Berita Dunia Islam Terdepan

Turki pun ingin kerahkan pasukan di Azerbaijan

705

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Pemerintah Turki mengajukan mosi ke parlemen pada hari Senin (16/11/2020) meminta persetujuan untuk mengerahkan pasukan penjaga perdamaian guna memantau perjanjian gencatan senjata antara Azerbaijan dan Armenia, kantor berita yang dikelola pemerintah melaporkan.

Turki, yang mendukung sekutunya Azerbaijan dalam konflik itu, telah terlibat dalam pembicaraan dengan Rusia tentang perannya dalam memantau gencatan senjata yang mengakhiri enam minggu pertempuran sengit antara Azerbaijan dan Armenia atas wilayah Nagorno-Karabakh.

Menteri pertahanan Rusia dan Turki menandatangani nota Rabu pekan lalu untuk membuat pusat pemantauan bersama di Azerbaijan.

RUU yang diajukan ke parlemen meminta mandat satu tahun untuk mengirim penjaga perdamaian Turki, menambahkan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan akan menentukan jumlah pasukan yang akan dikirim. Mosi tersebut diperkirakan akan diperdebatkan dalam beberapa hari mendatang. Mosi tersebut menyatakan bahwa personel sipil juga dapat dikerahkan sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian.

Berita Terkait

“Telah dinilai bahwa untuk personel Angkatan Bersenjata Turki … untuk mengambil bagian dalam Pusat Bersama yang akan dibentuk bersama oleh Turki dan Rusia, akan bermanfaat bagi perdamaian dan kesejahteraan rakyat di kawasan itu dan diperlukan dari sudut pandang kepentingan nasional kami,” lansir Anadolu dari mosi tersebut.

Para pejabat Rusia mengatakan bahwa keterlibatan Ankara akan terbatas pada pekerjaan pusat pemantauan di tanah Azerbaijan, dan penjaga perdamaian Turki tidak akan pergi ke Nagorno-Karabakh.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pusat itu akan beroperasi dari jarak jauh, menggunakan drone dan alat teknis lainnya untuk memantau kemungkinan pelanggaran.

Rusia, yang merundingkan gencatan senjata, mengirim sekitar 2.000 tentaranya di bawah mandat lima tahun.

Nagorno-Karabakh terletak di Azerbaijan tetapi telah di bawah kendali pasukan etnis Armenia yang didukung oleh Armenia sejak perang separatis di sana berakhir pada tahun 1994. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.