Berita Dunia Islam Terdepan

Langgar gencatan senjata, Armenia luncurkan rudal dan tewaskan 10 orang Azerbaijan

866

Support Us

GANJA (Arrahmah.com) – Di tengah kesepakatan gencatan senjata, militer Armenia meluncurkan rudal ke Ganja, kota terbesar kedua di Azerbaijan.  Berdasarkan keterangan pihak berwenang Azerbaijan, sebanyak 10 orang dikabarkan tewas akibat serangan tersebut.

Kepala Kantor Jaksa Penuntut umum mengatakan bahwa satu lagi  warga sipil meninggal akibat serangan rudal Armenia yang dilakukan pada Ahad (11/10/2020) sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

“Dengan sangat menyesal kami mengumumkan bahwa pada 12 Oktober, salah satu korban luka-luka, Aliyeva Gunay Zahid, yang lahir pada tahun 1992, meninggal di rumah sakit tempat dia dirawat. Hingga kini, warga sipil lainnya yang terluka sedang menjalani perawatan intensif,” kata polisi setempat, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Sebelumnya, pada Ahad (11/10) Jaksa Penuntut mengumumkan bahwa sembilan orang, termasuk seorang wanita, meninggal dunia dan 35 lainnya luka-luka akibat serangan rudal oleh militer Armenia di Ganja, hanya berselang 24 jam setelah kesepakatan gencatan senjata disepakati.

Akibat roket yang ditembakkan ke gedung-gedung apartemen di tengah kota, lebih dari 10 gedung apartemen rusak parah.

presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, bersumpah akan memberikan balasan yang setimpal atas serangan Armenia, dengan menyatakan bahwa serangan baru-baru ini merupakan “kejahatan perang” dan “pelanggaran berat” terhadap konferensi Jenewa.

“Ini adalah bentuk penghinaan terhadap negosiasi di bawah mediasi Rusia dan perwujudan lain dari fasisme Armenia. Tindakan keji ini tidak akan bisa mematahkan semangat rakyat Azerbaijan,” ungkapnya.

Gencatan senjata antara kedua negara telah disepakati pada Sabtu (10/10), dengan melakukan pertukaran tahanan dan pengambilan jenazah yang ada di Karabakh Atas atau Nagorno Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Kesepakatan gencatan senjata diambil setelah diadakannya pertemuan trilateral di Moscow pada Jumat (9/10) yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri dari Armenia, Azerbaijan dan Rusia sebagai mediator. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah