Puluhan ribu orang gelar aksi anti-pemerintah di Karachi

417

Support Us

KARACHI (Arrahmah.com) – Puluhan ribu pendukung oposisi berunjuk rasa pada Ahad (18/10/2020) di kota Karachi sebagai bagian dari kampanye untuk menggulingkan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, yang mereka tuduh dipasang oleh militer dalam pemilihan tahun 2018 yang curang.

Sembilan partai oposisi besar membentuk platform bersama yang disebut Gerakan Demokratik Pakistan (PDM) bulan lalu untuk memulai agitasi nasional melawan pemerintah.

“Kami bersatu untuk melindungi dan menyelamatkan rakyat Pakistan,” kata Maryam Nawaz, putri dan pewaris politik dari mantan perdana menteri tiga kali Nawaz Sharif, seperti dilansir Reuters.

“Jika pemerintah ini diizinkan untuk menyelesaikan masa jabatannya, itu akan menghancurkan negara ini,” katanya kepada wartawan sebelum bergabung dengan unjuk rasa.

Kampanye protes dilakukan pada saat Pakistan menghadapi krisis ekonomi, dengan inflasi menyentuh dua digit dan pertumbuhan negatif.

“Inflasi telah menyerang warga miskin yang memaksa banyak orang mengemis untuk memberi makan anak-anak mereka,” kata Faqeer Baloch, 63, di rapat umum di Karachi. “Sudah saatnya pemerintah ini pergi sekarang.”

Berita Terkait

Pemilihan umum berikutnya dijadwalkan pada 2023.

Unjuk rasa di Karachi mengikuti protes oleh aliansi di kota Gujranwala timur pada hari Jumat, yang merupakan demonstrasi terbesar melawan Khan sejak dia menjabat.

Berbicara melalui tautan video dari London ke pertemuan Gujranwala, Sharif menuduh Panglima Angkatan Darat Jenderal Qamar Javed Bajwa mencurangi pemilu 2018 dan mengatur penggulingannya pada 2017 dalam apa yang dia sebut sebagai tuduhan palsu yang dibantu oleh pengadilan.

Militer, yang telah memerintah Pakistan selama setengah dari sejarahnya sejak kemerdekaan pada tahun 1947, menyangkal ikut campur dalam politik atau kesalahan pemilu. Mereka belum menanggapi secara khusus tuduhan Sharif.

Khan berkuasa dengan platform anti-korupsi dan menyangkal tentara membantunya menang. Pada hari Sabtu dia membela militer dan pengadilan, mengancam akan bersikap lebih keras terhadap partai-partai oposisi.

Namun pihak oposisi mengatakan Khan telah mengecewakan bangsa di semua lini dari ekonomi hingga pemerintahan.

Sharif dipecat oleh Mahkamah Agung pada 2017 atas tuduhan korupsi, dan pergi ke London November lalu untuk perawatan medis. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Lima napi tewas setelah pelarian diri massal dari penjara Libanon

BEIRUT (Arrahmah.com) - Pihak berwenang di Libanon telah melancarkan operasi pengejaran setelah hampir 70 narapidana melarikan diri dari penjara setelah mendobrak pintu sel mereka dan menyerang penjaga penjara. Pembobolan penjara massal…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

DPR: Baliho HRS Urusan Satpol PP

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya mengatakan penurunan baliho bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) merupakan ranah dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Maka dari…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

Iklan