Dukung CAR, Rusia kirim 300 tentara

0 453

BANGUI (Arrahmah.com) – Rusia telah mengirim 300 instruktur militer tambahan ke Republik Afrika Tengah (CAR) untuk menangani apa yang oleh kementerian luar negerinya disebut sebagai “degradasi keamanan yang tajam”.

Dikatakan, pemerintah CAR yang diancam oleh kelompok pemberontak menjelang pemilihan presiden Ahad mendatang, telah meminta bantuan.

Iklan

Mantan Presiden François Bozizé membantah telah merencanakan kudeta.

Penjaga perdamaian PBB mengatakan gerakan pemberontak telah dihentikan.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov mengatakan militer Rusia tidak terlibat dalam pertempuran di CAR dan bahwa instruktur militer “bukan tentara atau pasukan khusus”.

Namun juru bicara pemerintah CAR, yang dikutip oleh kantor berita AFP, mengatakan Rusia telah mengirim “beberapa ratus tentara dan senjata berat” untuk mendukung pemerintah.

Juru bicara, Ange Maxime Kazagui, mengatakan pasukan Rusia telah diundang sebagai bagian dari perjanjian bilateral, AFP melaporkan (22/12/2020).

Penjaga keamanan swasta Rusia telah bekerja di CAR memberikan keamanan bagi pemerintah dan membantu melindungi aset ekonomi utama.

Rwanda, yang memiliki pasukan yang bertugas dalam misi PBB di CAR, juga telah mengumumkan akan meningkatkan jumlah mereka untuk mendukung pemerintah.

Pasukan yang baru dikerahkan akan memiliki “aturan keterlibatan yang berbeda yang akan memungkinkan mereka untuk melindungi pasukan kami dari serangan, dan melindungi warga sipil”, kata Presiden Rwanda Paul Kagame.

Setidaknya 750 tentara dan polisi Rwanda telah beroperasi di bawah pasukan penjaga perdamaian PBB Minusca.

Pasukan Minusca juga telah dikerahkan di luar ibu kota, Bangui, “untuk memblokir unsur-unsur bersenjata”, lapor AFP mengutip juru bicara PBB.

Presiden CAR Faustin Archange Touadéra bersikeras pemilihanpada Ahad (27/12) akan dilanjutkan, mengatakan kehadiran tentara dan penjaga perdamaian PBB berarti orang tidak perlu takut.

Tapi partai oposisi, termasuk Bozizé, telah menyerukan agar pemungutan suara ditunda “sampai perdamaian dan keamanan terwujud kembali”. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah