Aplikasi Muslim Pro Bantah Rumor Penjualan Data

210

Support Us

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Aplikasi Muslim Pro menyatakan laporan mengenai penjualan data pribadi penggunanya kepada militer Amerika Serikat (AS) tidak lah benar.

“Laporan media yang beredar bahwa Muslim Pro telah menjual data pribadi penggunanya kepada militer AS adalah salah dan tidak benar,” tulis tim Muslim Pro melalui situsnya pada Rabu (18/11/2020).

Menurut aplikasi penyedia waktu salat, Al Qur’an, dan juga kiblat tersebut, developer Muslim Pro berkomitmen untuk melindungi dan mengamankan privasi seluruh pengguna.

Oleh karena itu, terkait berita yang beredar mengenai penjualan data pengguna dari pihak ketiga, aplikasi Muslim Pro memutuskan untuk menghentikan hubungannya dengan semua partner data. Tak terkecuali dengan X-Mode.

“Kami memutuskan untuk menghentikan hubungan kami dengan semua partner data, termasuk X-Mode, yang berlaku segera,” ungkap Musim Pro.

Pihak Muslim Pro mengaku telah menerapkan pengaturan keamanan standar industri dan langkah-langkah perlindungan kepada pengguna.

Muslim Pro juga memilih mitra teknologi terkemuka untuk menjaga data tetap aman dan terlindungi di infrastruktur cloud mereka. Lebih lanjut, mereka berjanji untuk tetap terbuka dan transparan tentang informasi pribadi yang dikumpulkan, simpan, dan proses.

“Karena kepercayaan jutaan saudara dan saudari umat Islam yang dimasukkan ke dalam Muslim Pro setiap hari berarti segalanya bagi kami,” ungkap tim Muslim Pro.

Muslim Pro kemudian menekankan setiap fitur dan aplikasi tersedia tanpa mendaftar atau masuk. Hal ini kemudian berkontribusi pada anonimitas data yang dikumpulkan dan diproses.

Sementara itu, data anonim yang dibagikan Muslim Pro kepada mitra teknologi terpilih bertujuan untuk melayani pengguna dengan penawaran produk dan layanan mereka. Dalam pembagian data tersebut, Muslim Pro mewajibkan pihak ketiga untuk mematuhi undang-undang dan peraturan global seputar perlindungan privasi data.

Karena kasus yang beredar saat ini, Muslim Pro mengaku tengah melakukan penyelidikan internal dan sedang meninjau kebijakan tata kelola data untuk mengonfirmasi semua data pengguna ditangani sesuai dengan semua persyaratan yang ada.

Di akhir pernyataannya Muslim Pro juga meminta maaf kepada pengguna aplikasinya dan juga menginformasikan bahwa seluruh data aman.

“Kami berkomitmen untuk membantu komunitas Muslim mempraktikkan keyakinan mereka … Kami mohon maaf kepada semua pengguna kami yang telah khawatir atas laporan ini dan kami dapat mengonfirmasi bahwa data Anda aman bersama kami,” tulis tim Muslim Pro. (Hanoum/Arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Anies Baswedan Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI Jakarta mengabarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan positif Covid-19. "Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkonfirmasi bahwa dirinya dinyatakan positif terpapar virus COVID-19," demikian kabar…

Munarman: FPI Tidak Bisa Dikapitalisasi Kepentingan Politik

JAKARTA (Arrahmah.com) - Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan banyak pihak yang mencoba memanfaatkan Front Pembela Islam (FPI) untuk kepentingan politik, tetapi tidak berhasil. Hal tersebut diungkapkan Munarman dalam tayangan YouTube…

110 Petani Dibantai di Nigeria Akhir Pekan Ini

NIGERIA (Arrahmah.com) – Sedikitnya 110 orang tewas dalam serangan akhir pekan terhadap para petani di bagian timur laut Nigeria. Banyak pihak menuduh kelompok militan Islam yang aktif di daerah tersebut sebagai pelaku, meskipun belum ada…

FPI: Habib Rizieq Diizinkan Pulang Dari RS Ummi Bogor Karena Sehat Wal Afiat

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar SH, membantah hoax yang beredar bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) kabur dari RS Ummi Bogor, Jawa Barat. "Berita dan informasi itu muncul dari pihak-pihak dan…

Kebrutalan polisi Prancis bangkitkan kembali trauma fotografer berita asal Suriah

PARIS (Arrahmah.com) - Seorang fotografer Suriah yang terluka saat tengah meliput protes pada akhir pekan di Paris mengatakan pada Senin (30/11/2020) bahwa pemandangan "darah di mana-mana" selama bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa…

Kiai Said Aqil Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj dikabarkan positif Covid-19. Hal ini disampaikan langsung sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce, melalui video yang diunggah di akun Youtube…

30 pasukan Afghan tewas digasak bom di Ghazni

KABUL (Arrahmah.com) - Sebuah pemboman mobil di provinsi tengah Afghanistan, Ghazni, menewaskan sedikitnya 30 anggota pasukan keamanan Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), kata para pejabat, dan korban dapat meningkat mengingat intensitas…

Meski Diprotes, Sri Lanka Keukeuh Kremasi Korban Covid-19 Muslim

KOLOMBO (Arrahmah.com) – Mahkamah Agung (MA) Sri Lanka menolak petisi komunitas Muslim yang menentang kremasi jenazah Muslim korban Covid-19. Peraturan Pemerintah Sri Langka menyebutkan jenazah korban Covid-19 agar dikremasi. Sebanyak 12…

Pejabat Zionis: Dunia harus berterima kasih pada "Israel" atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Seorang pejabat "Israel" yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada New York Times pada hari Sabtu (28/11/2020) bahwa dunia harus berterima kasih kepada negaranya atas pembunuhan sosok yang diduga dalang…

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

Analis: Pertemuan rahasia "Israel"-Saudi mengirim pesan kuat kepada Biden soal Iran

RIYADH / JERUSALEM (Arrahmah.com) - Pertemuan bersejarah antara perdana menteri "Israel" dan putra mahkota Arab Saudi telah mengirimkan sinyal kuat kepada sekutu dan musuh bahwa kedua negara tetap berkomitmen kuat untuk menahan musuh…

NYT: AS akan kembali bergabung dengan kesepakatan Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden terpilih AS Joe Biden akan bersikeras agar Iran menyetujui tuntutan baru jika ingin AS kembali ke kesepakatan nuklir dan mencabut sanksi, New York Times mengatakan Rabu (2/12/2020). New York Times…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah