Rusia terus gunakan senjata baru saat menggempur Idlib

506

Support Us

IDLIB (Arrahmah.com) – Meskipun telah menandatangani perjanjian gencatan senjata di provinsi Idlib utara dengan Turki pada Maret, Rusia terus menguji senjata baru dengan menargetkan warga sipil di wilayah yang dikuasai pejuang Suriah.

Sumber Zaman Alwasl mengonfirmasi bahwa dua minggu lalu, Rusia mulai menguji “drone kamikaze” KYB-UAV. Seminggu yang lalu, sebuah drone menargetkan kendaraan sipil yang mengangkut sekelompok petani zaitun di dekat kota Nahlia, di barat Idlib, melukai tiga warga sipil.

Muatan drone KYB-UAV adalah 3 kg, dilengkapi dengan ranjau darat anti-personel POM-2 yang digunakan dua minggu lalu terhadap pekerja pemanen zaitun di Idlib utara yang menewaskan seorang warga sipil dan melukai 5 lainnya, menurut pernyataan Pertahanan Sipil (White Helmets), lansir Zaman Alwasl (14/11/2020).

Setelah ranjau POM-2 dijatuhkan ke tanah, 6 baris pecahan berbentuk persegi yang terhubung dengan kabel logam tipis yang bertindak sebagai sensor diluncurkan, sehingga mengaktifkan hitungan mundur dan mode pertempuran. Ranjau akan meledak jika salah satu kabel yang mencapai hingga 9,5 meter tersentuh.

Berita Terkait

Drone KYB adalah sistem udara tak berawak yang diproduksi oleh Kalashnikov Concern dan diluncurkan di Pameran Pertahanan Internasional IDEX 2019. Drone ini dirancang untuk mengalahkan target darat jarak jauh dengan mengirimkan beban khusus ke koordinat target yang ditetapkan secara manual atau ke gambar dari target panduan.

KYB-UAV memiliki kemampuan terbang selama 30 menit, jangkauan operasinya 7 kilometer, muatannya 3 kilogram, kecepatan terbang khas 80 kilometer per jam, dan kecepatan tertinggi 130 kilometer per jam.

Rusia telah menggunakan “suicide drone” HERO_30 buatan “Israel” beberapa bulan yang lalu, namun, kemungkinan besar ia menggunakan drone kloning yang mirip dengan milik “Israel” tetapi diproduksi oleh Cina, yang disebut S-570, yang diluncurkan di pameran pertahanan Cina pada 2019.

Rusia sebelumnya telah menggunakan drone ini lebih dari lima kali, yang terbaru diluncurkan di Watad Petroleum di Idlib utara pada 18 Juli. Serangan itu menyebabkan kerusakan pada beberapa tangki bahan bakar, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan.

Jangkauan drone tersebut antara 5-250 km, dan dapat diluncurkan dari pembom, jet tempur, dan bahkan pesawat pengintai. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Agen CIA tewas dalam operasi memerangi Mujahidin di Somalia

SOMALIA (Arrahmah.com) – Seorang agen Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meninggal dalam sebuah operasi mata-mata di Somalia pada akhir pekan lalu. Menurut New York Times, Rabu (25/11/2020), agen CIA itu dilaporkan…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

Tiga kota di Mali dihantam ledakan rudal

BAMAKO (Arrahmah.com) - Kota Kidal, Gao, dan Menaka di Mali utara dilanda serangan serentak pada hari Senin (30/11/2020) terhadap kamp-kamp militer yang menampung pasukan internasional, menurut penduduk dan seorang pejabat PBB. Penduduk…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Empat warga sipil Azerbaijan tewas akibat ranjau yang ditanam militer Armenia

FUZULI (Arrahmah.com) - Empat warga sipil Azerbaijan kehilangan nyawa mereka setelah bom ranjau yang diletakkan oleh militer Armenia meledak, kata otoritas negara pada Sabtu (28/11/2020). Ledakan tersebut terjadi ketika kendaraan yang…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Trump soal pembunuhan Fakhrizadeh: Pukulan telak untuk Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden AS Donald Trump me-retweet postingan seorang jurnalis "Israel", yang merupakan ahli di dinas intelijen "Israel", Mossad, tentang pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Teheran pada hari…

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

MERC Sayangkan Sikap Walikota Bogor Intervensi RS yang Tangani Habib Rizieq

BOGOR (Arrahmah.com) -  MER-C menyayangkan sikap Walikota Bogor Bima Arya yang melakukan intervensi terhadap pihak rumah sakit yang menangani Habib Rizieq Shihab. Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam keterangannya, Sabtu…

Iklan