Berita Dunia Islam Terdepan

NCCM desak kepolisian Toronto untuk menyelidiki kasus pembunuhan Mohamed Aslim Zafis

291

Support Us

TORONTO (Arrahmah.com) – Sebuah kelompok advokasi Muslim Kanada menyerukan penyelidikan mendalam mengenai penikaman dan pembunuhan baru-baru ini yang terjadi di luar sebuah masjid dekat Toronto karena diduga penyerangan tersebut bermotif kebencian atau Islamofobia.

Sebelumnya, pihak kepolisian kota mengumumkan bahwa mereka berhasil menangkap pelaku penikaman, hingga menyebabkan korban tewas, dan akan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dalam sebuah pernyataannya pada Jumat (18/9/2020), Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM) mengucapkan terimakasih kepada kepolisian Toronto karena telah berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku penikaman dan pembunuhan Mohamed Aslim Zafis yang berusia 58 tahun.

Zafis ditikam secara fatal pada tanggal 12 September di luar Masjid Organisasi Muslim Internasional Toronto di Etobicoke, Ontario, tepat di sebelah Barat Toronto. Di masjid tersebut Zafis menjadi sukarelawan sebagai penjaga untuk memastikan bahwa para jamaah mematuhi protokol keamanan Covid-19.

“Mengingat fakta bahwa saudara kami dibunuh secara brutal di parkiran masjid dan mengingat insiden lain yang terjadi di dalam dan sekitar Toronto, maka kami menyerukan kepada Dinas Kepolisian Toronto untuk menyelidiki kasus ini sebagai kemungkinan pembunuhan dengan motif kebencian,” ujar CEO NCCM Mustafa Farooq, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Polisi Toronto mengatakan dalam sebuah  pernyataan pada Jumat (18/9) bahwa mereka telah menangkap seorang pria berusia 34 tahun bernama Guilherme “William” Von Neutegem, dan mendakwanya dengan kasus pembunuhan tingkat pertama.

Tersangka diduga mendekati Zafis, ketika ia sedang duduk di kursi di luar pintu masjid dan kemudian menikamnya sekali, ujar pihak kepolisian sebagaimana pengakuan tersangka. Korban yang ditikam secara fatal akhirnya meninggal di tempat kejadian.

Namun, sebagaimana diberitakan oleh saluran berita lokal CP24, kepolisian Toronto menyatakan dalam konferensi pers pada Jumat (18/9) bahwa “penyelidikan kasus ini masih berlanjut, dan tampaknya tidak ada motif apapun.” (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah