Berita Dunia Islam Terdepan

Warga Libanon pergi ke Karabakh tuk bertempur di sisi Armenia

680

Support Us

KARABAKH (Arrahmah.com) – Warga Armenia-Libanon telah bergabung dalam pertempuran melawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, demikian dilaporkan oleh Associated Press (AP).

Laporan tersebut mengatakan bahwa sejumlah besar populasi etnis-Armenia di Libanon dilaporkan telah melakukan perjalanan ke Kaukasus selatan dengan dalih untuk mempertahankan tanah air leluhur mereka.

Beberapa penduduk distrik utama Armenia di Beirut, Bourj Hammoud, mengatakan kepada AP bahwa mereka juga siap meninggalkan hidup mereka di Libanon untuk berperang melawan Azerbaijan.

“Kami akan bertempur sampai tentara Armenia terakhir,” kata seorang pemilik toko. “Ini bukan perang antara Muslim dan Kristen. Ini adalah perang untuk keberadaan entitas Armenia dan kami siap,” klaimnya.

Setidaknya satu warga Armenia Libanon yang melakukan perjalanan ke wilayah itu sebagai sukarelawan tewas di garis depan, kata penyiar lokal Yerkir. Penyanyi opera Kevork Hadjian, yang dikenal karena membawakan lagu-lagu nasionalis Armenia yang meriah, tewas dalam pertempuran Selasa lalu. Pria berusia 49 tahun itu berada di resimen sukarelawan yang dipimpin oleh Federasi Revolusi Armenia, sebuah partai politik nasionalis dan sosialis yang juga aktif di Libanon dan Suriah.

Ratusan lagi warga Armenia dari diaspora diyakini telah mendaftar sebagai sukarelawan untuk berperang sejak ketegangan berkobar pada 27 September, tetapi tidak jelas berapa banyak yang saat ini terlibat dalam pertempuran.

Sementara itu, Turki tampaknya telah mengirim hampir 1.250 tentara bayaran Suriah untuk bertempur bersama pasukan Azerbaijan, menurut Reuters. Pejuang Suriah didorong oleh bayaran sebesar 1.500 USD sebulan, yang merupakan uang yang banyak di negara yang dilanda perang.
Azerbaijan dan Turki membantah klaim “tentara bayaran” tersebut.

Hingga saat ini, setidaknya 500 orang, termasuk lebih dari 60 warga sipil, telah tewas di Nagorno-Karabakh. Upaya telah dilakukan untuk membentuk gencatan senjata yang ditengahi Rusia selama akhir pekan, tetapi telah runtuh kemarin setelah bentrokan pecah di wilayah selatan Hadrut. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah