Meski Erdogan-Trump 'dekat', Turki siap bekerja sama dengan presiden AS mendatang

381

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki siap untuk bekerja dengan siapa pun yang memenangkan pemilihan AS, dua pejabat tinggi Turki mengatakan pada hari Jumat (6/11/2020), meskipun persahabatan dengan Presiden Donald Trump telah membantu kedua negara melewati masa-masa sulit.

“Terlepas dari kandidat mana yang menjabat di AS, kami akan melakukan pendekatan yang tulus untuk meningkatkan hubungan kami,” kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu.

Kemitraan yang telah berlangsung puluhan tahun antara sekutu NATO telah mengalami keributan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam lima tahun terakhir karena ketidaksepakatan tentang kebijakan Suriah, hubungan Ankara yang lebih dekat dengan Moskow, ambisinya di Mediterania timur, tuduhan AS terhadap bank Turki, dan kasus lainnya.

Cavusoglu mengatakan Turki telah bekerja sama dengan pemerintahan Demokrat dan Republik dan mengatasi kesulitan dengan keduanya.

Dia berbicara ketika kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden unggul tipis atas Presiden Donald Trump di negara bagian Georgia, yang menempatkan Gedung Putih dalam jangkauan Biden ketika negara bagian yang ragu-ragu terus menghitung suara.

Berita Terkait

Washington telah mengancam akan memberi sanksi kepada Turki karena membeli sistem pertahanan rudal Rusia, tetapi pemerintahan Trump telah menghindari pemberian sanksi tersebut.

“Tentu saja individu punya dampak, positif dan negatif. Persahabatan yang tulus antara presiden kami dan Trump berlanjut melalui masa-masa yang paling sulit,” kata Cavusoglu.

Para pengamat mengatakan hubungan bilateral Turki bisa terganggu jika Biden menjadi presiden AS. Lira, yang sudah diperdagangkan pada rekor terendah terhadap dolar, bisa mendapat lebih banyak tekanan.

Namun pembantu utama Erdogan, Wakil Presiden Fuat Oktay, mengatakan Ankara tidak takut dengan sanksi.

“Tidak ada negara, termasuk Amerika, yang memiliki kesempatan untuk mengimplementasikan kebijakan luar negeri, program atau kebijakan di wilayah tersebut terlepas dari Turki atau dengan mengecualikan Turki,” kata Oktay kepada penyiar A Haber.

“Turki bukan lagi negara yang menyusut, atau takut, sanksi. Sanksi akan semakin meningkatkan tekad dan tekad kami,” katanya. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

"Israel" lakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sepanjang tahun 2020

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan "Israel" melakukan 414 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina sejak awal tahun, Quds Press melaporkan pada Ahad (29/11/2020). Komite Dukungan Jurnalis mengatakan dalam sebuah pernyataan…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Irak kerahkan tentara dan polisi ke Nasiriyah menyusul bentrokan mematikan

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Kementerian Pertahanan Irak mengumumkan pengerahan pasukan dan polisi di Nasiriyah, ibu kota Provinsi Dhi Qar, untuk memulihkan ketenangan di kota itu menyusul bentrokan kekerasan antara pengunjuk rasa…

Tiga kota di Mali dihantam ledakan rudal

BAMAKO (Arrahmah.com) - Kota Kidal, Gao, dan Menaka di Mali utara dilanda serangan serentak pada hari Senin (30/11/2020) terhadap kamp-kamp militer yang menampung pasukan internasional, menurut penduduk dan seorang pejabat PBB. Penduduk…

Bom Motor Meledak, Tujuh Warga Jarabulus Terluka

JARABULUS (Arrahmah.com) – Sebuah sepeda motor bermuatan bahan peledak meledak di pusat kota Jarabulus, kota perbatasan utara Suriah yang dibersihkan dari kelompok militan Islamic State atau yang lebih dikenal dengan ISIS, oleh Turki dalam…

Pasca Penasihat Gedung Putih Datang, Arab Saudi Setuju Wilayah Udara Dibuka Untuk "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Arab Saudi setuju untuk membiarkan pesawat "Israel" melintasi wilayah udaranya dalam perjalanan ke Uni Emirat Arab setelah pembicaraan antara pejabat Saudi dan penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner, kantor…

Houtsi klaim rebut wilayah di selatan Saudi

NAJRAN (Arrahmah.com) - Gerakan Ansarallah (pasukan Houtsi) megklaim telah mencetak kemajuan besar baru-baru ini di wilayah selatan Arab Saudi, menyusul operasi besar di dalam wilayah Al-Dahrah di Provinsi Najran. Menurut klaim yang…

Ketika Pelarangan Khamr menjadi Kontroversi

Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt (Arrahmah.com) - Islam telah memberi seperangkat aturan kehidupan yang demikian rinci dan mengandung maslahat. Salah satunya terkait perkara makanan dan minuman. Prinsipnya bahwa apa yang dikonsumsi wajib halal…

Masih Istirahat Usai Dari RS Ummi Bogor, Habib Rizieq Tak Penuhi Panggilan Polda MJ

JAKARTA (Arrahmah.com) - Masih menjalani pemulihan usai melakukan check up kesehatan di RS Ummi Bogor, Imam besar Habib Rizieq Shihab tak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Selasa (1/12/2020). Habib Rizieq sedianya diperiksa…

FPI: Habib Rizieq Diizinkan Pulang Dari RS Ummi Bogor Karena Sehat Wal Afiat

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar SH, membantah hoax yang beredar bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) kabur dari RS Ummi Bogor, Jawa Barat. "Berita dan informasi itu muncul dari pihak-pihak dan…

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

Pasukan Turki menarik diri dari kota strategis di Suriah barat laut

ALEPPO (Arrahmah.com) - Dalam 72 jam terakhir, Angkatan Bersenjata Turki mulai menarik pasukan mereka dari dua wilayah penting di barat laut Suriah. Menurut laporan baru dari provinsi Aleppo, Angkatan Bersenjata Turki telah mulai menarik…

Iklan