Seorang Ulama Uighur Terancam Dideportasi Arab Saudi ke Cina

290

Support Us

RIYADH (Arrahmah.com) – Aktivis Uighur mengkhawatirkan seorang ulama Uighur yang berada di Arab Saudi dengan visa selama setahun akan dideportasi ke Cina oleh kerajaan Arab tersebut.

Aimadoula Waili, yang juga dikenal Hemdullah Abduweli, terpaksa melarikan diri dari Xinjiang setelah otoritas Tiongkok memenjarakannya dua kali karena keyakinan agamanya.

“Masalah saya dimulai ketika saya memberikan ceramah kepada saudara-saudara di sini, di Arab Saudi. Saya kira, Cina mendengar ceramah saya dan itu yang membuat mereka sekarang marah,” kata Aimadoula Waili seperti dilansir Middle East Eye pada Selasa (3/11/2020).

Waili mengatakan dia mengkhawatirkan nyawanya setelah konsulat Cina di Arab Saudi diduga meminta deportasinya.

Waili pergi ke Arab Saudi pada Februari 2020 untuk menunaikan umrah dari Turki di mana ia memiliki surat izin tinggal yang memberinya izin tinggal tanpa batas waktu.

Ketika dia sampai di Mekah, warga Ughur di Arab Saudi setempat meminta Waili untuk membimbing dan memberikan ceramah dalam untuk mereka yang sedang beribadah atau tinggal di Arab Saudi.

“Setelah itu saya mendengar dari salah satu saudara Uighur saya yang tinggal di Arab Saudi bahwa polisi mencari saya karena konsulat Cina meminta mereka untuk mendeportasi saya.”

Waili mengatakan bahwa dia belum diberi peringatan resmi dari pemerintah Saudi tetapi mengatakan bahwa orang Uighur yang menampungnya telah memperingatkan dia bahwa polisi sedang mencarinya.

“Jika Arab Saudi mengirim Habibullah Abduwaili ke Cina, itu akan membahayakan hidupnya dan menurunkan moral orang Uighur secara global dan di Arab Saudi,” ujar Abduweli Ayup, aktivis Uighur

Peringatan tersebut memaksa Waili untuk tidak keluar rumah pada siang hari dan bergerak secara teratur untuk menghindari pihak berwenang setempat menangkapnya.

Kedutaan Besar Arab Saudi Inggris dihubungi untuk dimintai komentar tetapi tidak menanggapi pada saat penulisan.

“Saya khawatir akan nyawa saya dan belum sempat ke bandara untuk mengungsi dari Arab Saudi karena saya terus berpindah-pindah untuk menyelamatkan hidup saya,” kata Waili, “Saya takut jika saya pergi ke bandara, polisi akan menghentikan saya dan mengirim saya ke Cina.”

Pada bulan Oktober, BBC News melaporkan bahwa Arab Saudi dan negara mayoritas Muslim lainnya, termasuk Mesir dan Uni Emirat Arab, telah bekerja sama dengan Beijing untuk mendeportasi orang Uighur kembali ke Cina.

Tahun lalu, dokumen Cina yang bocor ke New York Times menunjukkan bagaimana Cina mengelola kamp pendidikan ulang dan pengawasan massal terhadap populasi Uighur di provinsi Xingjiang.

Kutipan dari dokumen tersebut menunjukkan bagaimana Cina mengidentifikasi hampir 6.000 orang Uighur yang berada di luar negeri atau memiliki dokumen bepergian akan dipantau oleh negara Cina.

Aktivis Uighur Abduweli Ayup khawatir akan keselamatan Waili karena dia adalah murid dari seorang ulama Uighur terkemuka yang telah ditahan di Cina.

“Hemdullah Abduweli adalah seorang ulama Uyghur, dan karena ajaran agamanya, dia ditangkap dua kali, satu kali pada tahun 2014 dan satu kali pada tahun 2013,” kata Ayup kepada MEE.

“Ulama seperti Abduweli selalu dikirim ke penjara atau kadang-kadang bahkan dihukum mati. Jika Arab Saudi mengirim Hemdullah Abduweli, itu akan membahayakan hidupnya dan menurunkan moral bagi orang Uighur secara global dan di Arab Saudi.”. (Hanoum/Arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Polda Metro Resmi Panggil Habib Rizieq Shihab Selasa

JAKARTA (Arrahmah.com) - Polda Metro Jaya memanggil Habib Muhammad Rizieq Shihab pada Selasa (1/12/2020). Pemanggilan Habib Rizieq terkait dengan kerumunan massa dan simpatisan FPI dalam acara pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab di…

Ganti Reuni 212, Hari Ini PA 212 Gelar Dialog Nasional Virtual Bersama 100 Ulama, Habib Rizieq Hadir

JAKARTA (Arrahmah.com) - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar dialog nasional secara virtual dengan menghadirkan 100 ulama dan tokoh untuk menggantikan Reuni 212 pada Rabu (2/12/2020). Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bamukmin…

Muslim di Bihar Dilarang Membangun Masjid

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Komunitas Hindu keberatan dengan pembangunan masjid di sebuah desa di perbatasan Bargania, distrik Sitamarhi, Bihar, kata penduduk Muslim di desa itu. Mahmood, seorang warga desa, mengatakan para tetua dari…

Ubah Gaya Hidup, Kasus HIV-AIDS Pun Meredup

(Arrahmah.com) - Belum beres mengatasi pandemi Covid 19, negeri ini pun sebenarnya masih punya PR dalam masalah penanganan kasus kesehatan lainnya, yaitu HIV-AIDS (Human Imun Vyrus-Acquired Immuno Deficiency Syndrome). Ia merupakan virus…

Serangan Houtsi bunuh 7 sipil Yaman

HUDAIDAH (Arrahmah.com) - Sedikitnya tujuh warga sipil tewas ketika kelompok teroris Syiah Houtsi melepaskan tembakan menghantam desa di Yaman barat, ujar pernyataan militer Yaman pada Ahad (29/11/2020). Sepuluh orang lainnya juga…

Pemerintah Afghanistan dan Taliban capai kesepakatan tentang kerangka kerja perdamaian

DOHA (Arrahmah.com) - Dalam perkembangan terobosan, pemerintah Afghanistan dan Taliban mengkonfirmasi pada Rabu (2/12/2020) bahwa mereka telah menyetujui prosedur pembicaraan intra-Afghanistan. Kedua belah pihak mengumumkan kesepakatan…

Relawan Mer-C Dicecar Polisi 50 Pertanyaan Terkait Swab Test Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dua orang tim medis MER-C dicecar 50 pertanyaan oleh tim penyidik Reskrim Polresta Bogor, yang memakan waktu selama enam jam lebih terkait ketelibatan melakukan swab test Habib Rizieq Shihab saat dirawat di Rumah…

Cendekiawan Muslim kecam fatwa anti-Ikhwanul Muslimin oleh Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) pada Sabtu (28/11/2020) mengutuk fatwa Saudi yang memfitnah Ikhwanul Muslimin, yang menggambarkan kelompok tersebut sebagai organisasi tersesat dan teroris, Quds…

Tangan kanan Netanyahu tak tahu-menahu soal Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Menteri kabinet "Israel" Tzachi Hanegbi mengatakan pada hari Sabtu (28/11/2020) dia "tidak tahu" siapa yang berada di balik pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran di Teheran. “Saya tidak tahu siapa yang…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Australia Ngamuk, Pasca Cina Sebar Foto Tentara Australia Gorok Anak Afghanistan

SYDNEY (Arrahmah.com) – Perdana Menteri Scott Morrison mengutuk foto yang dibagikan oleh Kementerian Luar Negeri Cina terkait dugaan kejahatan perang Australia di Afganistan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian pada…

Sekjen Liga Muslim Dunia: Muslim Prancis harus menghormati hukum Prancis atau pergi!

ARAB SAUDI (Arrahmah.com) – Pernyataan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, memicu kontroversi dan kecaman di media sosial beberapa hari terakhir ini. Kecaman muncul pasca Al Issa mengatakan, dalam…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah