Joe Biden Menangkan Pemilihan Presiden AS

269

Support Us

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Politikus partai Demokrat Joe Biden akhirnya memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat ke-46 mengalahkan Donald Trump pada Sabtu waktu setempat atau Ahad (8/11/2020) WIB.

Kemenangan Biden terjadi setelah lebih dari tiga hari dilanda ketidakpastian ketika para pejabat pemilihan memilah-milah lonjakan suara yang menunda pemrosesan beberapa surat suara.

Biden melewati 270 suara Electoral College yang dibutuhkan dengan merengkuh kemenangan di Pennsylvania.

Sementara itu, Trump menolak untuk mengakui kemenangan Biden dan mengancam akan melakukan ntindakan hukum lebih lanjut atas penghitungan suara.

Biden, dalam sebuah pernyataan, mengatakan dia rendah hati dengan kemenangan itu dan sudah waktunya bagi negara yang terpukul untuk mengesampingkan perbedaannya

. “Sudah waktunya bagi Amerika untuk bersatu. Dan untuk menyembuhkan,” ujarnya seperti dilansir AP.

“Dengan berakhirnya kampanye, inilah saatnya untuk melupakan kemarahan dan retorika keras kita dan bersatu sebagai sebuah bangsa. Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan jika kita melakukannya bersama,” lanjutnya.

Dalam pidato kemenangan pertamanya di depan kerumunan pendukungnya pada Sabtu malam (7/11/2020) atau Ahad pagi waktu Indonesia (8/11/2020) di kampung halamannya di Wilmington, Delaware, Biden sama sekali tidak menyinggung soal Trump.

Dia memfokuskan pembicaraan pada upaya membangun kembali persatuan di dalam negeri dan berterima kasih atas koalisi berbagai macam etnis, warna kulit, dan kepercayaan yang mendukungnya.

Berita Terkait

Joe Biden bahkan menyebutkan koalisi beragam warga Amerika tersebut berkumpul memilihnya sebagai presiden.

“Saya bangga dengan koalisi yang kami kumpulkan sebagai koalisi terluas dan paling beragam dalam sejarah,” katanya.

“Demokrat, Republik, independen, progresif moderat, konservatif, muda tua, perkotaan, pinggiran kota, pedesaan, gay, heteroseksual, transgender, kulit putih, Latin, Asia, Pribumi Amerika. Saya sungguh-sungguh,” ungkapnya

Dia mencatat bahwa dia tidak akan bisa mencapai kemenangannya ini tanpa suara dari warga kulit hitam Amerika.

“Terutama pada saat-saat ketika kampanye ini berada pada titik terendahnya,” katanya, “komunitas Afrika-Amerika berdiri lagi untuk saya.”

Di negara bagian penting termasuk Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, dan Georgia, pemilih kulit hitam sangat penting bagi kemenangan Demokrat.

Biden juga berjanji menjadi presiden bagi semua warga Amerika, termasuk 70 juta orang yang memilih agar Donald Trump kembali menjabat.

“Saya berjanji untuk menjadi presiden yang berusaha tidak untuk memecah belah tetapi untuk mempersatukan,” tegasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Saudi yakin Biden hadirkan stabilitas di Timteng

RIYADH (Arrahmah.com) - Menlu Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (21/11/2020) ia percaya diri bahwa Joe Biden dan Demokrat yang akan mendominasi pemerintah AS di masa mendatang akan mengeluarkan kebijakan yang menolong kawasan Timur Tengah…

1 juta warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Blokade "Israel" terhadap Jalur Gaza telah merugikan Palestina lebih dari $ 16 miliar dan mendorong lebih dari satu juta orang di bawah garis kemiskinan hanya dalam waktu lebih dari 10 tahun, menurut laporan baru…

Mesut Ozil serukan umat Islam untuk bungkam Islamofobia dengan kebaikan

LONDON (Arrahmah.com) - Pesepakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membalas Islamofobia yang tengah meningkat di beberapa negara di dunia dengan kebaikan. Dalam postingan Twitternya…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Uzbek tarik warganya dari kamp pengungsian Suriah

TASHKENT (Arrahmah.com) - Uzbekistan berencana untuk memulangkan warganya, yang kebanyakan wanita dan anak-anak, dari Suriah di mana mereka tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak dengan keluarga pejuang ISIS lainnya, sumber pemerintah…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Pasukan Azerbaijan memasuki distrik baru di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Pasukan Azerbaijan dilaporkan telah memasuki distrik Kalbajar, Karabakh, setelah penarikan Pasukan Pertahanan Artsakh (ADA). Menurut militer Azerbaijan, masuknya pasukan mereka ke Kalbajar kemarin sore, hanya…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Tentara 'Israel' luncurkan latihan militer skala besar di dekat Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Tentara pendudukan "Israel" melancarkan latihan militer skala besar di dekat Jalur Gaza yang diduduki, yang telah dikepung ketat oleh "Israel" selama 14 tahun, media lokal melaporkan. Menurut situs berita "Israel"…

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Iklan