Berita Dunia Islam Terdepan

Pesepakbola Terkenal Dunia Serukan Pembebasan Muslim Uighur

300

Support Us

XINJIANG  (Arrahmah.com) – Mengikuti jejak pemain NBA Rudy Gobert, beberapa pesepakbola terkenal ramai membagikan postingan yang menyoroti penderitaan muslim Uigur di Cina, meskipun kemudian beberapa telah menghapusnya kembali.

Pemain Napoli Kalidou Koulibaly yang bermain untuk tim nasional Senegal, berbagi postingan di media sosialnya yang menyerukan kebebasan jutaan Muslim Uighur dari kamp-kamp di Cina.

Gambar kotak biru muda pun dibagikan oleh aktor Prancis Omar Sy di platform media sosialnya. Bunyinya: “Jutaan Muslim Uighur dikurung dan disiksa di kamp konsentrasi di Cina. Bukan karena apa yang mereka lakukan, tapi karena siapa mereka.”

“Ini adalah penahanan massal terbesar di abad ke-21. Itu harus diakhiri. #FreeUyghurs,” tulis bintang Utah Jazz Rudy Gobert, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post pada Sabtu (3/10/2020).

Mantan pemain internasional Prancis Franck Ribery, yang sekarang bermain di Fiorentina Italia, pun memposting kotak biru di Instagram dengan tagar “#freeuyghur”, “#freeuyghurs” dan “# freeouïghours”.

Striker internasional Mali kelahiran Prancis, Moussa Marega, juga memposting kotak biru tetapi dengan pesan yang lebih panjang dalam bahasa Prancis.

Berita Terkait

Selain itu, striker Senegal Demba Ba, yang pernah bermain di tim sepakbola Shanghai Shenhua, menarik perhatian bulan lalu. Dia meminta rekan-rekannya untuk mengkritik perlakuan Cina terhadap Muslim Uyghur di Xinjiang.

“Saya harus berusaha mengatur agar para pemain sepak bola bisa berkumpul dan membicarakan masalah ini karena tidak banyak orang yang mau,” katanya kepada BBC.

Mesut Ozil dari Arsenal adalah salah satu dari sedikit pesepakbola yang ikut berbicara tentang laporan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi pada warga Uighur di Xinjiang.

Desember lalu, pemain internasional Jerman ini meminta rekan-rekan Muslimnya untuk berbicara tentang masalah ini.

Hingga kini Ozil belum menghapus postingannya yang menampilkan bendera Turkistan Timur, yang dipandang sebagai kelompok separatis oleh Beijing.

Akibat ulahnya tersebut, tokoh Ozil dihapus dari versi online video game FIFA di Cina dan dihilangkan dari komentar pertandingan di televisi pemerintah.

Setelah postingan gambar biru muda viral, Koulibaly dan beberapa pemain lainnya termasuk Ousmane Dembele dari Barcelona dan Riyad Mahrez dari Manchester City menghapus postingannya. (Hanoum/Arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah