Erdogan: Sanksi AS 'remehkan' Turki

0 825

ISTANBUL (Arrahmah.com) – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Jumat (11/12/2020) bahwa sanksi AS terhadap Turki atas pembelian misil S-400 buatan Rusia akan meremehkan negaranya. Pesan ini muncul setelah sejumlah sumber mengungkapkan Washington siap untuk mengambil langkah yang akan membuat hubungan kedua negara bertambah tegang.

Laporan sanksi AS ini datang ketika para pemimpin Uni Eropa pada pertemuan puncak membahas sanksi terpisah terhadap pejabat Turki atas eksplorasi gas di bagian Mediterania yang disengketakan.

Iklan

Kedua perkembangan tersebut – contoh hubungan Erdogan yang telah lama tegang dengan sekutu Barat – telah menimbulkan kecemasan di kalangan investor. Pergerakan AS, lebih awal dari yang diharapkan dan berpotensi lebih luas cakupannya, cenderung memiliki dampak langsung yang lebih besar.

Langkah-langkah AS di bawah Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) akan diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump saat Presiden terpilih Joe Biden bersiap untuk menjabat pada 20 Januari.

“Bagi Amerika untuk bangkit dan menghadapi Turki dengan masalah seperti CAATSA sama dengan meremehkan mitra NATO yang sangat penting,” lapor Anadolu mengutip ucapan Erdogan.

Dalam pidato selanjutnya kepada para pejabat dari Partai AK, Erdogan mengambil nada yang lebih berdamai, menyerukan kepada politisi AS dan UE untuk “melepaskan diri dari pengaruh lobi anti-Turki”.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan dengan dialog dan kerjasama,” ujarnya.

Lira, yang telah mencapai serangkaian rekor terendah dan termasuk mata uang dengan perkembangan terburuk di pasar negara berkembang tahun ini, melemah melewati 8 dolar untuk pertama kalinya dalam dua minggu. Depresiasi mata uang sebesar 25% telah memperburuk dampak ekonomi dari pandemi virus corona tahun ini.

Ankara memperoleh pertahanan darat-ke-udara S-400 pada pertengahan 2019 dan mengatakan mereka tidak menimbulkan ancaman bagi sekutu NATO. Washington tidak setuju, dan tahun lalu menghapus Turki dari program jet F-35. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya