Tunangan Khashoggi gugat putra mahkota Saudi

177

Support Us

RIYADH (Arrahmah.com) – Hatice Cengiz, tunangan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, mengajukan gugatan di pengadilan distrik AS terhadap Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman atas pembunuhan mengerikan jurnalis tersebut, lapor Anadolu Agency.

Cengiz dan kelompok hak asasi yang didirikan oleh Khashoggi sebelum kematiannya mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik Washington, D.C. terhadap bin Salman dan puluhan pejabat tinggi Saudi lainnya.

Ia menuduh bahwa Khashoggi adalah korban tipu muslihat yang dimulai di kedutaan AS di Riyadh ketika dia pergi ke sana untuk mengamankan dokumen untuk menikahi Cengiz.

Ini menuduh bin Salman dan pejabat Saudi telah “membuat kesempatan untuk membunuhnya” di mana pejabat Saudi di Kedutaan Besar Washington mengatakan kepada Khashoggi bahwa dia tidak dapat menerima dokumen di AS, dan sebagai gantinya harus pergi ke Istanbul untuk mendapatkannya di Konsulat Saudi di sana.

Penyesatan yang fatal ini terjadi di Amerika Serikat dan merupakan bagian dari keseluruhan konspirasi yang dimaksudkan untuk berdampak langsung pada aktivitas politik Khashoggi di Amerika Serikat. Tergugat dan rekan konspiratornya mengatur tindakan ini dengan tujuan membunuh Khashoggi, menurut gugatan.

Berita Terkait

Khashoggi akhirnya terbunuh di konsulat pada Oktober 2018, dan kemungkinan jenazahnya belum dikembalikan ke keluarganya.

Arab Saudi mengakui agennya membunuh Khashoggi tetapi menyalahkannya pada operasi rendisi yang gagal yang dilakukan tanpa persetujuan bin Salman, sebuah penjelasan yang diejek oleh para kritikus yang meragukan pembunuhan itu dapat dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan langsung dari bin Salman, penguasa de facto Kerajaan.

CIA memutuskan dengan keyakinan bahwa bin Salman mengarahkan pembunuhan Khashoggi.

Gugatan yang diajukan oleh Cengiz dan Demokrasi untuk Dunia Arab Sekarang meminta ganti rugi yang signifikan, yang menurutnya harus ditentukan oleh juri pengadilan.

Saya berharap kebenaran dan keadilan bagi Jamal bisa tercapai melalui gugatan ini. Saya menaruh kepercayaan saya pada sistem peradilan sipil Amerika untuk menyuarakan apa yang terjadi dan meminta pertanggungjawaban mereka yang melakukan ini atas tindakan mereka, Cengiz mengatakan dalam sebuah pernyataan.

(fath/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Turki Kecam Kunjungan Pompeo ke Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada Kamis (19/11/2020) mengecam kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, Anadolu Agency melaporkan. "Di balik kunjungan ini terdapat tujuan untuk…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Pompeo siap bertandang ke UAE diskusikan penjualan senjata & normalisasi "Israel"

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan bertemu dengan putra mahkota Abu Dhabi hari Sabtu (21/11/2020) untuk membahas kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Uni…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Armenia tunjuk menhan baru pasca gencatan senjata Nagorno-Karabakh

YEREVAN (Arrahmah.com) - Presiden Armenia menunjuk menteri pertahanan baru pada Jumat (19/11/2020) setelah meluasnya kecaman terhadap pemerintah atas gencatan senjata yang mengamankan kemajuan bagi Azerbaijan di Nagorno-Karabakh pasca…

Pompeo akan temui negosiator Taliban di Qatar

DOHA (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan bertemu dengan negosiator dari Taliban dan pemerintah Afghanistan di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan mereka saat Amerika Serikat mempercepat penarikan pasukannya.…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Iklan