Pasukan khusus Australia bunuh 39 sipil Afghanistan

374

Support Us

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman pertama mereka dalam pertempuran, penyelidikan empat tahun mengungkapkan, dikutip Reuters.

Australia mengatakan pada hari Kamis (19/11/2020) bahwa 19 tentara dan mantan tentara akan dijerat dengan tuntutan pidana potensial karena diduga membunuh 39 penduduk Afghanistan.

Merinci temuan penyelidikan yang telah lama ditunggu-tunggu tentang perilaku personel pasukan khusus di Afghanistan antara 2005 dan 2016, Jenderal Australia Angus John Campbell mengatakan ada informasi yang dapat dipercaya dari 39 pembunuhan di luar hukum oleh 25 personel Pasukan Khusus Australia dalam 23 insiden terpisah.

Semua pembunuhan itu berada di luar “panasnya pertempuran”, kata Campbell.

“Penemuan ini menuduh pelanggaran paling serius atas tingkah laku militer dan nilai-nilai profesional,” kata Campbell kepada wartawan di Canberra.

“Pembunuhan di luar hukum, terhadap warga sipil dan tahanan tidak pernah dapat diterima.”

Laporan itu mengatakan mayoritas dari mereka yang terbunuh, termasuk tahanan, petani, dan penduduk lokal Afghanistan lainnya, ditangkap ketika mereka dibunuh dan karenanya dilindungi oleh hukum internasional.

Menyusul rekomendasi laporan tersebut, Campbell mengatakan 19 anggota dan mantan militer Australia akan dirujuk ke penyelidik khusus yang akan segera ditunjuk untuk menentukan apakah ada cukup bukti untuk diadili.

Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds pekan lalu mengatakan bahwa Canberra telah diberitahu bahwa penuntutan lokal akan meniadakan dakwaan di Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison sebelumnya telah memperingatkan bahwa laporan itu akan mencakup “berita sulit bagi warga Australia”, tetapi hanya sedikit yang mengharapkan beberapa dari pengungkapan yang paling mengejutkan.

Laporan itu termasuk tuduhan bahwa personel pasukan khusus senior memerintahkan pembunuhan warga Afghanistan yang tidak bersenjata.

“Ada informasi yang dapat dipercaya bahwa tentara junior diminta oleh komandan patroli mereka untuk menembak seorang tahanan, untuk mencapai pembunuhan pertama prajurit tersebut, dalam praktik yang dikenal sebagai ‘blooding’ (percobaan pembunuhan sebagai pengalaman pertama dalam pertempuran, -Red.),” bunyi laporan itu.

Rilis laporan itu datang setelah Morrison berbicara dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

“Perdana Menteri Australia mengungkapkan kesedihannya yang terdalam atas kesalahan yang dilakukan oleh beberapa pasukan Australia di Afghanistan,” tulis kantor Ghani di Twitter.

Australia telah menempatkan pasukan di Afghanistan sejak 2002 sebagai bagian dari koalisi pimpinan AS yang memerangi milisi Taliban.

Australia memiliki sekitar 1.500 tentara yang tersisa di Afghanistan. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Turki kembali lanjutkan kampanye militer di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Angkatan Bersenjata Turki melanjutkan kampanye militer mereka di Suriah utara pada Selasa (1/12/2020), ketika pasukan mereka menyerang posisi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) di provinsi Al-Raqqa dan Aleppo. Menurut…

Pejuang asal Suriah telah kembali dari Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Tentara bayaran Suriah yang dipasok Turki telah kembali ke daerah yang dikendalikan oleh pejuang oposisi di Suriah setelah bertempur di sisi pasukan Azerbaijan di wilayah Karabakh, Observatorium Suriah untuk Hak…

Polda Metro Resmi Panggil Habib Rizieq Shihab Selasa

JAKARTA (Arrahmah.com) - Polda Metro Jaya memanggil Habib Muhammad Rizieq Shihab pada Selasa (1/12/2020). Pemanggilan Habib Rizieq terkait dengan kerumunan massa dan simpatisan FPI dalam acara pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab di…

DK PBB mungkin tak campur tangan soal pembunuhan Fakrizadeh

NEW YORK (Arrahmah.com) - Beberapa jam setelah terbunuhnya ilmuwan nuklir Iran, Teheran meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk aksi dan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Namun…

Hari Ini, Polisi Periksa Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Hari ini, Selasa (1/12/2020) Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq akan diperiksa polisi sebagai saksi terkait dugaan pelangaran protokol kesehatan dalam acara yang menimbulkan kerumuman massa di tengah…

Habib Rizieq: Saya Mohon Maaf Kepada Rakyat Indonesia Soal Kerumunan Massa

JAKARTA (Arrahmah.com) - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia terkait kerumunan massa sejak penyambutan kedatangannya beberapa waktu, hingga saat peringatan Maulid…

Maaher Ditangkap Bareskrim di Bogor

BOGOR (Arrahmah.com) - Maheer At-Thuwailibi alias Soni Eranata ditangkap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait kasus ujaran kebencian di media sosial Twitter @ustadzmaaher_. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan…

NYT: AS akan kembali bergabung dengan kesepakatan Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden terpilih AS Joe Biden akan bersikeras agar Iran menyetujui tuntutan baru jika ingin AS kembali ke kesepakatan nuklir dan mencabut sanksi, New York Times mengatakan Rabu (2/12/2020). New York Times…

Sumur Warga Kerap Berbau, ACT Bangun Sumur Wakaf di Tepi Sungai Opak

BANTUL (Arrahmah.com) – Tim dari Global Wakaf – ACT telah memulai pengeboran Sumur Wakaf yang terletak di Ponpes Baitul Qur’an Cendekia yang beralamat di Potrobayan, Srihardono, Pundong, Bantul, Senin (30/11/2020). Ponpes Baitul Quran…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Irak kerahkan tentara dan polisi ke Nasiriyah menyusul bentrokan mematikan

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Kementerian Pertahanan Irak mengumumkan pengerahan pasukan dan polisi di Nasiriyah, ibu kota Provinsi Dhi Qar, untuk memulihkan ketenangan di kota itu menyusul bentrokan kekerasan antara pengunjuk rasa…

Menteri Denmark: Ummat Islam Denmark Harus Dukung Seks Pra Nikah

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Mattias Tesfaye, Menteri Luar Negeri dan Integrasi Denmark, mengatakan pernyataan kontroversial dalam sebuah unggahannya di sosial media usai pertemuan dengan beberapa ulama Muslim. Ia mengatakan bahwa perempuan…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah