Ditembak Orang Tak Dikenal di Turki, Seorang Uyghur Mengaku Sebagai Intelejen Cina

515

Support Us

ISTANBUL (Arrahmah.com) – Seorang warga Uighur yang mengaku dipaksa Cina untuk memata-matai sesama etnis di Turki ditembak oleh orang tak dikenal. Dia meyakini bahwa pelaku penembakan adalah intelejen Cina, katanya kepada Radio Free Asia (RFA) pada Selasa (3/11/2020).

Yusufjan Amet mengaku diserang oleh pria tak dikenal saat memasuki rumah temannya di Istanbul sekitar pukul 23.00. pada Senin (2/11). Akibatnya dia menderita luka tembak di di bahu dan punggungnya.

Amet sebelumnya pernah mengatakan kepada RFA bahwa dia telah dipaksa untuk memata-matai komunitas imigran Uighur di Turki dan negara-negara lain sejak 2012 oleh otoritas Cina.

Dia mau melakukan hal itu karena otoritas Cina menahan dan menyiksa ibunya di kampung halaman di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang (XUAR).

Amet pernah juga mengatakan kepada Al Jazeera tahun lalu bahwa perannya sebagai mata-mata Cina adalah “memberikan informasi kepada pejabat” tentang komunitas imigran Uyghur. Termasuk apa yang mereka makan dan minum, dan juga apa mereka lakukan secara pribadi di rumah mereka. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke otoritas Cina, katanya.

Agen yang akhirnya mengaku ini mengatakan bahwa dia juga dikirim oleh atasanya untuk memeriksa warga Uighur di Afghanistan dan Pakistan.

Dia mengklaim bahwa Beijing memelihara “tak terhitung” informan di seluruh dunia sebagai bagian dari sistem pengawasan globalnya.

Amet mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia sendiri pernah menghabiskan 18 bulan di pusat penahanan setelah ditangkap karena mencoba terbang ke Timur Tengah untuk bergabung dengan pejuang Muslim.

Dia mengatakan dia direkrut saat menjalani hukumannya dan ditugaskan sebagai petugas kebersihan di fasilitas tersebut. Di sana dia kerap melihat penyiksaan brutal selama interogasi.

Dua tahun lalu, dia mengajukan permohonan suaka politik di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Turki dan sejak itu menunggu negara ketiga untuk menerimanya.

Tahun lalu, dia mengatakan bahwa kemungkinan dia akan menghadapi pembalasan karena mengungkap penganiayaan terhadap warga muslim Uyghur di rumah. (Hanoum/Arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Maaher Ditangkap Bareskrim di Bogor

BOGOR (Arrahmah.com) - Maheer At-Thuwailibi alias Soni Eranata ditangkap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait kasus ujaran kebencian di media sosial Twitter @ustadzmaaher_. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan…

Kapolres Bogor Bantah Habib Rizieq Kabur dari Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Kapolres Kota Bogor Kombes Hendri F membantah Habib Rizeq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi Bogor. Ia menegaskan, Habib Rizieq pulang, bukan kabur. "Meninggalkan rumah sakit, kategori kabur bukan. Siapa yang…

Menteri Denmark: Ummat Islam Denmark Harus Dukung Seks Pra Nikah

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Mattias Tesfaye, Menteri Luar Negeri dan Integrasi Denmark, mengatakan pernyataan kontroversial dalam sebuah unggahannya di sosial media usai pertemuan dengan beberapa ulama Muslim. Ia mengatakan bahwa perempuan…

Ubah Gaya Hidup, Kasus HIV-AIDS Pun Meredup

(Arrahmah.com) - Belum beres mengatasi pandemi Covid 19, negeri ini pun sebenarnya masih punya PR dalam masalah penanganan kasus kesehatan lainnya, yaitu HIV-AIDS (Human Imun Vyrus-Acquired Immuno Deficiency Syndrome). Ia merupakan virus…

Rusia lancarkan serangan kuat di Latakia timur, targetkan benteng Jihadi

LATAKIA (Arrahmah.com) - Pasukan Rusia melancarkan beberapa serangan udara di wilayah timur laut Latakia, menargetkan benteng utama jihadi di wilayah Jabal Al-Akrad. Menurut laporan lapangan dari provinsi Latakia, pasukan Rusia…

Habib Rizieq: Saya Mohon Maaf Kepada Rakyat Indonesia Soal Kerumunan Massa

JAKARTA (Arrahmah.com) - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia terkait kerumunan massa sejak penyambutan kedatangannya beberapa waktu, hingga saat peringatan Maulid…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

'Israel' peringatkan warganya agar tidak bepergian ke UEA dan Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke UEA dan Bahrain karena khawatir akan tanggapan Iran terhadap pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh, Al-Khaleej Online melaporkan.…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah