Hadapi Musim Dingin, Pengungsi Suriah Membeku Tanpa Pakaian Memadai

0 97

IDLIB (Arrahmah.com) – Warga Suriah yang tinggal di kamp pengungsian yang berada di Idlib utara keadaannya semakin menderita karena kondisi cuaca buruk. Mereka tidak bisa mendapatkan pakaian yang mereka butuhkan untuk sekedar menghangatkan diri dan agar tidak membeku.

“Bantuan tidak mencukupi. Kami tidak memiliki apa pun untuk memenuhi kebutuhan kami,” papar Muhammad al Ibrahim, seorang pengungsi yang tinggal di kamp pengungsian Hass, kepada Enab Baladi (7/1/2021).

Iklan

Ibrahim mengatakan bahwa seseorang membutuhkan mantel, sepatu, pakaian dalam, dan pakaian luar, dengan biaya tidak kurang dari 50 Lira Turki (6,8 USD).

Angka senilai ini sangat mahal bagi seorang pengungsi. Dia menambahkan, “Kami tidak pernah menerima bantuan musim dingin. Sebenarnya bantuan pernah datang sekali. Setahun yang lalu, seorang pendonor memberi setiap anggota keluarga satu set pakaian musim dingin. Namun, itu tidak cukup untuk membuat mereka tetap hangat.”

Lain halnya dengan Khaled Darwish yang tinggal di kamp penungsi lain. Menurutnya, warga kamp di tempat yang dia tinggali tidak pernah memperoleh bantuan sama sekali.

Darwish memberi tahu Enab Baladi bahwa mereka tidak mampu membeli pakaian musim dingin. “Saya, seperti banyak pengungsi, tidak dapat membeli apa yang membuat saya hangat, baik untuk diri saya sendiri maupun untuk anak-anak saya.”

“Secara umum, para pengungsi membutuhkan setidaknya tiga hingga empat pakaian ganti. Namun, dalam kasus Suriah, keluarga hampir tidak bisa mendapatkan satu pakaian ganti per tahun,” ungkap direktur kantor Asosiasi Bantuan Kemanusiaan Ataa di Sarmada, Moaz Baqbish, kepada Enab Baladi.

Menurut Baqbish, bantuan tersebut biasanya ditujukan pada anak-anak. Dia menyoroti bahwa bantuan musim dingin tidak akan pernah dapat memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa kurangnya bantuan musim dingin, yang hanya mencapai 250.000 dari 1,5 juta orang, membuat pengungsi semakin menderita. Tak jarang mereka menyalakan api di dalam kamp yang akhirnya menyebabkan kebakaran di tenda. (Hanoum/Arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah