Majelis Mujahidin Mengutuk Islamofobia Presiden Prancis Emmanuel Macron

172

Support Us

(Arrahmah.com) – Segala puji bagi Allah yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada segenap kaum muslimin sehingga mampu bertahan untuk memegang teguh syariat Islam. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw, beliau senantiasa mulia dan terhormat sekalipun dihina dan dinista orang-orang kafir.

Wahai kaum mukmin, bila kalian memperoleh kebaikan, maka golongan kafir merasa jengkel. Akan tetapi jika kalian ditimpa musibah, mereka bergembira. Jika kalian sabar, dan tetap taat kepada Allah, maka tipu daya mereka tidak akan membahayakan kalian sedikit pun. Sungguh Allah mengetahui secara rinci apa yang mereka lakukan.” (Qs. Ali Imran [3]:120)

Firman Allah ini menggambarkan jahatnya hati orang-orang kafir dan betapa hebatnya permusuhan pada umat Islam yang bersemi dalam dada mereka.

DI MASA LALU, Prancis adalah negara penjajah yang biadab. Negara ini pernah menjajah negeri-negeri muslim seperti: Aljazair (1830-1875). Secara brutal, penjajah Prancis, melakukan genosida dengan membantai 1,5 juta penduduk asli Aljazair. Dan dua juta penduduk dijebloskan ke dalam kamp konsentrasi.

Selanjutnya, Prancis menjajah Tunisia (1881-1956), menggunakan missionaris Kristen sebagai propagandis penjajah dan misi Kristenisasi. Maroko dijajah (1912-1956). Pada 1914 negeri Syam dijajah dan memecah negeri tersebut menjadi 4 negara, yaitu Palestina, Suriah, Yordania dan Libanon. Berturut-turut setelah itu, Prancis menjajah negeri muslim Mauritania (1904-1960), Sinegal (1880-1890), Mali 1892-1960), Sudan (1960), Nigeria (1910-1960), Burkina Faso (1896-1904), Gambia (1886-1965).

Di zaman modern, masa lalu Prancis sekuler yang kelam diwujudkan dalam bentuk Islamofobia. Pada 2011 Prancis merupakan negara Eropa pertama yang melarang muslimah mengenakan jilbab di sekolah maupun area publik.

Tidak hanya pemerintah Prancis yang jahat pada Islam dan umat Islam. Tapi rakyatnya pun didukung untuk melakukan penghinaan terhadap Nabi Islam. Pada 2006 sampul majalah rasis Prancis, Charlie Hebdo memajang karikatur yang menghina Nabi Muhammad Saw. Majalah ini juga menghujat Allah Swt sebagai teroris yang menyandang senjata kalashnikov.

Dan sekarang, September 2020, Presiden Prancis Emmanuel Macron menunjukan sikap Islamofobianya dengan membela majalah rasis Charlie Hebdo yang menerbitkan ulang gambar kartun yang menghina Nabi Muhammad Saw, menghujat Allah Swt, dan mendiskreditkan Islam dengan narasi jahat dan penuh permusuhan.

“Kami menjunjung tinggi kebebasan, dan berpegang teguh pada prinsip sekularisme. Kami tidak akan menghentikan karikatur-karikatur penghinaan itu,” tegas Macron.

Dalam pidatonya menyinggung radikalisme di Prancis, Jumat (2/10/2020), Macron mengatakan, “Islam agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini,” katanya.

Sebagai kepala negara sekuler, Macron telah dengan sengaja memancing kemarahan umat Islam di seluruh dunia, dengan cara mendukung penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw, kemudian memajang kartun penghinaan tersebut di salah satu kantor pemerintahannya dengan dalih kebebasan berekspresi. Emmanuel Macron mengaku melindungi kebebasan berpendapat, tapi menindas kebebasan beragama, serta menyerang hak-hak umat Islam yang menjadi warga negaranya.

Apa masalah Macron dengan Islam sehingga ia menyerang harkat dan martabat Nabi Muhammad Saw, seorang manusia paling terhormat dan mulia yang pernah ada di muka bumi ini?

Berita Terkait

Emmanuel Macron mengklaim akan melindungi hak-hak pribadi warga negaranya, tapi dia sama sekali tidak peduli dengan kehormatan serta kemuliaan seorang Nabi yang diagungkan oleh berjuta-juta manusia di dunia ini. Apa masalah Macron dengan Islam sehingga berani menunjukkan kebencian dan permusuhannya pada umat Islam secara terbuka?

Berdasarkan kejahatan kemanusiaan masa lalu Prancis pada umat Islam, dan kebencian serta penghinaannya pada Nabi Muhammad Saw di masa kini. Maka Majelis Mujahidin mengutuk Presiden Prancis Emmanuel Macron. Semoga Allah mengazab dan menghancurkan siapa saja yang memusuhi Islam dan memerangi kaum muslimin.

Allah Swt berfirman yang artinya:

Sungguh orang-orang yang menentang agama Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. (QS Al-Mujadalah (58): 20)

“Sesungguhnya orang-orang yang menyekutukan Allah dan mengganggu Rasul-Nya, maka Allah akan melaknat mereka di dunia dan di akhirat. Allah sediakan adzab yang menghinakan bagi mereka.” (QS Al-Ahzab (33): 57)

Yogyakarta, 10 Rabiul Awwal 1441/ 27 Oktober 2020

Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

Irfan S. Awwas
Ketua

M. Shabbarin Syakur
Sekretaris

Menyetujui :

Al-Ustadz Muhammad Thalib
Amir Majelis Mujahidin

(*/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Turki kembali lanjutkan kampanye militer di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Angkatan Bersenjata Turki melanjutkan kampanye militer mereka di Suriah utara pada Selasa (1/12/2020), ketika pasukan mereka menyerang posisi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) di provinsi Al-Raqqa dan Aleppo. Menurut…

Uzbek tarik warganya dari kamp pengungsian Suriah

TASHKENT (Arrahmah.com) - Uzbekistan berencana untuk memulangkan warganya, yang kebanyakan wanita dan anak-anak, dari Suriah di mana mereka tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak dengan keluarga pejuang ISIS lainnya, sumber pemerintah…

Militer Turki hujani Raqqa dengan serangan mematikan

RAQQA (Arrahmah.com) - Tentara Turki dan kelompok militan sekutunya meningkatkan serangan mereka di provinsi Al-Raqqa pada Ahad malam (29/11/2020), di tengah laporan bahwa Ankara berusaha meluncurkan operasi baru melawan Pasukan Demokrat…

30 pasukan Afghan tewas digasak bom di Ghazni

KABUL (Arrahmah.com) - Sebuah pemboman mobil di provinsi tengah Afghanistan, Ghazni, menewaskan sedikitnya 30 anggota pasukan keamanan Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), kata para pejabat, dan korban dapat meningkat mengingat intensitas…

Tidak ada penghormatan bagi tahanan Palestina yang meninggal di penjara "Israel"

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Pintu rumah keluarga Baroud telah ditutup untuk selamanya. Penghuninya, Raya Baroud dan putra satu-satunya, Fares, tewas di bawah tekanan pendudukan "Israel". Keluarga tersebut telah menanggung rasa sakit dan…

Kapal Turki tinggalkan Mediterania Timur

ANKARA (Arrahmah.com) -Sebuah kapal penelitian Turki di tengah pertengkaran dengan Yunani mengenai potensi kekayaan gas di Mediterania timur telah kembali ke pelabuhan, kata kementerian energi Turki, Senin (30/11/2020). Kapal survei…

Ucap Belasungkawa Kematian Ilmuwan Nuklir Iran, Taliban Kunjungi Kedubes Iran Di Qatar

DOHA (Arrahmah.com) – Kedutaan Besar Iran di Qatar mengatakan sebuah delegasi Taliban telah tiba di gedung kedutaan pasca pembunuhan ilmuwan terkemuka program nuklir Iran. Delegasi yang berasal dari kantor politik Taliban datang untuk…

Turki Dituduh Buka Jalur Rahasia Dengan "Israel"

ANKARA (Arrahmah.com) – Kepala dinas intelijen nasional Turki dilaporkan telah mengadakan pembicaraan rahasia dengan para pejabat "Israel" untuk memperbaiki hubungan kedua negara, menurut sumber yang diwawancara Al Monitor (30/11/2020).…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Bukti baru kejahatan Australia di Afghanistan mulai bermunculan

CANBERRA (Arrahmah.com) - Bukti baru yang mencengangkan muncul pada Selasa (1/12/2020), menunjukkan tentara Australia melanggar hak-hak warga Afghanistan selama terlibat dalam perang di Afghanistan yang dipimpin AS. Foto-foto yang…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Serangan Houtsi bunuh 7 sipil Yaman

HUDAIDAH (Arrahmah.com) - Sedikitnya tujuh warga sipil tewas ketika kelompok teroris Syiah Houtsi melepaskan tembakan menghantam desa di Yaman barat, ujar pernyataan militer Yaman pada Ahad (29/11/2020). Sepuluh orang lainnya juga…

Iklan