Desember 2020, menyusul skandal yang melibatkan aplikasi doa Muslim populer, Muslim Pro.

Seorang juru bicara Google memberi tahu, Play Store melarang penjualan data pribadi atau sensitif yang dikumpulkan melalui aplikasi Play.

“Kami menyelidiki semua klaim yang terkait dengan aplikasi yang melanggar kebijakan kami, dan jika kami mengonfirmasi adanya pelanggaran, kami akan mengambil tindakan,” ujar juru bicara tersebut.

Predicio telah menghapus situs webnya, setelah laporan artikel itu muncul. Mereka juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan tidak mendukung penggunaan data bagi pemerintah, komersial, atau pribadi yang bertujuan untuk data intelijen dan mengidentifikasi etnis, agama, maupun kelompok politik, utamanya pelacakan manusia atau identifikasi orang dalam bentuk apa pun. (Hanoum / Arrahmah.com)

Iklan

Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya