Berita Dunia Islam Terdepan

Jazuli: Jangan Sampai TNI Terjebak Politik Praktis

211

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat. Jangan sampai TNI terjebak dalam politik praktis yang mana hal itu menjauhi atau menyimpangi semangat reformasi.

“Reformasi menempatkan TNI sebagai kekuatan pertahanan untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI. Tugas utamanya perang melawan musuh negara yang mengancam kedaulatan, kelompok sparatis, dan kekuatan asing yang mengancam. Sehingga mohon jangan sampai sikap, kata, dan tindakannya terjebak politik praktis menyangkut dinamika politik di dalam masyarakat,” ungkap Jazuli, Sabtu (21/11/2020), lansir Teropong Senayan.

Menurut Jazuli, dinamika yang terjadi di masyarakat biar diselesaikan oleh otoritas sipil, karena dinamika itu menyangkut rakyat sendiri yang merupakan anak kandung NKRI.

Dia menambahkan, kalaupun ada pelanggaran ketertiban dan keamanan,  ada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian sebagai penegak hukum.

“Menghadapi gejolak dinamika rakyat yang menyampaikan aspirasi, berbeda pendapat dengan pemerintah, atau merasa diperlakukan tidak adil, tidak perlu dengan unjuk kekuatan negara, apalagi kekuatan perang TNI,” ujarnya.

Berita Terkait

Menurutnya, ini yang bisa menimbulkan bias persepsi atas tugas pokok dan fungsi TNI sehingga wajar dikritik banyak pihak dari tokoh masyarakat hingga civil society,”

Jazuli menegaskan, tupoksi TNI itu untuk perang, melawan kelompok sparatis, dan menjaga kedaulatan wilayah NKRI dari ancaman kekuatan asing.

Sementara rakyat, lanjutnya, adalah anak kandung NKRI yang harus dilindungi, didengar, dan diberdayakan. Betapapun mereka berbeda pendapat, berbeda politik, tapi mereka tidak pernah membangkang apalagi melawan negara (sparatis).

Ia menilai, dinamika politik di masyarakat itu wajar saja. Jangan disikapi berlebihan. Mereka mmerupakan bagian dari rakyat yang seharusnya diajak bicara secara dialogis dari hati ke hati tanpa kecurigaan berlebihan apalagi dilabelisasi.

“Apalagi mereka juga kerap bersikap tegas terhadap segala ancaman atas NKRI serta terdepan dalam upaya penanggulan bencana. Seharusnya kita optimis bisa saling bersinergi dan bukan saling unjuk gigi,” pungkasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.